Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Pemberian Tuina Massage Terhadap Pertumbuhan Balita Stunting

View through CrossRef
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak usianya. Pemberian Tuina Massage dapat menjadi terapi alternatif untuk mengatasi kesulitan makan pada balita, meningkatkan daya tahan tubuh, dan merangsang saraf vagus, sehingga memberikan efek terhadap peningkatan pertumbuhan balita stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Tuina Massage terhadap pertumbuhan Balita Stunting. Jenis penelitian quasy eksperimental dengan rancangan one group design dengan pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Blang Cut. Sampel penelitian sebanyak 25 balita Stunting dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisa data yang digunakan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Paired T-test. Hasil Penelitian terdapat perbedaan nilai rata-rata berat badan sebesar 0,18 (180 gram) dan Tinggi badan sebesar 1,15cm sebelum dan sesudah diberikan Tuina Massage. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value 0,012 (p<0,05) yang artinya ada pengaruh pemberian Tuina Massage terhadap peningkatan berat badan balita stunting dan ada pengaruh pemberian Tuina Massage terhadap peningkatan tinggi badan dengan nilai p-value 0,003 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa pemberian Tuina Massage dapat dijadikan sebagai terapi alternatif untuk pencegahan dan penanganan stunting pada balita.
Title: Pengaruh Pemberian Tuina Massage Terhadap Pertumbuhan Balita Stunting
Description:
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak usianya.
Pemberian Tuina Massage dapat menjadi terapi alternatif untuk mengatasi kesulitan makan pada balita, meningkatkan daya tahan tubuh, dan merangsang saraf vagus, sehingga memberikan efek terhadap peningkatan pertumbuhan balita stunting.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Tuina Massage terhadap pertumbuhan Balita Stunting.
Jenis penelitian quasy eksperimental dengan rancangan one group design dengan pretest-posttest.
Populasi penelitian ini adalah seluruh balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Blang Cut.
Sampel penelitian sebanyak 25 balita Stunting dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling.
Analisa data yang digunakan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Paired T-test.
Hasil Penelitian terdapat perbedaan nilai rata-rata berat badan sebesar 0,18 (180 gram) dan Tinggi badan sebesar 1,15cm sebelum dan sesudah diberikan Tuina Massage.
Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value 0,012 (p<0,05) yang artinya ada pengaruh pemberian Tuina Massage terhadap peningkatan berat badan balita stunting dan ada pengaruh pemberian Tuina Massage terhadap peningkatan tinggi badan dengan nilai p-value 0,003 (p<0,05).
Dapat disimpulkan bahwa pemberian Tuina Massage dapat dijadikan sebagai terapi alternatif untuk pencegahan dan penanganan stunting pada balita.

Related Results

Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
Hubungan Pendapatan dan Asi Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita
Hubungan Pendapatan dan Asi Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita
ABSTRACT Stunting is the nutritional status of toddlers based on the height index for age. The maximum stunting standard according to World Health Organization (WHO) is 20% or one-...
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...

Back to Top