Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

POTENSI LIMBAH KULIT JAGUNG UNTUK ASAP CAIR SEBAGAI PENGAWET MAKANAN MELALUI METODE PIROLISIS

View through CrossRef
Kulit jagung merupakan limbah biomassa yang mengandung bahan lignoselulosa seperti selulosa, hemiselulosa dan lignin. Dengan adanya kandungan bahan lignoselulosa tersebut, kulit jagung berpotensi digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan asap cair sebagai pengawet makanan melalui metode pirolisis. Asap cair merupakan produk yang diperoleh dari kondensasi uap yang dihasilkan selama pirolisis yang mengandung senyawa organik teroksidasi, seperti keton, aldehida, fenol, dan asam karboksilat. Senyawa-senyawa tersebut berperan sebagai antioksidan dan antibakteri, serta mempunyai rasa dan bau yang khas pada asap cair. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hasil pirolisis limbah kulit jagung untuk asap cair sebagai pengawet makanan. Pirolisis kulit jagung dilakukan pada temperatur 75o C dan 115o C selama 2 jam, yang akan menghasilkan asap dan selanjutnya dikondensasikan menjadi asap cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan temperatur pirolisis mempengaruhi volume dan kadar asam asap cair hasil pirolisis. Pirolisis pada suhu 75o C menghasilkan 650 mL asap cair dengan kadar asam sebesar 3,3%, sedangkan pirolisis padasuhu 115o C menghasilkan 800 mL asap cair dengan kadar asam 3,8%. Berdasarkan hasil penelitian, limbah kulit jagung melalui proses pirolisis berpotensi digunakan sebagai bahan baku asap cair untuk pengawet makanan, yaitu memenuhi SNI 8985:2021
Title: POTENSI LIMBAH KULIT JAGUNG UNTUK ASAP CAIR SEBAGAI PENGAWET MAKANAN MELALUI METODE PIROLISIS
Description:
Kulit jagung merupakan limbah biomassa yang mengandung bahan lignoselulosa seperti selulosa, hemiselulosa dan lignin.
Dengan adanya kandungan bahan lignoselulosa tersebut, kulit jagung berpotensi digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan asap cair sebagai pengawet makanan melalui metode pirolisis.
Asap cair merupakan produk yang diperoleh dari kondensasi uap yang dihasilkan selama pirolisis yang mengandung senyawa organik teroksidasi, seperti keton, aldehida, fenol, dan asam karboksilat.
Senyawa-senyawa tersebut berperan sebagai antioksidan dan antibakteri, serta mempunyai rasa dan bau yang khas pada asap cair.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hasil pirolisis limbah kulit jagung untuk asap cair sebagai pengawet makanan.
Pirolisis kulit jagung dilakukan pada temperatur 75o C dan 115o C selama 2 jam, yang akan menghasilkan asap dan selanjutnya dikondensasikan menjadi asap cair.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan temperatur pirolisis mempengaruhi volume dan kadar asam asap cair hasil pirolisis.
Pirolisis pada suhu 75o C menghasilkan 650 mL asap cair dengan kadar asam sebesar 3,3%, sedangkan pirolisis padasuhu 115o C menghasilkan 800 mL asap cair dengan kadar asam 3,8%.
Berdasarkan hasil penelitian, limbah kulit jagung melalui proses pirolisis berpotensi digunakan sebagai bahan baku asap cair untuk pengawet makanan, yaitu memenuhi SNI 8985:2021.

Related Results

STUDI PENGOLAHAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA DENGAN METODE PIROLISIS UNTUK MENGHASILKAN ASAP CAIR
STUDI PENGOLAHAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA DENGAN METODE PIROLISIS UNTUK MENGHASILKAN ASAP CAIR
Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar di dunia, salah satu daerah yang menghasilkan kelapa adalah Sumatera barat. Bertambahnya produksi kelapa, maka bertambahnya lim...
Potensi Pemanfaatan Asap Cair (Liquid Smoke) Menjadi Bio-Disinfectant dari Limbah Kayu Karet dan Kayu Akasia
Potensi Pemanfaatan Asap Cair (Liquid Smoke) Menjadi Bio-Disinfectant dari Limbah Kayu Karet dan Kayu Akasia
Bio-disinfectant dari asap cair adalah alternatif untuk menggantikan penggunaan disinfektan kimia yang menyebabkan efek terhadap kesehatan karena meninggalkan residu berbahaya. Tuj...
Pengaruh Waktu Pembakaran Terhadap Karakteristik Asap Cair dari Serbuk Kayu Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq)
Pengaruh Waktu Pembakaran Terhadap Karakteristik Asap Cair dari Serbuk Kayu Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq)
Limbah serbuk kayu dari industri penggergajian merupakan sumber biomassa yang melimpah namun kurang dimanfaatkan secara optimal. Salah satu potensi pemanfaatannya adalah sebagai ba...
CHARACTERIZATION OF LIQUID SMOKE FROM CORN HUSK WASTE BY PYROLYSIS AND DISTILATION METHOD
CHARACTERIZATION OF LIQUID SMOKE FROM CORN HUSK WASTE BY PYROLYSIS AND DISTILATION METHOD
Asap cair merupakan cairan berwarna hitam maupun coklat berasal dari biomassa melalui proses pirolisis. Kulit jagung merupakan salah satu sumber limbah pertanian yang melimpah di I...
Karakteristik Fisiko Kimia Dan Polisiklik Aromatik Hidrokarbon Ikan Julung (Hemirhampus marginatus) Asap Cair Cangkang Pala
Karakteristik Fisiko Kimia Dan Polisiklik Aromatik Hidrokarbon Ikan Julung (Hemirhampus marginatus) Asap Cair Cangkang Pala
Tujuan penelitian yaitu: menentukan konsentrasi dan lama perendaman dalam larutan asap cair yang optimum melalui percobaan untuk mengaplikasikan asap cair hasil pirolisis cangkang ...
Pretreatment Limbah Pengolahan Kopi Untuk Menghasilkan Biogas Pada Proses Anaerobik
Pretreatment Limbah Pengolahan Kopi Untuk Menghasilkan Biogas Pada Proses Anaerobik
Pada penelitian ini mempelajari proses pretreatment limbah pengolahan kopi untuk menghasilkan biogas pada proses anaerobik. Limbah cair pengolahan kopi merupakan limbah cair yang b...
Pemanfaatan Asap Cair Tempurung Kelapa Sebagai Pestisida Organik Terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera Litura F.)
Pemanfaatan Asap Cair Tempurung Kelapa Sebagai Pestisida Organik Terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera Litura F.)
This study aims to determine the effect of the concentration of liquid smoke coconut shell on mortality against armyworm. Research conducted at the Chemical Laboratory of the State...
KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
<p>Feasibility Study of Hybrid Maize Farming in Muna District Southeast Sulawesi Province. Maize harvest area in 2015 in Muna District was 13,159 ha with the production by 32...

Back to Top