Javascript must be enabled to continue!
OSTEOBIOGRAFI RANGKA MANUSIA SITUS LIANG BANGKAI 10, PEGUNUNGAN MERATUS, KALIMANTAN SELATAN
View through CrossRef
Abstrak. Jejak paleoantropologis di Kalimantan sampai saat ini baru diketahui dari Gua Niah (Sarawak), Liang Jon dan Kebobo (Pegunungan Sangkulirang—Mangkalihat), Gua Babi dan Gua Tengkorak (Tabalong), serta Gua Jauharlin (Kotabaru). Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan osteobiografi sisa rangka manusia dari situs Liang Bangkai 10 (Tanah Bumbu), Pegunungan Meratus yang ditemukan pada tahun 2014 dan belum pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Deskripsi osteobiografi bertujuan untuk mengetahui informasi biologis dan kultural rangka manusia dari situs tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan bioarkeologis, yaitu analisis biologis pada sisa manusia yang ditemukan dalam konteks arkeologis, mencakup aspek anatomi tersisa, jumlah minimum individu, usia, jenis kelamin, tinggi badan, afinitas populasi, diet, patologi, modifikasi kultural, praktek penguburan, dan tafonomi. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa di Liang Bangkai 10 terdapat paling tidak empat individu manusia, yang terdiri atas dua rangka hampir utuh dari individu dewasa yang dikuburkan dalam posisi terlentang, serta satu individu dewasa dan satu individu anak-anak yang tidak dapat diketahui konteks penguburannya. Rangka-rangka tersebut menunjukkan afinitas populasi Mongoloid, dan karakter campuran dengan Australo-Melanesoid. Pada rangka tersebut ditemukan jejak patologi berupa osteoatritis dan enamel hipoplasia, serta indikasi pola konsumsi diet rendah kalori. Selain itu, juga terdapat jejak tafonomi berupa luka (chopping mark) pada femur kanan dan beberapa tanda tafonomi biotik. Temuan ini memperkaya bukti paleoantropologis di Kalimantan, sehingga dapat melengkapi rekonstruksi sejarah penghunian pulau tersebut beserta etnogenesis manusianya.
Kata kunci: Osteobiografi, rangka manusia, pertengahan Holosen, Pegunungan Meratus, Kalimantan
Abstract. The Osteobiography of Human Skeleton from Liang Bangkai 10, Meratus Mountains, South Kalimantan. Paleoanthropological evidences in Kalimantan have only been known from Niah Cave (in Sarawak), Liang Jon and Kebobo (in Sangkulirang—Mangkalihat Mountains), Gua Babi and Gua Tengkorak (in Tabalong), and Gua Jauharlin (in Kotabaru). This paper aims to describe the osteobiographical aspects of human skeletons from the Liang Bangkai 10 site (in Tanah Bumbu), Meratus Mountains, found in 2014, which previous researchers have never done. The purpose of such an osteobiographical study of the Liang Bangkai 10 remains is to obtain biological and cultural information about humans who once inhabited the site. The study uses a bioarcheological approach by performing a biological analysis of human remains found in an archaeological context, including anatomical traits, the minimum number of individuals, age, sex, stature, population affinity, diet, pathology, cultural modification, burial practices, and taphonomy. The analysis resulted in at least four human individuals at the site, which comprised extended burials of two almost complete adults as well as one adult and one juvenile with unknown burial context. These human remains show a Mongoloid affinity and a combination of Australo-Melanesian characteristics. The skeletons present pathological traces such as osteoarthritis and hypoplastic enamel, and a low-calorie diet pattern. Furthermore, a chopping mark on the right femur and some biotaphonomical evidence were also identified. This finding enriches the paleoanthropological evidence of Kalimantan to complete the historical reconstruction of the human occupation and its ethnogenesis.
Keywords: Osteobiography identification, human remains, Middle Holocene, Meratus Mountains, Kalimantan
Title: OSTEOBIOGRAFI RANGKA MANUSIA SITUS LIANG BANGKAI 10, PEGUNUNGAN MERATUS, KALIMANTAN SELATAN
Description:
Abstrak.
Jejak paleoantropologis di Kalimantan sampai saat ini baru diketahui dari Gua Niah (Sarawak), Liang Jon dan Kebobo (Pegunungan Sangkulirang—Mangkalihat), Gua Babi dan Gua Tengkorak (Tabalong), serta Gua Jauharlin (Kotabaru).
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan osteobiografi sisa rangka manusia dari situs Liang Bangkai 10 (Tanah Bumbu), Pegunungan Meratus yang ditemukan pada tahun 2014 dan belum pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya.
Deskripsi osteobiografi bertujuan untuk mengetahui informasi biologis dan kultural rangka manusia dari situs tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan bioarkeologis, yaitu analisis biologis pada sisa manusia yang ditemukan dalam konteks arkeologis, mencakup aspek anatomi tersisa, jumlah minimum individu, usia, jenis kelamin, tinggi badan, afinitas populasi, diet, patologi, modifikasi kultural, praktek penguburan, dan tafonomi.
Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa di Liang Bangkai 10 terdapat paling tidak empat individu manusia, yang terdiri atas dua rangka hampir utuh dari individu dewasa yang dikuburkan dalam posisi terlentang, serta satu individu dewasa dan satu individu anak-anak yang tidak dapat diketahui konteks penguburannya.
Rangka-rangka tersebut menunjukkan afinitas populasi Mongoloid, dan karakter campuran dengan Australo-Melanesoid.
Pada rangka tersebut ditemukan jejak patologi berupa osteoatritis dan enamel hipoplasia, serta indikasi pola konsumsi diet rendah kalori.
Selain itu, juga terdapat jejak tafonomi berupa luka (chopping mark) pada femur kanan dan beberapa tanda tafonomi biotik.
Temuan ini memperkaya bukti paleoantropologis di Kalimantan, sehingga dapat melengkapi rekonstruksi sejarah penghunian pulau tersebut beserta etnogenesis manusianya.
Kata kunci: Osteobiografi, rangka manusia, pertengahan Holosen, Pegunungan Meratus, Kalimantan
Abstract.
The Osteobiography of Human Skeleton from Liang Bangkai 10, Meratus Mountains, South Kalimantan.
Paleoanthropological evidences in Kalimantan have only been known from Niah Cave (in Sarawak), Liang Jon and Kebobo (in Sangkulirang—Mangkalihat Mountains), Gua Babi and Gua Tengkorak (in Tabalong), and Gua Jauharlin (in Kotabaru).
This paper aims to describe the osteobiographical aspects of human skeletons from the Liang Bangkai 10 site (in Tanah Bumbu), Meratus Mountains, found in 2014, which previous researchers have never done.
The purpose of such an osteobiographical study of the Liang Bangkai 10 remains is to obtain biological and cultural information about humans who once inhabited the site.
The study uses a bioarcheological approach by performing a biological analysis of human remains found in an archaeological context, including anatomical traits, the minimum number of individuals, age, sex, stature, population affinity, diet, pathology, cultural modification, burial practices, and taphonomy.
The analysis resulted in at least four human individuals at the site, which comprised extended burials of two almost complete adults as well as one adult and one juvenile with unknown burial context.
These human remains show a Mongoloid affinity and a combination of Australo-Melanesian characteristics.
The skeletons present pathological traces such as osteoarthritis and hypoplastic enamel, and a low-calorie diet pattern.
Furthermore, a chopping mark on the right femur and some biotaphonomical evidence were also identified.
This finding enriches the paleoanthropological evidence of Kalimantan to complete the historical reconstruction of the human occupation and its ethnogenesis.
Keywords: Osteobiography identification, human remains, Middle Holocene, Meratus Mountains, Kalimantan.
Related Results
Misi Meratus dan Kontribusinya Bagi Perkembangan Masyarakat Dayak Pegunungan Meratus, Stasi Ka’ar Kalimantan Selatan
Misi Meratus dan Kontribusinya Bagi Perkembangan Masyarakat Dayak Pegunungan Meratus, Stasi Ka’ar Kalimantan Selatan
Sebagai bentuk tindak lanjut penetapan tahun 2008 sebagai tahun Paulus, Keuskupan Banjarmasin memprioritaskan perutusannya dengan mengembangkan sebuah misi pemberdayaan masyarakat ...
Penguatan Pendidikan Karakter Pada Komunitas Adat Dayak Meratus
Penguatan Pendidikan Karakter Pada Komunitas Adat Dayak Meratus
ABSTRACT
Character education is one of the activities that aims to educate future generations by perfecting students self by training their self-ability towards a better life...
Studies of Used to Forest Product by Dayak Meratus Tribe in the Forest Area of Meratus Mountain, Hulu Sungai Tengah Regency
Studies of Used to Forest Product by Dayak Meratus Tribe in the Forest Area of Meratus Mountain, Hulu Sungai Tengah Regency
Dayak Meratus tribe is the native tribe that lives in the forest area of Meratus Mountain. Biological basic data on plant biodiversity in the area, particularly plants utilized by ...
BUKTI AWAL PERSEBARAN BUDAYA AUSTRONESIA DI SESE, SULAWESI BARAT: TINJAUAN BERDASARKAN DATA ARKEOLOGI
BUKTI AWAL PERSEBARAN BUDAYA AUSTRONESIA DI SESE, SULAWESI BARAT: TINJAUAN BERDASARKAN DATA ARKEOLOGI
Penelitian terhadap sebaran situs-situs dengan indikasi tinggalan arkeologis dari bangsa penutur bahasa Austronesia di Mamuju selama ini fokusnya di sepanjang daerah aliran sungai ...
SEJARAH DAN TANTANGAN GEREJA KATOLIK DAYAK PERGUNUNGAN MERATUS
SEJARAH DAN TANTANGAN GEREJA KATOLIK DAYAK PERGUNUNGAN MERATUS
Sejak tahun 2008 Gereja Keuskupan Banjarmasin mencanangkan sebuah misi untuk masyarakat Dayak Pegunungan Meratus, yang disebut dengan misi Meratus. Lahirnya misi ini menandakan cik...
Nyanyian Sunyi: Pengarsipan Budaya Baandi-Andi dan Bahasa Dayak Meratus
Nyanyian Sunyi: Pengarsipan Budaya Baandi-Andi dan Bahasa Dayak Meratus
This community service program focuses specifically on Baandi-Andi culture and Dayak Meratus language which are threatened to be lost by modernization and social change through a s...
PELATIHAN PRAKTEK SITUS SEJARAH MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS PGRI MAHADEWA INDONESIA DI CANDI GUNUNG KAWI, GIANYAR BALI
PELATIHAN PRAKTEK SITUS SEJARAH MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS PGRI MAHADEWA INDONESIA DI CANDI GUNUNG KAWI, GIANYAR BALI
Praktek situs adalah salah satu program kegiatan proses pembelajaran yang memanfaatkan peninggalan berupa objek sejarah sebagai dasar penerapan langsung kegiatannya. Metode pelaksa...
MAKNA SEJARAH DAN BUDAYA DALAM SITUS JATIGEDE SUMEDANG
MAKNA SEJARAH DAN BUDAYA DALAM SITUS JATIGEDE SUMEDANG
AbstrakRencana pemerintah untuk membangun bendungan atau Waduk Jatigedetentunya akan membawa manfaat bagi masyarakat Sumedang khususnya dan JawaBarat pada umumnya. Akan tetapi di b...

