Javascript must be enabled to continue!
Al-Qur’an, Astrofisika, dan Energi Ghaib Nisbi
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan konsep energi dalam Al-Qur’an dan hadis dengan temuan astrofisika modern melalui analisis terhadap istilah nūr (cahaya) dan nār (api) sebagai representasi energi ghaib nisbi. Al-Qur’an menggambarkan malaikat diciptakan dari nūr dan jin atau syaithan dari mārij min nār—nyala api bercampur. Secara ilmiah, cahaya berkorelasi dengan gelombang elektromagnetik yang stabil dan menerangi, sedangkan api berkaitan dengan plasma, bentuk energi ionik yang mendominasi sekitar 99 % materi alam semesta menurut temuan NASA. Melalui pendekatan tafsir maudhu‘i interdisipliner, penelitian ini menemukan keselarasan antara wahyu dan sains dalam menggambarkan sistem energi kosmik yang seimbang antara keteraturan dan disrupsi. Energi cahaya merepresentasikan kekuatan penuntun (malaikat), sedangkan energi panas melambangkan kekuatan penguji (syaithan). Korelasi ini bersifat analogis dan epistemologis, bukan penyamaan hakikat material, sehingga menjaga batas antara fenomena empiris dan realitas ghaib. Hasil kajian menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang fenomena metafisik, tetapi juga menyajikan kerangka epistemologis yang rasional dan non-reduksionistik untuk memahami dinamika energi semesta dalam perspektif iman dan ilmu.
Kata kunci: Al-Qur’an, astrofisika, energi ghaib nisbi, nūr, nār
Title: Al-Qur’an, Astrofisika, dan Energi Ghaib Nisbi
Description:
Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan konsep energi dalam Al-Qur’an dan hadis dengan temuan astrofisika modern melalui analisis terhadap istilah nūr (cahaya) dan nār (api) sebagai representasi energi ghaib nisbi.
Al-Qur’an menggambarkan malaikat diciptakan dari nūr dan jin atau syaithan dari mārij min nār—nyala api bercampur.
Secara ilmiah, cahaya berkorelasi dengan gelombang elektromagnetik yang stabil dan menerangi, sedangkan api berkaitan dengan plasma, bentuk energi ionik yang mendominasi sekitar 99 % materi alam semesta menurut temuan NASA.
Melalui pendekatan tafsir maudhu‘i interdisipliner, penelitian ini menemukan keselarasan antara wahyu dan sains dalam menggambarkan sistem energi kosmik yang seimbang antara keteraturan dan disrupsi.
Energi cahaya merepresentasikan kekuatan penuntun (malaikat), sedangkan energi panas melambangkan kekuatan penguji (syaithan).
Korelasi ini bersifat analogis dan epistemologis, bukan penyamaan hakikat material, sehingga menjaga batas antara fenomena empiris dan realitas ghaib.
Hasil kajian menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang fenomena metafisik, tetapi juga menyajikan kerangka epistemologis yang rasional dan non-reduksionistik untuk memahami dinamika energi semesta dalam perspektif iman dan ilmu.
Kata kunci: Al-Qur’an, astrofisika, energi ghaib nisbi, nūr, nār.
Related Results
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Industri pembuatan kaca tersusun atas empat bagian primer, yaitu: kaca lembaran, kaca khusus, kaca fiber, dan kaca container. Pabrik X merupakan sebuah perusahaan besar penghasil k...
ANALISIS GRANGER CAUSALITY TEST KONSUMSI ENERGI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
ANALISIS GRANGER CAUSALITY TEST KONSUMSI ENERGI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Konsumsi energi adalah salah satu faktor penting bagi setiap negara. Pada skala agregat, konsumsi energi menjalankan perannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. E...
Jurnal Pemanfaatan Energi Suara by Nafis, Jalil, Gustama
Jurnal Pemanfaatan Energi Suara by Nafis, Jalil, Gustama
Energi adalah suatu kebutuhan yang tidak dipungkiri lagi manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pada dasarnya energi merupakan sesuatu yang kekal sebagaimana yang dite...
PEMANFAATAN ENERGI SURYA
PEMANFAATAN ENERGI SURYA
Energi pada saat ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Selama ini penyangga utama kebutuhan energi masih mengandalkan minyak bumi .Sementara itu tidak ...
PEMANFAATAN ENERGI SURYA
PEMANFAATAN ENERGI SURYA
Energi pada saat ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Selama ini penyangga utama kebutuhan energi masih mengandalkan minyak bumi .Sementara itu tidak ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

