Javascript must be enabled to continue!
HUMANISASI PENDIDIKAN SEBAGAI AKTUALISASI KONSEP KI HAJAR DEWANTARA TERHADAP PAUD
View through CrossRef
Humanization of education is to humanize humanity by means of education, in this concept education seeks to develop all abilities and potentials that each student has by accepting the differences that each student has. Early Childhood Education commonly called PAUD is education that facilitates children aged 0 - 6 years. At this time children are very easy to remember things. According to Ki Hajar Dewantara, early childhood is a very active child and has a lot of potential that must be developed. By implementing early humanization education based on Ki Hajar Dewantara's theory, it is expected to improve the quality of education in Indonesia. Using the soul, based on creativity, taste and intention. In addition, humanization of education can improve morale, religion and manners not only learning. This discussion was raised so that the humanization of education in Indonesia that was sparked by the Father of Indonesian Education could run as it should and produce superior individuals with their own potential. The research method used is a qualitative method. The approach taken is descriptive analysis and literary studies from various sources ABSTRAKHumanisasi pendidikan adalah memanusiakan manusia dengan cara pendidikan, pada konsep ini pendidikan berusaha untuk mengembangkan segala kemampuan dan potensi yang dimiliki setiap peserta didik dengan menerima perbedaan yang dimiliki setiap peserta didik. Pendidikan Anak Usia Dini biasa disebut PAUD adalah pendidikan yang memfasilitasi anak berusia 0 - 6 tahun. Pada masa ini anak sangat mudah dalam mengingat sesuatu. Menurut Ki Hajar Dewantara anak usia dini adalah anak yang sangat aktif dan memiliki banyak potensi yang harus dikembangkan. Dengan menerapkan pendidikan humanisasi sejak dini berdasarkan teori Ki Hajar Dewantara diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Memakai jiwa, berdasarkan cipta, rasa dan karsa. Selain itu, humanisasi pendidikan dapat meningkatkan moral, agama dan sopan santun tidak hanya pembelajaran saja. Pembahasan ini diangkat agar humanisasi pendidikan di Indonesia yang dicetuskan  oleh Bapak Pendidikan Indonesia dapat berjalan sebagai mana mestinya dan menghasilkan individu – individu yang unggul dengan potensi yang dimiliki masing- masing. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Adapun pendekatan yang dilakukan adalah deskriptif analisis dan studi literarur dari berbagai sumber
Universitas Slamet Riyadi
Title: HUMANISASI PENDIDIKAN SEBAGAI AKTUALISASI KONSEP KI HAJAR DEWANTARA TERHADAP PAUD
Description:
Humanization of education is to humanize humanity by means of education, in this concept education seeks to develop all abilities and potentials that each student has by accepting the differences that each student has.
Early Childhood Education commonly called PAUD is education that facilitates children aged 0 - 6 years.
At this time children are very easy to remember things.
According to Ki Hajar Dewantara, early childhood is a very active child and has a lot of potential that must be developed.
By implementing early humanization education based on Ki Hajar Dewantara's theory, it is expected to improve the quality of education in Indonesia.
Using the soul, based on creativity, taste and intention.
In addition, humanization of education can improve morale, religion and manners not only learning.
This discussion was raised so that the humanization of education in Indonesia that was sparked by the Father of Indonesian Education could run as it should and produce superior individuals with their own potential.
The research method used is a qualitative method.
The approach taken is descriptive analysis and literary studies from various sources ABSTRAKHumanisasi pendidikan adalah memanusiakan manusia dengan cara pendidikan, pada konsep ini pendidikan berusaha untuk mengembangkan segala kemampuan dan potensi yang dimiliki setiap peserta didik dengan menerima perbedaan yang dimiliki setiap peserta didik.
 Pendidikan Anak Usia Dini biasa disebut PAUD adalah pendidikan yang memfasilitasi anak berusia 0 - 6 tahun.
Pada masa ini anak sangat mudah dalam mengingat sesuatu.
Menurut Ki Hajar Dewantara anak usia dini adalah anak yang sangat aktif dan memiliki banyak potensi yang harus dikembangkan.
Dengan menerapkan pendidikan humanisasi sejak dini berdasarkan teori Ki Hajar Dewantara diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Memakai jiwa, berdasarkan cipta, rasa dan karsa.
Selain itu, humanisasi pendidikan dapat meningkatkan moral, agama dan sopan santun tidak hanya pembelajaran saja.
Pembahasan ini diangkat agar humanisasi pendidikan di Indonesia yang dicetuskan  oleh Bapak Pendidikan Indonesia dapat berjalan sebagai mana mestinya dan menghasilkan individu – individu yang unggul dengan potensi yang dimiliki masing- masing.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif.
Adapun pendekatan yang dilakukan adalah deskriptif analisis dan studi literarur dari berbagai sumber.
Related Results
PERBANDINGAN MUTU PAUD YANG DIKELOLA DENGAN DIDANAI DANA GAMPONG DAN YANG TIDAK DIDANAI OLEH DANA GAMPONG DI KOTA BANDA ACEH
PERBANDINGAN MUTU PAUD YANG DIKELOLA DENGAN DIDANAI DANA GAMPONG DAN YANG TIDAK DIDANAI OLEH DANA GAMPONG DI KOTA BANDA ACEH
The purpose of this study is to provide an overview of the quality of PAUD which is managed by village funds and those that are not funded by village funds in Banda Aceh. This rese...
Peran Kepemimpinan Transformatif Ki Hajar Dewantara Dalam Pengembangan Madrasah Unggul: Sebuah Kajian Literatur
Peran Kepemimpinan Transformatif Ki Hajar Dewantara Dalam Pengembangan Madrasah Unggul: Sebuah Kajian Literatur
Abstract
Transformative leadership is considered an approach that is able to change organizational culture and create a dynamic learning environment. This research aims to anal...
Profil Guru Pancasila Ditinjau dari Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara
Profil Guru Pancasila Ditinjau dari Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara
Kurikulum Merdeka Belajar mengusung kemerdekaan anak atau peserta didik dalam proses pendidikan. Tujuan dari kurikulum Merdeka Belajar diterjemahkan ke dalam Profil Pelajar Pancasi...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENINGKATAN KUALITAS PAUD FLAMBOYAN RW 01 MERJOSARI KOTA MALANG MELALUI PENGADAAN ALAT PENUNJANG BELAJAR
PENINGKATAN KUALITAS PAUD FLAMBOYAN RW 01 MERJOSARI KOTA MALANG MELALUI PENGADAAN ALAT PENUNJANG BELAJAR
Paud Flamboyan RW 01 Merjosari Kota Malang merupakan PAUD yang berada dibawah binaan RW 01 Merjosari Kota Malang. Permasalahan yang dihadapi adalah tidak adanya sarana atau alat pe...
PEMBERDAYAAN TUTOR BKB DAN GURU PAUD MELALUI KETERAMPILAN STORYTELLING
PEMBERDAYAAN TUTOR BKB DAN GURU PAUD MELALUI KETERAMPILAN STORYTELLING
<p class="AbstractTitle"><strong>Abstrak</strong></p><p><em>Storytelling adalah sebuah teknik atau kemampuan untuk menceritakan sebuah kisah, pe...
Mengimplementasikan Nilai Kepahlawanan Ki Hajar Dewantara dalam Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia
Mengimplementasikan Nilai Kepahlawanan Ki Hajar Dewantara dalam Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia
Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu tokoh pendidikan Indonesia yang mempunyai kontribusi besar terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia. Filosofi pendidikannya menekankan ...
Relevansi Dasar Pendidikan Ki Hajar Dewantara (Kodrat Alam dan Kodrat Zaman) Terhadap Konsepsi Kurikulum Merdeka
Relevansi Dasar Pendidikan Ki Hajar Dewantara (Kodrat Alam dan Kodrat Zaman) Terhadap Konsepsi Kurikulum Merdeka
Penelitian ini mengeksplorasi relevansi Dasar Pendidikan Ki Hajar Dewantara, khususnya konsep Kodrat Alam dan Kodrat Zaman, terhadap Konsepsi Kurikulum Merdeka. Melalui studi kepus...

