Javascript must be enabled to continue!
Perbaikan Kualitas Tegangan Distribusi 20 kV di Gardu Hubung Lemito Melalui Studi Aliran Daya
View through CrossRef
Penurunan tegangan maksimum pada Sistem Distribusi Tenaga Listrik telah ditetapkan yakni tidak lebih dari 10% terhadap tegangan nominal. Penelitian ini dilakukan dalam rangka memperbaiki kualitas tegangan Sistem Distribusi yang dipasok dari Gardu Induk (GI) Marisa. Salah satu Gardu Hubung (GH) di sistem distribusi Marisa ini yakni GH Lemito memilki turun tegangan sampai 19.21%. Penurunan tegangan ini diakibatkan oleh GH Lemito yang suplai dari ujung penyulang LM.03 dalam pengoperasiannya melayani beban yang cukup besar, di samping itu juga penghantar utama yang menghubungkan GI Marisa ke GH Marisa masih memakai penghantar berdimensi yang lebih kecil dibandingkan dengan penghantar di percabangan dan tentunya ini menyalahi prinsip-prinsip konfigurasi pada sistem distribusi tenaga listrik tipe radial. Simulasi aliran daya dengan ETAP 12.6 digunakan dalam menyelesaikan masalah pada penelitian ini. Simulasi dilakukan dalam 4 skenario yakni 3 skenario berupa pelimpahan beban dan 1 skenario up rating penghantar. Berdasarkan hasil simulasi didapatkan bahwa skenario 3 dari alternatif solusi pelimpahan beban adalah skenario yang paling mendekati standar SPLN 1:1995 yaitu 17.8 kV dengan persentase turun tegangan sebesar -10.8%. Oleh karena persentase turun tegangan masih di atas 10% maka skenario 3 pelimpahan beban masih perlu ditambahkan kapasitor bank sebesar 2.75 MVAr. Penambahan kapasitor bank pada skenario 3 pelimpahan beban dari hasil simulasi aliran daya dapat meningkatkan tegangan di GH Lemito menjadi 20.10 kV atau naik sebesar 0.52%.The maximum voltage drop in the Electric Power Distribution System has been set, which is no more than 10% of the nominal voltage. This research was conducted to improve the quality of the distribution system voltage supplied from the Marisa Substation. One of the substations (GH) in the Marisa distribution system, GH Lemito, has a voltage drop of up to 19.21%. This voltage drop is caused by GH Lemito which supplies from the end of the LM.03 feeder in its operation serving a relatively large load, in addition, the principal conductor connecting GI Marisa to GH Marisa still uses a conductor with smaller dimensions compared to the conductor at the branch and of course, This violates the principles of configuration in a radial type electric power distribution system. Power flow simulation with ETAP 12.6 is used to solve the problem in this research. The simulation is carried out in 4 scenarios, namely 3 scenarios in the form of load transfer and 1 scenario of up rating conductor. Based on the simulation results, it is found that scenario 3 of the alternative load transfer solution is the scenario closest to the 1:1995 SPLN standard, which is 17.8 kV with a voltage drop percentage of -10.8%. Because the percentage drop in voltage is still above 10%, in scenario 3, it is necessary to add a capacitor bank of 2.75 MVAr. Adding a capacitor bank in scenario 3 of the load transfer from the power flow simulation results can increase the voltage at GH Lemito to 20.10 kV or an increase of 0.52%.
Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo
Title: Perbaikan Kualitas Tegangan Distribusi 20 kV di Gardu Hubung Lemito Melalui Studi Aliran Daya
Description:
Penurunan tegangan maksimum pada Sistem Distribusi Tenaga Listrik telah ditetapkan yakni tidak lebih dari 10% terhadap tegangan nominal.
Penelitian ini dilakukan dalam rangka memperbaiki kualitas tegangan Sistem Distribusi yang dipasok dari Gardu Induk (GI) Marisa.
Salah satu Gardu Hubung (GH) di sistem distribusi Marisa ini yakni GH Lemito memilki turun tegangan sampai 19.
21%.
Penurunan tegangan ini diakibatkan oleh GH Lemito yang suplai dari ujung penyulang LM.
03 dalam pengoperasiannya melayani beban yang cukup besar, di samping itu juga penghantar utama yang menghubungkan GI Marisa ke GH Marisa masih memakai penghantar berdimensi yang lebih kecil dibandingkan dengan penghantar di percabangan dan tentunya ini menyalahi prinsip-prinsip konfigurasi pada sistem distribusi tenaga listrik tipe radial.
Simulasi aliran daya dengan ETAP 12.
6 digunakan dalam menyelesaikan masalah pada penelitian ini.
Simulasi dilakukan dalam 4 skenario yakni 3 skenario berupa pelimpahan beban dan 1 skenario up rating penghantar.
Berdasarkan hasil simulasi didapatkan bahwa skenario 3 dari alternatif solusi pelimpahan beban adalah skenario yang paling mendekati standar SPLN 1:1995 yaitu 17.
8 kV dengan persentase turun tegangan sebesar -10.
8%.
Oleh karena persentase turun tegangan masih di atas 10% maka skenario 3 pelimpahan beban masih perlu ditambahkan kapasitor bank sebesar 2.
75 MVAr.
Penambahan kapasitor bank pada skenario 3 pelimpahan beban dari hasil simulasi aliran daya dapat meningkatkan tegangan di GH Lemito menjadi 20.
10 kV atau naik sebesar 0.
52%.
The maximum voltage drop in the Electric Power Distribution System has been set, which is no more than 10% of the nominal voltage.
This research was conducted to improve the quality of the distribution system voltage supplied from the Marisa Substation.
One of the substations (GH) in the Marisa distribution system, GH Lemito, has a voltage drop of up to 19.
21%.
This voltage drop is caused by GH Lemito which supplies from the end of the LM.
03 feeder in its operation serving a relatively large load, in addition, the principal conductor connecting GI Marisa to GH Marisa still uses a conductor with smaller dimensions compared to the conductor at the branch and of course, This violates the principles of configuration in a radial type electric power distribution system.
Power flow simulation with ETAP 12.
6 is used to solve the problem in this research.
The simulation is carried out in 4 scenarios, namely 3 scenarios in the form of load transfer and 1 scenario of up rating conductor.
Based on the simulation results, it is found that scenario 3 of the alternative load transfer solution is the scenario closest to the 1:1995 SPLN standard, which is 17.
8 kV with a voltage drop percentage of -10.
8%.
Because the percentage drop in voltage is still above 10%, in scenario 3, it is necessary to add a capacitor bank of 2.
75 MVAr.
Adding a capacitor bank in scenario 3 of the load transfer from the power flow simulation results can increase the voltage at GH Lemito to 20.
10 kV or an increase of 0.
52%.
.
Related Results
Analisa Pengaruh Tegangan Harmonik Terhadap Regulasi Tegangan Eksitasi Generator Satu Fasa
Analisa Pengaruh Tegangan Harmonik Terhadap Regulasi Tegangan Eksitasi Generator Satu Fasa
Esensinya setiap generator listrik satu fasa maupun tiga fasa telah dilengkapi dengan sistem eksitasi. Sistem eksitasi generator ada tiga, yaitu sistem eksitasi statis, dinamis, da...
Analisis Rugi Tegangan Jaringan Distribusi 20 KV Pada PT. PLN (Persero) Cabang Merauke
Analisis Rugi Tegangan Jaringan Distribusi 20 KV Pada PT. PLN (Persero) Cabang Merauke
Sistem Distribusi merupakan salah satu bagian penting dalam penyaluran energi listrik. Dalam penyalurannya, energi listrik yang disalurkan tidak seluruhnya diterima oleh konsumen. ...
EVALUASI SISTEM PEMBUMIAN PENYULANG GONTANG GARDU INDUK TANJUNG BUNGA MAKASSAR
EVALUASI SISTEM PEMBUMIAN PENYULANG GONTANG GARDU INDUK TANJUNG BUNGA MAKASSAR
Sistem pembumian atau Grounding pada jaringan distribusi digunakan sebagai pengaman langsung terhadap peralatan dan manusia bila terjadinya gangguan tanah atau kebocoran arus akiba...
Analisis Penanganan Gangguan Kedip Tegangan Pada Penyulang Sampoerna 1 Tegangan 20 kV
Analisis Penanganan Gangguan Kedip Tegangan Pada Penyulang Sampoerna 1 Tegangan 20 kV
Berdasarkan kejadian pada tanggal 17 Desember 2017, terjadi gangguan kedip tegangan yang berhasil direkam dengan PQA (Power Quality Analyzer) milik PT. HM Sampoerna dengan nilai pe...
Simulasi Aliran Fluida Crude Palm Oil (CPO) dan Air Pada Pipa Horizontal Menggunakan Metode Volume Hingga
Simulasi Aliran Fluida Crude Palm Oil (CPO) dan Air Pada Pipa Horizontal Menggunakan Metode Volume Hingga
Telah dilakukan simulasi aliran dua fasa cair- cair crude palm oil (CPO) dan air yang mengalir satu arah dalam pipa horizontal untuk mendapatkan pola aliran campuran dan karakteris...
Kaji efisiensi temperatur penukar panas dengan variasi aliran untuk aplikasi pengering
Kaji efisiensi temperatur penukar panas dengan variasi aliran untuk aplikasi pengering
Abstrak Heat exchanger atau alat penukar panas adalah alat-alat yang digunakan untuk mengubah temperatur fluida atau mengubah fasa fluida dengan cara mempertukarkan panasnya dengan...
Analisis Gangguan Hubung Singkat Penyulang RASA PT PLN (Persero) UP3 Majalaya Menggunakan Software ETAP
Analisis Gangguan Hubung Singkat Penyulang RASA PT PLN (Persero) UP3 Majalaya Menggunakan Software ETAP
Jaringan distribusi tenaga listrik merupakan ujung tombak dari pemanfaatan energi listrik bagi kehidupan sehari-hari. Selama mendistribusikan energi listrik tentunya tidak terlepas...
SISTEM PROTEKSI TEGANGAN UNTUK SMART MICRO INVERTER PADA PLTS ON GRID SKALA KECIL
SISTEM PROTEKSI TEGANGAN UNTUK SMART MICRO INVERTER PADA PLTS ON GRID SKALA KECIL
Inverter pada pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) on grid kapasitas kecil adalah smart micro inverter (SMI). SMI mensinkronkan daya yang dihasilkan oleh PLTS ke grid apabila sya...

