Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Optimalisasi Pemanfaatan Air Embung Untuk Pola Tanam Di Desa Bakalan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro

View through CrossRef
AAir merupakan elemen penting dalam pertanian, khususnya dalam mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produksi pangan. Ketersediaan air yang memadai sangat diperlukan dalam irigasi, terutama untuk tanaman padi. Penelitian ini dilakukan di Desa Bakalan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, untuk mengoptimalkan pemanfaatan air dari Embung Ngaglik guna memenuhi kebutuhan air irigasi. Penelitian ini menggunakan metode uji lapangan untuk mengukur ketersediaan air dan mengembangkan alternatif pola tanam yang efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air untuk tanaman padi seluas 5 hektar hingga panen adalah 23.213,95 m³, sedangkan untuk tanaman palawija adalah 4.665,6 m³. Sementara itu, ketersediaan air embung dipengaruhi oleh curah hujan tahunan, dengan kapasitas sebesar 3.444 m³. Luas lahan yang dapat dialiri air embung adalah 5 hektar, dengan pola tanam baru (padi-palawija-palawija, jenis cabai rawit merah) dinilai lebih efektif dari segi kebutuhan air dan kualitas hasil panen. Kesimpulan penelitian ini merekomendasikan penggunaan air embung hanya pada musim kemarau untuk irigasi lahan 5 hektar, serta penerapan pola tanam padi-palawija-palawija guna menghemat air dan meningkatkan produktivitas
Title: Optimalisasi Pemanfaatan Air Embung Untuk Pola Tanam Di Desa Bakalan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro
Description:
AAir merupakan elemen penting dalam pertanian, khususnya dalam mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produksi pangan.
Ketersediaan air yang memadai sangat diperlukan dalam irigasi, terutama untuk tanaman padi.
Penelitian ini dilakukan di Desa Bakalan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, untuk mengoptimalkan pemanfaatan air dari Embung Ngaglik guna memenuhi kebutuhan air irigasi.
Penelitian ini menggunakan metode uji lapangan untuk mengukur ketersediaan air dan mengembangkan alternatif pola tanam yang efisien.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air untuk tanaman padi seluas 5 hektar hingga panen adalah 23.
213,95 m³, sedangkan untuk tanaman palawija adalah 4.
665,6 m³.
Sementara itu, ketersediaan air embung dipengaruhi oleh curah hujan tahunan, dengan kapasitas sebesar 3.
444 m³.
Luas lahan yang dapat dialiri air embung adalah 5 hektar, dengan pola tanam baru (padi-palawija-palawija, jenis cabai rawit merah) dinilai lebih efektif dari segi kebutuhan air dan kualitas hasil panen.
Kesimpulan penelitian ini merekomendasikan penggunaan air embung hanya pada musim kemarau untuk irigasi lahan 5 hektar, serta penerapan pola tanam padi-palawija-palawija guna menghemat air dan meningkatkan produktivitas.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisa Pemanfaatan Embung Woro Untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Irigasi Desa Woro Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro
Analisa Pemanfaatan Embung Woro Untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Irigasi Desa Woro Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro
Musim kemarau sering menyebabkan kekeringan di ratusan hektar sawah, serta berkurangnya debit air dari sumber irigasi, memperparah situasi tersebut. Hal ini menjadi tantangan bagi ...
PERENCANAAN EMBUNG HIANG, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT
PERENCANAAN EMBUNG HIANG, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT
Embung Hiang adalah embung desa yang terletak di Desa Haur Kuning Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Embung Hiang merupakan bagian dari program pemerintah daerah ...
Pemanfaatan Ekstrak Tanaman untuk Atraktan Predator dan Parasitoid Wereng Kapas
Pemanfaatan Ekstrak Tanaman untuk Atraktan Predator dan Parasitoid Wereng Kapas
<p>Salah satu kendala dalam peningkatan produksi kapas dalam negeri adalah serangan serangga hama. Hama utama tanaman kapas adalah wereng kapas, <em>Amrasca biguttulla&...
PENELUSURAN BANJIR PADA EMBUNG LAMBADEUK KABUPATEN ACEH BESAR
PENELUSURAN BANJIR PADA EMBUNG LAMBADEUK KABUPATEN ACEH BESAR
Abstract: Lambadeuk Dam whose construction was completed in 2013. The main source of water from Lambadeuk Dam comes from a river channel located in the Lambadeuk mountain area whic...
Hasil dan kualitas benih kedelai pada pola tanam bersisipan dan beruntun
Hasil dan kualitas benih kedelai pada pola tanam bersisipan dan beruntun
Sequential and continuous cropping patterns are strategy to increase efficiency in soybean seed production. The research aimed to determine the impact of cropping patterns on yield...
Memaksimalkan Potensi Air Melalui Optimalisasi Pola Tanam Dan Perawatan Infrastruktur Untuk Pertanian Yang Berkelanjutan
Memaksimalkan Potensi Air Melalui Optimalisasi Pola Tanam Dan Perawatan Infrastruktur Untuk Pertanian Yang Berkelanjutan
Ketersediaan air adalah salah satu elemen kunci dalam pertumbuhan tanaman dan memiliki peran penting dalam meningkatkan produksi pangan dalam pertanian, terutama dalam konteks irig...

Back to Top