Javascript must be enabled to continue!
Analisis Pemasaran Kecap Kedelai di Desa Juntinyuat Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu
View through CrossRef
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola saluran pemasaran kecap kedelai di Desa Juntinyuat dan menganalisis biaya, keuntungan, marjin, farmer’s share dan efisiensi pemasaran kecap kedelai di Desa Juntinyuat. Metode penelitian menggunakan survei. Objek penelitian yaitu 3 orang produsen dan lembaga pemasaran yang terlibat sebanyak 14 orang. Sumber data penelitian berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan pencatatan. Pola saluran pemasaran kecap kedelai di Desa Juntinyuat terdapat tiga saluran pemasaran yaitu a). Pola saluran pemasaran I: Produsenà Konsumen; b). Pola saluran pemasaran II: Produsen àPedagang BesaràPedagang Pengecer pasaràKonsumen; c). Pola saluran Pemasaran III: ProdusenàPedagang Pengecer kelilingàKonsumen. Pola saluran pemasaran I biaya pemasaran tidak ada karena konsumen langsung ke produsen. Pola saluran pemasaran II total biaya pemasaran sebesar Rp 1.645,18 perbotol, total keuntungan pemasaran Rp 2.854,82 per botol, dan total marjin pemasaran sebesar Rp 4.500,00 per botol. Pola saluran pemasaran III, total biaya pemasaran Rp 1.441,67,- perbotol, total keuntungan pemasaran Rp 1.891,66,- perbotol dan total marjin pemasaran Rp 3.333.33,- perbotol. Nilai farmer’s share pola saluran pemasaran I sebesar 100 %, pada pola saluran pemasaran II sebesar 73,53 % dan pola saluran pemasaran III sebesar 80,77 %.
Universitas Wiralodra
Title: Analisis Pemasaran Kecap Kedelai di Desa Juntinyuat Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu
Description:
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola saluran pemasaran kecap kedelai di Desa Juntinyuat dan menganalisis biaya, keuntungan, marjin, farmer’s share dan efisiensi pemasaran kecap kedelai di Desa Juntinyuat.
Metode penelitian menggunakan survei.
Objek penelitian yaitu 3 orang produsen dan lembaga pemasaran yang terlibat sebanyak 14 orang.
Sumber data penelitian berupa data primer dan data sekunder.
Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan pencatatan.
Pola saluran pemasaran kecap kedelai di Desa Juntinyuat terdapat tiga saluran pemasaran yaitu a).
Pola saluran pemasaran I: Produsenà Konsumen; b).
Pola saluran pemasaran II: Produsen àPedagang BesaràPedagang Pengecer pasaràKonsumen; c).
Pola saluran Pemasaran III: ProdusenàPedagang Pengecer kelilingàKonsumen.
Pola saluran pemasaran I biaya pemasaran tidak ada karena konsumen langsung ke produsen.
Pola saluran pemasaran II total biaya pemasaran sebesar Rp 1.
645,18 perbotol, total keuntungan pemasaran Rp 2.
854,82 per botol, dan total marjin pemasaran sebesar Rp 4.
500,00 per botol.
Pola saluran pemasaran III, total biaya pemasaran Rp 1.
441,67,- perbotol, total keuntungan pemasaran Rp 1.
891,66,- perbotol dan total marjin pemasaran Rp 3.
333.
33,- perbotol.
Nilai farmer’s share pola saluran pemasaran I sebesar 100 %, pada pola saluran pemasaran II sebesar 73,53 % dan pola saluran pemasaran III sebesar 80,77 %.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS PREFERENSI PENGRAJIN KECAP TERHADAP KARAKTERISTIK KEDELAI DI KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN (Studi Kasus Pada Agroindustri Kecap di Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran)
ANALISIS PREFERENSI PENGRAJIN KECAP TERHADAP KARAKTERISTIK KEDELAI DI KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN (Studi Kasus Pada Agroindustri Kecap di Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran)
Industri kecap merupakan salah satu agroindustri yang penting untuk dikembangkan karenadapat memberikan nilai tambah komoditas kedelai yang mudah rusak. preferensi terhadappemiliha...
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Produksi Lada Kabupaten Kolaka Timur mengalami peningkatan sebesar 96 ribu ton tahun 2017 menjadi 280 ribu ton tahun 2022. Kondisi ini menggambarkan potensi usahatani lada sangat m...
Formulasi dan Karakterisasi ‘Kecap Samud’ di Kabupaten Pulau Morotai
Formulasi dan Karakterisasi ‘Kecap Samud’ di Kabupaten Pulau Morotai
Tujuan dari penelitian ini adalah membuat kecap jeroan ikan tuna dengan penambahan sari buah nanas dan karakterisasi cita rasa kecap yang dihasilkan. Kecap hasil fermentasi jeroan ...
PKM Olahan Kacang Kedelai Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan dan Perbaikan Pencernaan pada Masyarakat di Desa Rumbai Jaya Tahun 2023
PKM Olahan Kacang Kedelai Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan dan Perbaikan Pencernaan pada Masyarakat di Desa Rumbai Jaya Tahun 2023
Kedelai merupakan salah satu tanaman anggota kacang-kacangan yang memiliki kandungan protein nabati yang paling tinggi jika dibandingkan dengan jenis kacang-kacangan yang lainnya s...
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
Protein adalah senyawa organik yang mengandung unsur penting bagi fungsi tubuh sebagai sumber energi. Sumber protein dapat diperoleh dari ikan, daging, dan biji-bijian. Salah satu ...
ANALISIS PEMASARAN KEDELAI
ANALISIS PEMASARAN KEDELAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) saluran pemasaran kedelai dari produsen sampai ke konsumen; 2) besarnya biaya pemasaran, marjin pemasaran dan keuntungan pemasaran ked...
ANALISIS PEMASARAN BAWANG MERAH DI KECAMATAN PLAMPANG KABUPATEN SUMBAWA
ANALISIS PEMASARAN BAWANG MERAH DI KECAMATAN PLAMPANG KABUPATEN SUMBAWA
Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui saluran pemasaran bawang merah di Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa, (2) untuk menganalisis efesiensi pemasaran bawang merah di Kecama...

