Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EVALUASI PENANGANAN PASCA PANEN YANG BAIK PADA JAGUNG (Zea mays L)

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi teknologi penanganan pasca panen jagung di tingkat petani dan membandingkan dengan perlakuan introduksi serta  mengevaluasi standar mutu jagung yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan  yaitu  membandingkan penanganan pasca panen jagung perlakuan petani dan perlakuan introduksi mulai dari pemanenan, pengeringan  tongkol, pemipilan, pengeringan pipilan, pengemasan dan penyimpanan serta mutu yang dihasilkan. Data sekunder diperoleh dari Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Takalar, sedangkan data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung dilapangan. Penelitian  dilakukan di Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattallassang.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi penanganan pasca panen perlakuan petani menghasilkan kadar air jagung 16,3% bb, butir rusak 0,8 %,butir pecah 3,2%, kadar kotoran 0,3%. sedangkan teknologi penanganan pasca panen perlakuan introduksi mampu menghasilkan kadar air jagung 12,4% bb, butir rusak 0,2 %,butir pecah 1 %, kadar kotoran 0,2%. Mutu jagung perlakuan introduksi berada pada mutu I sedangkan perlakuan petani mutu I berada pada parameter butir rusak,butir warna lain, dan kadar kotoran. Mutu III pada parameter butir pecah. Mutu IV pada parameter kadar air,. Konsep dan praktik penanganan pasca panen yang baik efektif jika didukung dengan sarana dan prasarana yang tersedia serta manajemen waktu proses panen.
Universitas Wiralodra
Title: EVALUASI PENANGANAN PASCA PANEN YANG BAIK PADA JAGUNG (Zea mays L)
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi teknologi penanganan pasca panen jagung di tingkat petani dan membandingkan dengan perlakuan introduksi serta  mengevaluasi standar mutu jagung yang dihasilkan.
Metode penelitian yang digunakan  yaitu  membandingkan penanganan pasca panen jagung perlakuan petani dan perlakuan introduksi mulai dari pemanenan, pengeringan  tongkol, pemipilan, pengeringan pipilan, pengemasan dan penyimpanan serta mutu yang dihasilkan.
Data sekunder diperoleh dari Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Takalar, sedangkan data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung dilapangan.
Penelitian  dilakukan di Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattallassang.
  Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi penanganan pasca panen perlakuan petani menghasilkan kadar air jagung 16,3% bb, butir rusak 0,8 %,butir pecah 3,2%, kadar kotoran 0,3%.
sedangkan teknologi penanganan pasca panen perlakuan introduksi mampu menghasilkan kadar air jagung 12,4% bb, butir rusak 0,2 %,butir pecah 1 %, kadar kotoran 0,2%.
Mutu jagung perlakuan introduksi berada pada mutu I sedangkan perlakuan petani mutu I berada pada parameter butir rusak,butir warna lain, dan kadar kotoran.
Mutu III pada parameter butir pecah.
Mutu IV pada parameter kadar air,.
Konsep dan praktik penanganan pasca panen yang baik efektif jika didukung dengan sarana dan prasarana yang tersedia serta manajemen waktu proses panen.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
<p>Feasibility Study of Hybrid Maize Farming in Muna District Southeast Sulawesi Province. Maize harvest area in 2015 in Muna District was 13,159 ha with the production by 32...
Potensi Antioksidan dan Tabir Surya Ekstrak dan Sediaan Krim Rambut Jagung (Zea mays L.)
Potensi Antioksidan dan Tabir Surya Ekstrak dan Sediaan Krim Rambut Jagung (Zea mays L.)
Sunlight emits electromagnetic radiation consisting of infrared, visible light, and UV radiation. High sun exposure can have an impact on skin damage. Corn silk is a waste from the...
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
Salah satu komoditas yang diusahakan oleh petani sejak lima tahun terakhir di Desa Dalung Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung dalam upaya mewujudkan ketahan pangan  seperti tertu...
Model Dinamis Produksi Jagung di Indonesia
Model Dinamis Produksi Jagung di Indonesia
Peningkatan jumlah permintaan Jagung didominasi oleh permintaan dari sektor industri pakan ternak. Hal ini disebabkan semakin berkembangnya sektor industri ini.Luas panen Jagung pa...

Back to Top