Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH POLA MASSA BANGUNAN TERHADAP SIRKULASI KAWASAN WISATA KOTA TUA JAKARTA
View through CrossRef
Kawasan wisata kota tua Jakarta memiliki bangunan-bangunan tua yang lahir dari pemerintahan belanda pada abad ke-14 sampai 18. Bangunan yang ada pada Kawasan wisata kota tua memiliki sebuah pola tertentu yang terbentuk dari susunan blok-blok bangunan atau biasa disebut dengan pola massa bangunan. Pola massa yang ada di Kawasan kota tua dapat mempengaruhi sirkulasi yang terbentuk. Sirkulasi yang akan menjadi fokus pada penelitian ini adalah sirkulasi pejalan kaki. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi kualitatif atau deskriptif kualitatif. Menggunakan studi kasus kota tua dengan menggunakan teori oleh D.K. Ching dengan judul bukuu “Bentuk, Ruang dan Tatanan”. blok-blok bangunan yang terdapat di Kawasan kota tua membentuk sebuah pola cluster. Dari pola massa cluster ini membentuk sebuah sirkulasi utama antara tiap kelompok bangunan. Sirkulasi yang terbentuk juga beraturan sesuai pola massa cluster. Sirkulasi pejalan kaki di bagi atas pola sirkulasi pejalan kaki dari kendaraan umum dan pola sirkulasi pejalan kaki dari kendaraan pribadi. Dari hasil mapping pada pola jalur sirkulasi bagi pejalan kaki dengan menggunakan kendaraan umum, terdapat beberapa pola jalur sirkulasi yang berawal secara linear dan digabungkan dengan pola sirkulasi jaringan sehingga terbentuknya alternatif jalur sirkulasi datangnya pengunjung. Dari hasil mapping pada pola jalur sirkulasi bagi pejalan kaki dengan menggunakan kendaraan pribadi memiliki pola yang linear tidak adanya pola yang jaringan sehingga dapat memudahkan masyarakat untuk berkunjung pada kawasan wisata kota tua Jakarta. Berdasarkan uraian yang ada bahwa pola massa bangunan yang telah terbentuk dapat mempengaruhi pola sirkulasi pejalan kaki, namun tidak menutup kemungkinan akan adanya perkembangan untuk memudahkan aksesbilitas bagi para pengunjung tanpa harus merusak pola massa bangunan yang telah terbentuk
Title: PENGARUH POLA MASSA BANGUNAN TERHADAP SIRKULASI KAWASAN WISATA KOTA TUA JAKARTA
Description:
Kawasan wisata kota tua Jakarta memiliki bangunan-bangunan tua yang lahir dari pemerintahan belanda pada abad ke-14 sampai 18.
Bangunan yang ada pada Kawasan wisata kota tua memiliki sebuah pola tertentu yang terbentuk dari susunan blok-blok bangunan atau biasa disebut dengan pola massa bangunan.
Pola massa yang ada di Kawasan kota tua dapat mempengaruhi sirkulasi yang terbentuk.
Sirkulasi yang akan menjadi fokus pada penelitian ini adalah sirkulasi pejalan kaki.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi kualitatif atau deskriptif kualitatif.
Menggunakan studi kasus kota tua dengan menggunakan teori oleh D.
K.
Ching dengan judul bukuu “Bentuk, Ruang dan Tatanan”.
blok-blok bangunan yang terdapat di Kawasan kota tua membentuk sebuah pola cluster.
Dari pola massa cluster ini membentuk sebuah sirkulasi utama antara tiap kelompok bangunan.
Sirkulasi yang terbentuk juga beraturan sesuai pola massa cluster.
Sirkulasi pejalan kaki di bagi atas pola sirkulasi pejalan kaki dari kendaraan umum dan pola sirkulasi pejalan kaki dari kendaraan pribadi.
Dari hasil mapping pada pola jalur sirkulasi bagi pejalan kaki dengan menggunakan kendaraan umum, terdapat beberapa pola jalur sirkulasi yang berawal secara linear dan digabungkan dengan pola sirkulasi jaringan sehingga terbentuknya alternatif jalur sirkulasi datangnya pengunjung.
Dari hasil mapping pada pola jalur sirkulasi bagi pejalan kaki dengan menggunakan kendaraan pribadi memiliki pola yang linear tidak adanya pola yang jaringan sehingga dapat memudahkan masyarakat untuk berkunjung pada kawasan wisata kota tua Jakarta.
Berdasarkan uraian yang ada bahwa pola massa bangunan yang telah terbentuk dapat mempengaruhi pola sirkulasi pejalan kaki, namun tidak menutup kemungkinan akan adanya perkembangan untuk memudahkan aksesbilitas bagi para pengunjung tanpa harus merusak pola massa bangunan yang telah terbentuk.
Related Results
Perubahan Fungsi Bangunan Di Koridor Jalan Sirajudin-Banjarsari Akibat Keberadaan Kawasan Pendidikan Di Kelurahan Tembalang Semarang Jawa Tengah
Perubahan Fungsi Bangunan Di Koridor Jalan Sirajudin-Banjarsari Akibat Keberadaan Kawasan Pendidikan Di Kelurahan Tembalang Semarang Jawa Tengah
<span style="color: #444444; font-family: HelveticaNeue, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 11.9px; line-height: 21px;">Kawasan Tembalang diperuntukka...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Fungsi dan Tujuan dari pendirian Lembaga Pemasyarakatan menjadikan pembangunannya tak dapat dilakukan secara asal, diperlukan standar dan standarisasi agar bangunan Lembaga Pemasya...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
BANGUNAN KOLONIAL BELANDA YANG MASIH BERDIRI DI JAKARTA SEBAGAI OBJEK WISATA BUDAYA
BANGUNAN KOLONIAL BELANDA YANG MASIH BERDIRI DI JAKARTA SEBAGAI OBJEK WISATA BUDAYA
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi bangunan bangunan Kolonial Belanda di Jakarta yang dijadikan objek wisata serta fungsinya saat dulu maupun sekarang. Penel...
Minat Generasi Z Pada Eksplorasi Wisata Adventure “Body Rafting” Sebagai Tujuan Wisata Petualangan di Objek Wisata Citumang Kabupaten Pangandaran
Minat Generasi Z Pada Eksplorasi Wisata Adventure “Body Rafting” Sebagai Tujuan Wisata Petualangan di Objek Wisata Citumang Kabupaten Pangandaran
Eksplorasi, disebut juga penjelajahan atau pencarian, yaitu tindakan mencari atau melakukan penjelajahan dengan tujuan menemukan sesuatu.. Dalam hal ini, eksplorasi adalah usaha un...
Analisis Potensi Kawasan Wisata Kuliner Dalam Mendukung Pariwisata Di Kota Tegal Jawa Tengah
Analisis Potensi Kawasan Wisata Kuliner Dalam Mendukung Pariwisata Di Kota Tegal Jawa Tengah
Abstract - Culinary diversity in the city of Central Java is storing great potential to be developed as a support service in developing the potential of culinary tourism. Culinary ...

