Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Fenomena Kuburan Campur sebagai Media Dialog Antar-Agama

View through CrossRef
Several meeting spaces in society have become different in engagement places or media for dialog antar agama in Indonesia unconsciously, such as Graves oft seen as scary spaces can be spaces for dialog antar agama. This paper aims to reveal interfaith dialogue facts from the mixed-grave phenomenon that academics rarely see. This paper uses a qualitative study with the mechanism of observation, interviews, and literature analysis. There are several results. 1) Interfaith dialogue media can be distinguished into three forms of mixed grave phenomena, namely mixed ethnic graves, mixed religions, and mixed ethnicities and religions. 2)These three types of mixed graves conduct dialog antar agama to maintain tolerance through activities carried out by several community groups, both from families and the Indonesian Graveyard community, that hunting activities. 3)Kinship and friendship are important reasons for preserving the values of tolerance in a multicultural and multi-religious society through this phenomenon. Thus, dialog antar agama can be carried out in various public spaces, not just academic areas which are boring and difficult to reach by grassroots communities. Several regions that do not experience religious segregation have practiced these methods for a long time.AbstrakTanpa disadari, beberapa ruang perjumpaan dalam masyarakat menjadi tempat perkawinan perbedaan atau media dialog antar-agama di Indonesia salah satu contohnya adalah kuburan yang dilihat sebagai tempat menakutkan dapat dijadikan sebagai ruang terciptanya dialog antar-agama. Tujuan tulisan ini adalah menganalisis dialog antar agama dari fenomena kuburan campur (mix-grave) yang jarang dilihat para akademisi. Tulisan ini menggunakan studi kualitatif dengan mekanisme observasi, wawancara, dan analisis literatur. Hasilnya, 1) Media dialog antar agama dapat dibedakan dalam 3 bentuk fenomena kuburan campur yakni kuburan campur etnik, campur agama, dan campur etnik dan agama. 2) Ketiga macam kuburan campur ini dapat disadari sebagai ruang baru bagi masyarakat melakukan dialog antar-agama agar tetap memelihara toleransi melalui aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh beberapa kelompok masyarakat baik dari keluarga dan juga aktivitas berburu (hunting) kuburan yang dilakukan oleh komunitas Graveyard Indonesia. 3) Hubungan kekerabatan (kinship) dan persahabatan (friendship) menjadi alasan penting pelestarian nilai-nilai toleransi dalam masyarakat yang multikultural dan multiagama melalui fenomena ini. Dengan demikian, dialog antar agama dapat dilakukan di berbagai ruang masyarakat bukan hanya pada ruang akademis yang membosankan dan sulit dijangkau oleh masyarakat akar rumput. Cara-cara ini telah dilakukan dari lama oleh beberapa daerah yang tidak mengalami segregasi agama.
Title: Fenomena Kuburan Campur sebagai Media Dialog Antar-Agama
Description:
Several meeting spaces in society have become different in engagement places or media for dialog antar agama in Indonesia unconsciously, such as Graves oft seen as scary spaces can be spaces for dialog antar agama.
This paper aims to reveal interfaith dialogue facts from the mixed-grave phenomenon that academics rarely see.
This paper uses a qualitative study with the mechanism of observation, interviews, and literature analysis.
There are several results.
1) Interfaith dialogue media can be distinguished into three forms of mixed grave phenomena, namely mixed ethnic graves, mixed religions, and mixed ethnicities and religions.
2)These three types of mixed graves conduct dialog antar agama to maintain tolerance through activities carried out by several community groups, both from families and the Indonesian Graveyard community, that hunting activities.
3)Kinship and friendship are important reasons for preserving the values of tolerance in a multicultural and multi-religious society through this phenomenon.
Thus, dialog antar agama can be carried out in various public spaces, not just academic areas which are boring and difficult to reach by grassroots communities.
Several regions that do not experience religious segregation have practiced these methods for a long time.
AbstrakTanpa disadari, beberapa ruang perjumpaan dalam masyarakat menjadi tempat perkawinan perbedaan atau media dialog antar-agama di Indonesia salah satu contohnya adalah kuburan yang dilihat sebagai tempat menakutkan dapat dijadikan sebagai ruang terciptanya dialog antar-agama.
Tujuan tulisan ini adalah menganalisis dialog antar agama dari fenomena kuburan campur (mix-grave) yang jarang dilihat para akademisi.
Tulisan ini menggunakan studi kualitatif dengan mekanisme observasi, wawancara, dan analisis literatur.
Hasilnya, 1) Media dialog antar agama dapat dibedakan dalam 3 bentuk fenomena kuburan campur yakni kuburan campur etnik, campur agama, dan campur etnik dan agama.
2) Ketiga macam kuburan campur ini dapat disadari sebagai ruang baru bagi masyarakat melakukan dialog antar-agama agar tetap memelihara toleransi melalui aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh beberapa kelompok masyarakat baik dari keluarga dan juga aktivitas berburu (hunting) kuburan yang dilakukan oleh komunitas Graveyard Indonesia.
3) Hubungan kekerabatan (kinship) dan persahabatan (friendship) menjadi alasan penting pelestarian nilai-nilai toleransi dalam masyarakat yang multikultural dan multiagama melalui fenomena ini.
Dengan demikian, dialog antar agama dapat dilakukan di berbagai ruang masyarakat bukan hanya pada ruang akademis yang membosankan dan sulit dijangkau oleh masyarakat akar rumput.
Cara-cara ini telah dilakukan dari lama oleh beberapa daerah yang tidak mengalami segregasi agama.

Related Results

CAMPUR KODE DALAM NOVEL SAGAGANG JACARANDA KARYA RISNAWATI
CAMPUR KODE DALAM NOVEL SAGAGANG JACARANDA KARYA RISNAWATI
Objek penelitian ini adalah novel Sagagang Jacaranda karya Risnawati. Merupakan novel terbitan PT Dunia Pustaka Jaya tahun 2022 setebal 104 halaman. Permasalahan yang dijeaskan dal...
CAMPUR KODE DALAM KOMUNIKASI PADA CHANNEL YOUTUBE DAFFA GITA PERIODE 2022 (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)
CAMPUR KODE DALAM KOMUNIKASI PADA CHANNEL YOUTUBE DAFFA GITA PERIODE 2022 (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji penggunaan campur kode dalam komunikasi pada kanal YouTube Daffa Gita Periode 2022. Fokus penelitian campur kode ini pada percakapan yang te...
BATAL
BATAL
Hubungan antar pemeluk agama di Indonesia tidak selalu harmonis. Perbedaan ataupun ciri khas yang terdapat pada agama-agama dipertentangkan bahkan dibentur-benturkan oleh beberapa ...
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PROSES PENGAJARAN BAHASA INDONESIA
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PROSES PENGAJARAN BAHASA INDONESIA
Alih kode dan campur kode merupakan salah satu fenomena di lingkungan sekolah berbasis kurikulum internasional saat ini.Alih kode dan campur kode tidak hanya terjadi di luar kelas ...
Kajian Sosiolinguistik Campur Kode dan Alih Kode Bahasa pada Lagu Project Pop Dangdut Is The Music of My Country
Kajian Sosiolinguistik Campur Kode dan Alih Kode Bahasa pada Lagu Project Pop Dangdut Is The Music of My Country
ABSTRACT The phenomenon of code switching and code mixing currently occurs in many societies. Especially with the easy process of information obtained makes someone experience code...
IDENTIFIKASI MAKAM KUNO PADA BENTENG WABULA DI DESA WABULA, KECAMATAN WABULA, KABUPATEN BUTON
IDENTIFIKASI MAKAM KUNO PADA BENTENG WABULA DI DESA WABULA, KECAMATAN WABULA, KABUPATEN BUTON
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman makam kuno di situs pemakaman kuno pada Benteng Wabula, Desa Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton. Penelitian ini...
ANALISIS PENGGUNAAN CAMPUR KODE DALAM NASIHAT PERNIKAHAN PENGHULU ANAS FAUZI
ANALISIS PENGGUNAAN CAMPUR KODE DALAM NASIHAT PERNIKAHAN PENGHULU ANAS FAUZI
Penelitian ini merupakan kajian tentang penggunaan campur kode dalam nasihat pernikahan Anas fauzi  yang diunduh dalam youtube. Adapun latar belakang penelitian ini adalah dalam na...

Back to Top