Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

OPTIMALISASI PROMOSI DESA BUDAYA SUNGAI BAWANG DENGAN PEMBUATAN VIDEO BERBASIS CERITA RAKYAT MENGGUNAKAN FILMORA

View through CrossRef
Abstract: Sungai Bawang Cultural Village organizes weekly Dayak Kenyah Tribe traditional dance performances. Many people, especially in East Kalimantan, only know the Pampang Cultural Village. Therefore, social media videos based on folklore must be optimized for promotional purposes. By altering and uploading videos to social media, the community, particularly members of the Pokdarwis of Sungai Bawang Cultural Village, have the capacity to promote their cultural performances independently. Thus, many people are able to learn about the Sungai Bawang Tourism Village performances. Experiments, lectures, discussions, and demonstrations are the methods applied. The method is carried out in three stages: (1) Downloading the Filmora application, (2) Providing an introduction to the section allocated for the Filmora application, and (3) Creating videos using Filmora. Sungai Bawang Cultural Village community members and Pokdarwis grew an interest in the project and successfully completed the video editing procedure through the use of the Filmora Application. This process also increases public consciousness regarding the significance of social media in promoting the performance video of Sungai Bawang Cultural Village to a broad audience. Keywords: Sungai Bawang Cultural Village, Optimization, Promotional Video, Filmora Application   Abstrak: Desa Budaya Sungai Bawang setiap minggunya menampilkan pertunjukan tari tradisi Suku Dayak Kenyah. Banyak masyarakat khususnya di Kalimantan Timur hanya mengenal Desa Budaya Pampang. Perlu adanya optimalisasi promosi melalui video berbasis cerita rakyat yang diunggah di media sosial. Masyarakat khususnya anggota Pokdarwis Desa Budaya Sungai Bawang mampu mandiri dalam mempromosikan pertunjukannya dengan cara mengedit video dan mengunggahnya di media sosial. Hal ini bertujuan agar banyak orang mengerti pertunjukan yang ada di Desa Wisata Sungai Bawang. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen. Metode yang digunakan diimplementasikan melalui 4 cara, yaitu: (1) Pengunduhan Aplikasi Filmora; (2) Pengenalan Bagian Pada Aplikasi Filmora; dan (3) Pembuatan video menggunakan Filmora. Masyarakat maupun anggota Pokdarwis Desa Budaya Sungai Bawang mulai tertarik dan mampu melakukan proses pengeditan video menggunakan Aplikasi Filmora. Proses ini memberi dampak yang lain yaitu kesadaran masyarakat akan pentingnya media sosial dalam promosi video pertunjukan Desa Budaya Sungai Bawang agar dikenal oleh banyak orang. Kata kunci: Desa Budaya Sungai Bawang, Optimalisasi, Video Promosi, Aplikasi Filmora  
Title: OPTIMALISASI PROMOSI DESA BUDAYA SUNGAI BAWANG DENGAN PEMBUATAN VIDEO BERBASIS CERITA RAKYAT MENGGUNAKAN FILMORA
Description:
Abstract: Sungai Bawang Cultural Village organizes weekly Dayak Kenyah Tribe traditional dance performances.
Many people, especially in East Kalimantan, only know the Pampang Cultural Village.
Therefore, social media videos based on folklore must be optimized for promotional purposes.
By altering and uploading videos to social media, the community, particularly members of the Pokdarwis of Sungai Bawang Cultural Village, have the capacity to promote their cultural performances independently.
Thus, many people are able to learn about the Sungai Bawang Tourism Village performances.
Experiments, lectures, discussions, and demonstrations are the methods applied.
The method is carried out in three stages: (1) Downloading the Filmora application, (2) Providing an introduction to the section allocated for the Filmora application, and (3) Creating videos using Filmora.
Sungai Bawang Cultural Village community members and Pokdarwis grew an interest in the project and successfully completed the video editing procedure through the use of the Filmora Application.
This process also increases public consciousness regarding the significance of social media in promoting the performance video of Sungai Bawang Cultural Village to a broad audience.
Keywords: Sungai Bawang Cultural Village, Optimization, Promotional Video, Filmora Application   Abstrak: Desa Budaya Sungai Bawang setiap minggunya menampilkan pertunjukan tari tradisi Suku Dayak Kenyah.
Banyak masyarakat khususnya di Kalimantan Timur hanya mengenal Desa Budaya Pampang.
Perlu adanya optimalisasi promosi melalui video berbasis cerita rakyat yang diunggah di media sosial.
Masyarakat khususnya anggota Pokdarwis Desa Budaya Sungai Bawang mampu mandiri dalam mempromosikan pertunjukannya dengan cara mengedit video dan mengunggahnya di media sosial.
Hal ini bertujuan agar banyak orang mengerti pertunjukan yang ada di Desa Wisata Sungai Bawang.
Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen.
Metode yang digunakan diimplementasikan melalui 4 cara, yaitu: (1) Pengunduhan Aplikasi Filmora; (2) Pengenalan Bagian Pada Aplikasi Filmora; dan (3) Pembuatan video menggunakan Filmora.
Masyarakat maupun anggota Pokdarwis Desa Budaya Sungai Bawang mulai tertarik dan mampu melakukan proses pengeditan video menggunakan Aplikasi Filmora.
Proses ini memberi dampak yang lain yaitu kesadaran masyarakat akan pentingnya media sosial dalam promosi video pertunjukan Desa Budaya Sungai Bawang agar dikenal oleh banyak orang.
Kata kunci: Desa Budaya Sungai Bawang, Optimalisasi, Video Promosi, Aplikasi Filmora  .

Related Results

ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
Penelitian ini membahas tentang analisis gaya bahasa dalam cerita rakyat Aceh Besar. Rumusan masalah penelitian ini adalah apa saja jenis-jenis gaya bahasa yang terdapat dalam ceri...
pariwisata
pariwisata
Secara khusus, keunikan kota banjarmasin yakni kota yang puitis dengan sebutan kota seribu sungai. Posisi kota banjarmasin di kelilingi sungai-sungai besar yang sangat vital fungsi...
Pemanfaatan Cerita Rakyat Sumbawa Sebagai Bahan Literasi Siswa Sekolah Dasar
Pemanfaatan Cerita Rakyat Sumbawa Sebagai Bahan Literasi Siswa Sekolah Dasar
Cerita rakyat Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat merupakan cerita rakyat yang tumbuh dan berkembang secara lisan dan menyebar secara turun temurun dari generasi ke generasi beri...
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Selama ini pemerintah tampaknya hanya berusaha untuk memajukan kebudayaan nasional. Padahal pemerintah diharapkan juga menggali dan memperkenalkan kekayaan khasanah kebudayaan loka...
Fungsi Pelaku dan Lingkungan Tindakan dalam Cerita Rakyat Sarolangun
Fungsi Pelaku dan Lingkungan Tindakan dalam Cerita Rakyat Sarolangun
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menguraikan kondisi dan keadaan dari identifikasi aspek-aspek fungsi pelaku, dan lingkungan tindakan yang terdapat pada...
PERBANDINGAN CERITA RAKYAT BAWANG MERAH BAWANG PUTIH dan BAMEI LIANGMEI
PERBANDINGAN CERITA RAKYAT BAWANG MERAH BAWANG PUTIH dan BAMEI LIANGMEI
Cerita rakyat merupakan cerita dari masa lampau, yang diturunkan secara lisan, dan menjadi ciri khas setiap bangsa dengan budaya yang dimiliki masing-masing bangsa. Seiring berkemb...
KEARIFAN EKOLOGIS DALAM CERITA RAKYAT DAYAK BAKUMPAI: KAJIAN EKOKRITIK
KEARIFAN EKOLOGIS DALAM CERITA RAKYAT DAYAK BAKUMPAI: KAJIAN EKOKRITIK
This study aims to describe ecological wisdom in Bakumpai Dayak folklore using the theory of literary eco-criticism. This research method is descriptive qualitative. The source of ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

Back to Top