Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Semiotika Sikap Percaya Diri Wanita dalam Film Imperfect

View through CrossRef
Abstract. One of the current mass media developments is film to deliver a message and as an information. In the rules for broadcasting films, it is stated that an artistic creation is able to preserve national culture. This study aims to find out about women's self-confidence through films that have a function as a communication tool that influences the audience. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. In this study, data collection techniques that will be used by researchers are primary data and secondary data. Primary data is behavior, characters and scenes on Imperfect movies, while secondary data is from supporting literature such as books, journals and the internet. In this study, researchers used Roland Barthes's semiotic analysis that revealed the meaning of connotation, denotation, and myth. Based on the results that researcher has done towards Imperfect Movie: Career, Love, and Scale of this study named “Semiotic Analysis of Women's Self-Confidence on Imperfect Movie”, it has been found that there are 11 scenes which depict the meaning of women's confidences related to the beauty myths in society. In addition, the reason behind why women feel insecure and care about how they look is because of the beauty myth in society and exposure to media advertisements. However, the confidence in women will grow if there is support from the surrounding people that accept them just the way they are. Abstrak. Perkembangan media massa saat ini salah satunya yaitu film untuk menyampaikan sebuah pesan dan sebagai sarana informasi. Dalam aturan penyiaran film dikatakan sebuah kreasi seni yang mampu melestarikan budaya nasional. Penelitian ini memiliki tujuan mencari tahu tentang kepercayaan diri seorang wanita melalui film yang mempunyai fungsi sebagai alat komunikasi yang memberikan pengaruh kepada khalayak. Pada penelitian kali ini metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu berupa data primer dan data sekunder. Data primer ialah perilaku, karakter dan adegan dalam film Imperfect, sedangkan data sekunder adalah dari literatur pendukung seperti buku, jurnal dan internet. Pada penelitian ini menggunakan analisis semiotika milik Roland Barthes yang mengungkapkan makna konotasi, denotasi dan mitos. Berdasarkan hasil analisis semiotika Roland Barthes yang telah dilakukan terhadap film Imperfect: Karier, Cinta dan Timbangan pada penelitian yang berjudul "Analisis Semiotika Sikap Percaya Diri Wanita dalam Film Imperfect." telah ditemukan bahwa terdapat 11 scene yang menggambarkan makna Sikap Percaya Diri Seorang Wanita yang berkaitan dengan berbagai mitos kecantikan yang beredar luas dalam masyarakat. Selain itu, hal yang menyebabkan wanita merasa tidak percaya diri dan ingin selalu terlihat cantik akibat adanya mitos standar kecantikan yang sudah beredar dan terpaan iklan di media, namun rasa percaya diri pada wanita akan tumbuh apabila adanya dukungan dari orang terdekat yang menerima wanita itu dengan apa adanya. 
Title: Analisis Semiotika Sikap Percaya Diri Wanita dalam Film Imperfect
Description:
Abstract.
One of the current mass media developments is film to deliver a message and as an information.
In the rules for broadcasting films, it is stated that an artistic creation is able to preserve national culture.
This study aims to find out about women's self-confidence through films that have a function as a communication tool that influences the audience.
This study uses a qualitative method with a descriptive approach.
In this study, data collection techniques that will be used by researchers are primary data and secondary data.
Primary data is behavior, characters and scenes on Imperfect movies, while secondary data is from supporting literature such as books, journals and the internet.
In this study, researchers used Roland Barthes's semiotic analysis that revealed the meaning of connotation, denotation, and myth.
Based on the results that researcher has done towards Imperfect Movie: Career, Love, and Scale of this study named “Semiotic Analysis of Women's Self-Confidence on Imperfect Movie”, it has been found that there are 11 scenes which depict the meaning of women's confidences related to the beauty myths in society.
In addition, the reason behind why women feel insecure and care about how they look is because of the beauty myth in society and exposure to media advertisements.
However, the confidence in women will grow if there is support from the surrounding people that accept them just the way they are.
Abstrak.
Perkembangan media massa saat ini salah satunya yaitu film untuk menyampaikan sebuah pesan dan sebagai sarana informasi.
Dalam aturan penyiaran film dikatakan sebuah kreasi seni yang mampu melestarikan budaya nasional.
Penelitian ini memiliki tujuan mencari tahu tentang kepercayaan diri seorang wanita melalui film yang mempunyai fungsi sebagai alat komunikasi yang memberikan pengaruh kepada khalayak.
Pada penelitian kali ini metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Teknik pengumpulan data yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu berupa data primer dan data sekunder.
Data primer ialah perilaku, karakter dan adegan dalam film Imperfect, sedangkan data sekunder adalah dari literatur pendukung seperti buku, jurnal dan internet.
Pada penelitian ini menggunakan analisis semiotika milik Roland Barthes yang mengungkapkan makna konotasi, denotasi dan mitos.
Berdasarkan hasil analisis semiotika Roland Barthes yang telah dilakukan terhadap film Imperfect: Karier, Cinta dan Timbangan pada penelitian yang berjudul "Analisis Semiotika Sikap Percaya Diri Wanita dalam Film Imperfect.
" telah ditemukan bahwa terdapat 11 scene yang menggambarkan makna Sikap Percaya Diri Seorang Wanita yang berkaitan dengan berbagai mitos kecantikan yang beredar luas dalam masyarakat.
Selain itu, hal yang menyebabkan wanita merasa tidak percaya diri dan ingin selalu terlihat cantik akibat adanya mitos standar kecantikan yang sudah beredar dan terpaan iklan di media, namun rasa percaya diri pada wanita akan tumbuh apabila adanya dukungan dari orang terdekat yang menerima wanita itu dengan apa adanya.
 .

Related Results

MENINGKATKAN SIKAP PERCAYA DIRI SISWA DALAM TEMA 7 KEBERSAMAAN MELALUI MODEL DISCOVERYLEARNING DI KELAS 2 SDN PANDEAN LAMPER 02
MENINGKATKAN SIKAP PERCAYA DIRI SISWA DALAM TEMA 7 KEBERSAMAAN MELALUI MODEL DISCOVERYLEARNING DI KELAS 2 SDN PANDEAN LAMPER 02
Abstract: The background that drives this research is that students' self-confidence is still low, learning is still on the teacher's side. The purpose of this research is to incre...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
Standar Kecantikan dalam Film Imperfect: Sebuah Pendekatan Semiotika
Standar Kecantikan dalam Film Imperfect: Sebuah Pendekatan Semiotika
This research aims to analyze the representation of beauty standards in the film Imperfect through Roland Barthes semiotic approach. The background to this research focuses on how ...
ANALISIS KEMAMPUAN MENGANALISIS DAN KREATIVITAS SAINS TERHADAP SIKAP SKEPTIS DAN PERCAYA DIRI
ANALISIS KEMAMPUAN MENGANALISIS DAN KREATIVITAS SAINS TERHADAP SIKAP SKEPTIS DAN PERCAYA DIRI
Penelitian  ini  termasuk penelitian lanjutan yang bertujuan  untuk  mengetahui tingkat kemampuan menganalisa, kreativitas, sikap skeptis, dan percaya diri sekaligus pengaruh masin...
Komunikasi Wanita Dewasa Yang Belum Menikah Dengan Orang Tua
Komunikasi Wanita Dewasa Yang Belum Menikah Dengan Orang Tua
Rata-rata setiap wanita mempunyai target usia menikah. Namun tidak semuanya sesuai dengan target usia pernikahan yang diinginkan. Antara lain mereka lebih mengutamakan karir diband...
Makna Diri Wanita Muslim Menerusi Pandangan Said Nursi
Makna Diri Wanita Muslim Menerusi Pandangan Said Nursi
This study aims to analyse the self-concept of Muslim women from the perspective of Badiuzzaman Said Nursi. This study uses a qualitative approach through document analysis. The ma...
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Phillip Noyce is one of Australia’s most prominent film makers—a successful feature film director with both iconic Australian narratives and many a Hollywood blockbuster under his ...
KONTRUKSI KECANTIKAN WANITA INDONESIA PADA MEDIA MASSA
KONTRUKSI KECANTIKAN WANITA INDONESIA PADA MEDIA MASSA
Konsep kecantikan bagi wanita Indonesia mengalami perubahan dari masa ke masa. Hal ini terlihat dari gambaran-gambaran wanita ideal yang muncul di media, baik itu media massa berbe...

Back to Top