Javascript must be enabled to continue!
ENAMEL HIPOPLASIA PADA TENGKORAK MANUSIA PRASEJARAH DARI SITUS MELOLO, SUMBA, NUSA TENGGARA TIMUR (Hypoplasia Enamels in Human Skull Preparation from Melolo Site, Sumba, East Nusa Tenggara)
View through CrossRef
Cultural changes that occur during the Neolithic final transition to the beginning of the metal age are slowly providing consequences for the health problems of a population. Lifestyle changes that occurred during the transition resulted in the emergence of growth stress that must be faced by the population living in transition. Causes of developmental stress are unequal living conditions, nutritional stress, illness, dietary changes, and increased population density. Stress of growth period experienced by individuals can be recorded on bones and teeth as a pathology. Therefore, bones and teeth are part of the body that has plastic and dynamic characteristic. The pathology that can be recorded on the teeth as an indicator of stress is Enamel Hipoplasia (EH). The purpose of this study is to describe the emergence of EH on the remaining order of human prehistori from Melolo site. The emergence of EH is identified macroscopically and uses photography methods with Alternative Light Source UV light tehnologi for documentation. EH on the remaining human skeletal order of Melolo has a pattern of horizontal or horizontal grooves called Linier Enamel Hipoplasia (LEH). EH with the LEH pattern is owned by 3 individuals from Melolo as a response from the development of transitional life from the late Neolithic era to the beginning of the metal age with the pattern of agriculture.
Abstrak
Perubahan budaya yang terjadi pada masa transisi akhir neolitik menuju awal zaman logam secara perlahan memberikan konsekwensi terhadap munculnya masalah kesehatan suatu populasi. Perubahan gaya hidup yang terjadi pada masa transisi mengakibatkan munculnya stres masa pertumbuhan yang harus dihadapi oleh populasi yang hidup pada masa itu. Penyebab munculnya stres masa pertumbuhan adalah ketidakseimbangan kondisi lingkungan tempat tinggal, tekanan gizi, kemunculan penyakit, perubahan pola diet, dan peningkatan jumlah kepadatan populasi. Stres masa pertumbuhan yang dialami oleh individu dapat terekam pada tulang dan gigi sebagai suatu patologi karena tulang dan gigi merupakan bagian tubuh yang plastis dan dinamis. Patologi yang dapat terekam pada gigi sebagai indikator terjadinya stres adalah Enamel Hipoplasia (EH). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemunculan EH pada sisa rangka manusia prehistori dari situs Melolo. Kemunculan EH diidentifikasi secara makroskopis menggunakan metode fotografi dengan tehnik Alternative Light Source sinar UV untuk dokumentasi. EH pada sisa rangka manusia prehistori dari Melolo berjenis lekuk mendatar atau horizontal yang disebut Linier Enamel Hipoplasia (LEH). EH berjenis LEH yang ditemukan pada tiga individu dari Melolo timbul sebagai respon terhadap perkembangan kehidupan pada masa transisi dari zaman akhir neolitik menuju awal zaman logam yang bercorak agrikultur.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud
Title: ENAMEL HIPOPLASIA PADA TENGKORAK MANUSIA PRASEJARAH DARI SITUS MELOLO, SUMBA, NUSA TENGGARA TIMUR (Hypoplasia Enamels in Human Skull Preparation from Melolo Site, Sumba, East Nusa Tenggara)
Description:
Cultural changes that occur during the Neolithic final transition to the beginning of the metal age are slowly providing consequences for the health problems of a population.
Lifestyle changes that occurred during the transition resulted in the emergence of growth stress that must be faced by the population living in transition.
Causes of developmental stress are unequal living conditions, nutritional stress, illness, dietary changes, and increased population density.
Stress of growth period experienced by individuals can be recorded on bones and teeth as a pathology.
Therefore, bones and teeth are part of the body that has plastic and dynamic characteristic.
The pathology that can be recorded on the teeth as an indicator of stress is Enamel Hipoplasia (EH).
The purpose of this study is to describe the emergence of EH on the remaining order of human prehistori from Melolo site.
The emergence of EH is identified macroscopically and uses photography methods with Alternative Light Source UV light tehnologi for documentation.
EH on the remaining human skeletal order of Melolo has a pattern of horizontal or horizontal grooves called Linier Enamel Hipoplasia (LEH).
EH with the LEH pattern is owned by 3 individuals from Melolo as a response from the development of transitional life from the late Neolithic era to the beginning of the metal age with the pattern of agriculture.
Abstrak
Perubahan budaya yang terjadi pada masa transisi akhir neolitik menuju awal zaman logam secara perlahan memberikan konsekwensi terhadap munculnya masalah kesehatan suatu populasi.
Perubahan gaya hidup yang terjadi pada masa transisi mengakibatkan munculnya stres masa pertumbuhan yang harus dihadapi oleh populasi yang hidup pada masa itu.
Penyebab munculnya stres masa pertumbuhan adalah ketidakseimbangan kondisi lingkungan tempat tinggal, tekanan gizi, kemunculan penyakit, perubahan pola diet, dan peningkatan jumlah kepadatan populasi.
Stres masa pertumbuhan yang dialami oleh individu dapat terekam pada tulang dan gigi sebagai suatu patologi karena tulang dan gigi merupakan bagian tubuh yang plastis dan dinamis.
Patologi yang dapat terekam pada gigi sebagai indikator terjadinya stres adalah Enamel Hipoplasia (EH).
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemunculan EH pada sisa rangka manusia prehistori dari situs Melolo.
Kemunculan EH diidentifikasi secara makroskopis menggunakan metode fotografi dengan tehnik Alternative Light Source sinar UV untuk dokumentasi.
EH pada sisa rangka manusia prehistori dari Melolo berjenis lekuk mendatar atau horizontal yang disebut Linier Enamel Hipoplasia (LEH).
EH berjenis LEH yang ditemukan pada tiga individu dari Melolo timbul sebagai respon terhadap perkembangan kehidupan pada masa transisi dari zaman akhir neolitik menuju awal zaman logam yang bercorak agrikultur.
Related Results
BUKTI AWAL PERSEBARAN BUDAYA AUSTRONESIA DI SESE, SULAWESI BARAT: TINJAUAN BERDASARKAN DATA ARKEOLOGI
BUKTI AWAL PERSEBARAN BUDAYA AUSTRONESIA DI SESE, SULAWESI BARAT: TINJAUAN BERDASARKAN DATA ARKEOLOGI
Penelitian terhadap sebaran situs-situs dengan indikasi tinggalan arkeologis dari bangsa penutur bahasa Austronesia di Mamuju selama ini fokusnya di sepanjang daerah aliran sungai ...
Posteruptive Loss of Enamel Proteins Concurs with Gain in Enamel Hardness
Posteruptive Loss of Enamel Proteins Concurs with Gain in Enamel Hardness
ABSTRACT
Tooth enamel maturation requires the removal of proteins from the mineralizing enamel matrix to allow for crystallite growth until full hardness is reached...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Faktor Risiko Kematian Neonatal Di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Sumba Timur
Faktor Risiko Kematian Neonatal Di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Sumba Timur
Angka Kematian Bayi (AKB) sampai saat ini masih tinggi di Indonesia, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Provinsi NTT) merupakan salah satu penyumbang tingginya AKB tersebut, paling ...
OSTEOBIOGRAFI RANGKA MANUSIA SITUS LIANG BANGKAI 10, PEGUNUNGAN MERATUS, KALIMANTAN SELATAN
OSTEOBIOGRAFI RANGKA MANUSIA SITUS LIANG BANGKAI 10, PEGUNUNGAN MERATUS, KALIMANTAN SELATAN
Abstrak. Jejak paleoantropologis di Kalimantan sampai saat ini baru diketahui dari Gua Niah (Sarawak), Liang Jon dan Kebobo (Pegunungan Sangkulirang—Mangkalihat), Gua Babi dan Gua ...
Effect of skull porosity on ultrasound transmission and wave mode conversion at large incidence angles
Effect of skull porosity on ultrasound transmission and wave mode conversion at large incidence angles
AbstractBackgroundTranscranial ultrasound imaging and therapy depend on the efficient transmission of acoustic energy through the skull. Multiple previous studies have concluded th...
MAKNA SEJARAH DAN BUDAYA DALAM SITUS JATIGEDE SUMEDANG
MAKNA SEJARAH DAN BUDAYA DALAM SITUS JATIGEDE SUMEDANG
AbstrakRencana pemerintah untuk membangun bendungan atau Waduk Jatigedetentunya akan membawa manfaat bagi masyarakat Sumedang khususnya dan JawaBarat pada umumnya. Akan tetapi di b...
MANFAAT METODE PENGAYAKAN BASAH BAGI ANALISIS FAUNA DARI SITUS KUTA BAGINDA, KALIMANTAN TIMUR
MANFAAT METODE PENGAYAKAN BASAH BAGI ANALISIS FAUNA DARI SITUS KUTA BAGINDA, KALIMANTAN TIMUR
. Ekskavasi untuk memperoleh temuan pada situs arkeologi kadang kala mengabaikan aktivitas pengayakan (sieving). Padahal, penggunaan metode pengayakan dalam suatu ekskavasi ditujuk...

