Javascript must be enabled to continue!
Analisis Biaya Percepatan Antara Kerja Lembur (Overtime) dengan Penambahan Tenaga Kerja (Outsoursing)
View through CrossRef
Tujuan penelitian ini adalah menghitung perubahan biaya dan waktu pelaksanaan dengan variasi penambahan jam kerja (lembur) atau (Overtime) dan Penambahan tenaga kerja (Outsoursing) serta membandingkan biaya sesudah penambahan jam kerja (lembur) (Overtime)) dan panambahan tenaga kerja (Outaoursing). Data – data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari kontraktor pelaksana. Analisis data ini mengunakan Program Microsoft Project 2019 dan Microsoft Excel 2019 dengan metode Criticat Path Method (CPM) hasil dari program Microsof Project 2019 adalah lintasan kritis dan kenaikan biaya akibat dari penambahan jam kerja (lembur) atau (Overtime) dan penmabahan tenaga kerja (outsoursing) sedangakan hasil time cost trade off adalah durasi percepatan durasi dan kenaikan biaya akibat biaya percapatan durasi dalam setiap item pekerjaan yang dipercepat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) Waktu dan Biaya Total Proyek pada kondisi Normal sebesar 359 hari dengan biaya Rp.4.483.398.111,39 dengan penamabahan 1 jam kerja lembur dupatkan durasi crashing 50 hari dengan biaya sebesar Rp.4.845.462.146,89 pada penambahan 2 jam kerja lembur didapatkan durasi crashing 105 hari dan biaya sebesar Rp.4.833.375.007,43 dan pada penambahan 3 jam kerja lembur didapatkan crashing sebesar 123 hari dengan biaya sebesar Rp.4.879.405.942,01.(2) pada penamabahan 1 tenaga kerja durasi crashing 50 hari dengan biaya sebesar Rp.8.827.937.302,15 pada penambahan 2 tenaga kerja di dapatkan crashing 105 hari dengan biaya sebesar Rp. 7.775.804.492,28 dan pada penambahan 3 tenaga kerja didapatkan durasi crashing dengan biaya sebesar Rp.7.869.075.740,50 (3) Biaya mempercepat durasi proyek pada penambahan jam kerja lembur penambahan tenaga kerja, penambahan jam kerja lembur lebih murah di bandingankan biaya yang harus dikeluarkan apabiala mengalami keterlambatan dan kenakan denda.
Title: Analisis Biaya Percepatan Antara Kerja Lembur (Overtime) dengan Penambahan Tenaga Kerja (Outsoursing)
Description:
Tujuan penelitian ini adalah menghitung perubahan biaya dan waktu pelaksanaan dengan variasi penambahan jam kerja (lembur) atau (Overtime) dan Penambahan tenaga kerja (Outsoursing) serta membandingkan biaya sesudah penambahan jam kerja (lembur) (Overtime)) dan panambahan tenaga kerja (Outaoursing).
Data – data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari kontraktor pelaksana.
Analisis data ini mengunakan Program Microsoft Project 2019 dan Microsoft Excel 2019 dengan metode Criticat Path Method (CPM) hasil dari program Microsof Project 2019 adalah lintasan kritis dan kenaikan biaya akibat dari penambahan jam kerja (lembur) atau (Overtime) dan penmabahan tenaga kerja (outsoursing) sedangakan hasil time cost trade off adalah durasi percepatan durasi dan kenaikan biaya akibat biaya percapatan durasi dalam setiap item pekerjaan yang dipercepat.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) Waktu dan Biaya Total Proyek pada kondisi Normal sebesar 359 hari dengan biaya Rp.
4.
483.
398.
111,39 dengan penamabahan 1 jam kerja lembur dupatkan durasi crashing 50 hari dengan biaya sebesar Rp.
4.
845.
462.
146,89 pada penambahan 2 jam kerja lembur didapatkan durasi crashing 105 hari dan biaya sebesar Rp.
4.
833.
375.
007,43 dan pada penambahan 3 jam kerja lembur didapatkan crashing sebesar 123 hari dengan biaya sebesar Rp.
4.
879.
405.
942,01.
(2) pada penamabahan 1 tenaga kerja durasi crashing 50 hari dengan biaya sebesar Rp.
8.
827.
937.
302,15 pada penambahan 2 tenaga kerja di dapatkan crashing 105 hari dengan biaya sebesar Rp.
7.
775.
804.
492,28 dan pada penambahan 3 tenaga kerja didapatkan durasi crashing dengan biaya sebesar Rp.
7.
869.
075.
740,50 (3) Biaya mempercepat durasi proyek pada penambahan jam kerja lembur penambahan tenaga kerja, penambahan jam kerja lembur lebih murah di bandingankan biaya yang harus dikeluarkan apabiala mengalami keterlambatan dan kenakan denda.
Related Results
Analisis Pengaruh Kerja Lembur terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi pada Pekerjaan Struktur Bawah
Analisis Pengaruh Kerja Lembur terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi pada Pekerjaan Struktur Bawah
ABSTRAKProduktivitas tenaga kerja merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah proyek. Salah satu cara untuk mempercepat durasi proyek dengan menerapkan jam kerja lembur...
Analisa Percepatan Proyek Menggunakan Metode Crashing Dengan Alternatif Penambahan Tenaga Kerja
Analisa Percepatan Proyek Menggunakan Metode Crashing Dengan Alternatif Penambahan Tenaga Kerja
Dalam proses pembangunan sebuah proyek konstruksi kerap terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti keterlambatan pekerjaan pada proyek. Keterlambatan pekerjaan proyek dapat dise...
Analisis Biaya pada Implementasi Resource Leveling Tenaga Kerja
Analisis Biaya pada Implementasi Resource Leveling Tenaga Kerja
Proyek konstruksi merupakan pekerjaan yang bersifat kompleks dalam jangka waktu tertentu dengan melibatkan banyak sumber daya material, peralatan, metode, dana, dan tenaga kerja. T...
Analisis Optimasi Percepatan Waktu Proyek Konstruksi untuk Mengatasi Keterlambatan Jadwal
Analisis Optimasi Percepatan Waktu Proyek Konstruksi untuk Mengatasi Keterlambatan Jadwal
Keterlambatan dalam proyek konstruksi sering kali menjadi tantangan utama yang dapat mempengaruhi biaya, kualitas, dan keberlanjutan proyek. Keterlambatan yang terjadi harus segera...
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK PENYELESAIAN GEDUNG PERKANTORAN PT MERAK JAYA BETON
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK PENYELESAIAN GEDUNG PERKANTORAN PT MERAK JAYA BETON
Pengendalian pekerjaan yang harus dilakukan yaitu penambahan peralatan serta perubahan metode pelaksanaan dapat memperpendek waktu pelaksanaan proyek, akan tetapi disisi lain biaya...
Proses Komunikasi dalam Atraksi Kaulinan Barudak Lembur di Desa Wisata Saung Ciburial
Proses Komunikasi dalam Atraksi Kaulinan Barudak Lembur di Desa Wisata Saung Ciburial
Abstract. Kaulinan Barudak Lembur is an important part of the traditions and culture of the Sundanese people in West Java, Indonesia. However, modernization and globalization have ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Overtime and Need for Recovery in Relation to Job Demands and Job Control
Overtime and Need for Recovery in Relation to Job Demands and Job Control
Overtime and Need for Recovery in Relation to Job Demands and Job Control: Monique van der Hulst, et al. Department of Work and Organizational Psychology, Radboud University Nijmeg...

