Javascript must be enabled to continue!
Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Berbasis Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa
View through CrossRef
Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan bahan ajar interaktif berbasis pendekatan kontekstual yang berkualitas dengan kategori valid, praktis, dan efektif, untuk menaikkan kemampuan memecahkan permasalahan matematika peserta didik pada materi program linear. Instrumen penelitian yang digunakan merupakan lembar validasi bahan ajar interaktif, lembar validasi RPP, lembar validasi angket respon, lembar validasi tes kemampuan, angket respon guru dan siswa, serta tes kemampuan siswa. Setelah bahan ajar interaktif, RPP, angket respon dan tes kemampuan dinyatakan valid oleh para ahli, tahap selanjutnya dilakukan uji coba lapangan. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perangkat pembelajaran berbasis pendekatan kontekstual yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria dari aspek kevalidan menurut penilaian para ahli dengan rata-rata validitas bahan ajar interaktif yaitu 3,44 untuk validasi materi dan 3,49 untuk validasi media dengan kategori sangat layak serta rata-rata validitas RPP adalah 3,54 dengan kategori sangat layak, (2) Bahan ajar interaktif berbasis pendekatan kontekstual yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria dari kepraktisan dengan: a) hasil angket respon peserta didik mengenai bahan ajar interaktif menunjukkan persentase kepraktisan 80,46% dengan kategori sangat praktis; b) hasil angket respon pendidik mengenai bahan ajar interaktif menunjukkan persentase kepraktisan 90,47% dengan kategori sangat praktis; (3) Bahan ajar interaktif berbasis pendekatan kontekstual yang dikembangkan memenuhi kriteria efektif melalui: a) aktivitas waktu pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar interaktif yang dikembangkan sama dengan waktu pembelajaran biasa, dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan di dalam RPP, (b) respon peserta didik terhadap produk pembelajaran positif, dan (c) ketuntasan belajar siswa secara klasikal 88,89%. Melalui uji Gain, tampak bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dengan menggunakan bahan ajar interaktif berbasis pendekatan kontekstual mengalami kenaikan sebesar 0,74 dengan kategori tinggi.
Politeknik Pratama Purwokerto
Title: Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Berbasis Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa
Description:
Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan bahan ajar interaktif berbasis pendekatan kontekstual yang berkualitas dengan kategori valid, praktis, dan efektif, untuk menaikkan kemampuan memecahkan permasalahan matematika peserta didik pada materi program linear.
Instrumen penelitian yang digunakan merupakan lembar validasi bahan ajar interaktif, lembar validasi RPP, lembar validasi angket respon, lembar validasi tes kemampuan, angket respon guru dan siswa, serta tes kemampuan siswa.
Setelah bahan ajar interaktif, RPP, angket respon dan tes kemampuan dinyatakan valid oleh para ahli, tahap selanjutnya dilakukan uji coba lapangan.
Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perangkat pembelajaran berbasis pendekatan kontekstual yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria dari aspek kevalidan menurut penilaian para ahli dengan rata-rata validitas bahan ajar interaktif yaitu 3,44 untuk validasi materi dan 3,49 untuk validasi media dengan kategori sangat layak serta rata-rata validitas RPP adalah 3,54 dengan kategori sangat layak, (2) Bahan ajar interaktif berbasis pendekatan kontekstual yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria dari kepraktisan dengan: a) hasil angket respon peserta didik mengenai bahan ajar interaktif menunjukkan persentase kepraktisan 80,46% dengan kategori sangat praktis; b) hasil angket respon pendidik mengenai bahan ajar interaktif menunjukkan persentase kepraktisan 90,47% dengan kategori sangat praktis; (3) Bahan ajar interaktif berbasis pendekatan kontekstual yang dikembangkan memenuhi kriteria efektif melalui: a) aktivitas waktu pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar interaktif yang dikembangkan sama dengan waktu pembelajaran biasa, dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan di dalam RPP, (b) respon peserta didik terhadap produk pembelajaran positif, dan (c) ketuntasan belajar siswa secara klasikal 88,89%.
Melalui uji Gain, tampak bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dengan menggunakan bahan ajar interaktif berbasis pendekatan kontekstual mengalami kenaikan sebesar 0,74 dengan kategori tinggi.
.
Related Results
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKPD DIGITAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN ASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI STATISTIKA
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKPD DIGITAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN ASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI STATISTIKA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) digital terhadap kemampuan pemecahan...
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Media Interaktif Nearpod terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Sekolah Dasar
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Media Interaktif Nearpod terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Sekolah Dasar
Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa merupakan kemampuan yang dibutuhkan siswa agar dapat terbiasa memecahkan permasalahan matematis dalam kehidupan nyata. Dengan adanya kem...
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMP dengan Menggunakan Soal TIMSS Materi Aljabar
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMP dengan Menggunakan Soal TIMSS Materi Aljabar
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan pemahaman matematis siswa SMP dalam menyelesaikan soal TIMSS materi aljabar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif ...
Analisis Kebutuhan Modul Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP N 4 Batang
Analisis Kebutuhan Modul Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP N 4 Batang
Pemecahan masalah merupakan suatu usaha untuk menyelesaikan masalah matematika menggunakan pemahaman yang telah dimilikinya. Siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah rendah...
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI RESILIENSI MATEMATIS SISWA SMP
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI RESILIENSI MATEMATIS SISWA SMP
Kemampuan Pemecahan Masalah matematis merupakan kemampuan yang penting dimiliki oleh siswa, karena kemapuan pemecahan masalah menjadi dasar bahkan marupakan tujuan umum dalam pembe...
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP dalam Menyelesaikan Materi Bangun Ruang Sisi Datar
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP dalam Menyelesaikan Materi Bangun Ruang Sisi Datar
Kemampuan pemecahan masalah adalah inti pembelajaran yang mewujudkan kemampuan dasar dalam proses pembelajaran. Namun demikian, beberapa peneliti menyimpulkan bahwa kemampuan pemec...
Peran Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Peran Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Pengembangan bahan ajar merupakan bagian penting dalam proses belajar mengajar, dengan adanya pengembangan bahan ajar guru dapat mengembangankan bahan ajar yang telah disediakan pe...
PENILAIAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP
PENILAIAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP
Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan fundamental dalam pembelajaran matematika dan merupakan salah satu tujuan utama dari pembelajaran matematika. Artikel ini membahas m...

