Javascript must be enabled to continue!
Nur al-Nafis fi Takhrij ahadis kitab Durr al-Nafis li al-Syaikh Muhammad Nafis al-Banjari
View through CrossRef
Syekh Muhammad Nafis bin Idris bin Husain al-Banjari, seperti mayoritas ulama MelayuIndonesia yang bermazhab Syafi’i dan Asy’ari. Lahir pada tahun 1148 H atau bertepatan 1735 M.Ia memiliki beberapa karangan diantaranya ialah kitab “al-Durru al-Nafis fi Bayan Wahidah al-Af’al wa al-Asma wa al-Shifat wa al-Dzatu al-Taqdis”, yang membahas tentang ilmu tashawuf.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hadis-hadis yang terdapat dalam kitab al-Durru al-Nafis. kemudian mendatangkan hukum hadis tersebut dan takhrij-nya supaya orang umum danpenuntut ilmu mengetahui apakah hadis-hadis tersebut dapat dijadikan hujjah atau tidak. Adapunmanhaj (metode) yang digunakan ialah metode Imam al-Iraqi dalam kitabnya al-Mughni al-Asfar‘an Haml al-Asfar dalam menentukan hokum hadis-hadis yang terdapat dalam kitab Ihya Ulum al-Din. Dalam penelitian ini terdapat 31 hadis tanpa pengulangan yang diteliti dalam kitab tersebut.Kebanyakan hadisnya tidak sahih, yaitu 42% sahih, 19% dhaif dan 39% hadis peneliti tidakmemberikan komentar (hukum). Peneliti berprasangka bahwa Muallif mengambil hadis dikitabnya dengan orientasi ini karena ia bukan ulama hadis, melainkan ulama tasawuf.
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia
Title: Nur al-Nafis fi Takhrij ahadis kitab Durr al-Nafis li al-Syaikh Muhammad Nafis al-Banjari
Description:
Syekh Muhammad Nafis bin Idris bin Husain al-Banjari, seperti mayoritas ulama MelayuIndonesia yang bermazhab Syafi’i dan Asy’ari.
Lahir pada tahun 1148 H atau bertepatan 1735 M.
Ia memiliki beberapa karangan diantaranya ialah kitab “al-Durru al-Nafis fi Bayan Wahidah al-Af’al wa al-Asma wa al-Shifat wa al-Dzatu al-Taqdis”, yang membahas tentang ilmu tashawuf.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hadis-hadis yang terdapat dalam kitab al-Durru al-Nafis.
kemudian mendatangkan hukum hadis tersebut dan takhrij-nya supaya orang umum danpenuntut ilmu mengetahui apakah hadis-hadis tersebut dapat dijadikan hujjah atau tidak.
Adapunmanhaj (metode) yang digunakan ialah metode Imam al-Iraqi dalam kitabnya al-Mughni al-Asfar‘an Haml al-Asfar dalam menentukan hokum hadis-hadis yang terdapat dalam kitab Ihya Ulum al-Din.
Dalam penelitian ini terdapat 31 hadis tanpa pengulangan yang diteliti dalam kitab tersebut.
Kebanyakan hadisnya tidak sahih, yaitu 42% sahih, 19% dhaif dan 39% hadis peneliti tidakmemberikan komentar (hukum).
Peneliti berprasangka bahwa Muallif mengambil hadis dikitabnya dengan orientasi ini karena ia bukan ulama hadis, melainkan ulama tasawuf.
Related Results
Upaya Internalisasi Nilai Pendidikan Islam Melalui Kegiatan Banjari Ranting IPNU IPPNU Gresik
Upaya Internalisasi Nilai Pendidikan Islam Melalui Kegiatan Banjari Ranting IPNU IPPNU Gresik
Urgensi Pendidikan Agama Islam pada generasi muda (remaja) ialah untuk merealisasikan cita-cita yang mulia yakni masyarakat Islam yang selaras dengan perintah Allah SWT sebagai upa...
Kajian Pemikiran Konsep Tasawuf Insan Kamil Muhammad Nafis al-Banjari Dalam Kitab ad-Durr an-Nafis
Kajian Pemikiran Konsep Tasawuf Insan Kamil Muhammad Nafis al-Banjari Dalam Kitab ad-Durr an-Nafis
The study of the concept of insan kamil (the perfect man) is a study that is very often discussed in Sufism. The concept of insan kamil that emerged in the world of Sufism in the V...
Arsyad al-Banjari's approaches to rationality : argumentation and sharia
Arsyad al-Banjari's approaches to rationality : argumentation and sharia
Les approches de la rationalité par Arsyad al-Banjari : argumentation et charia
La thèse propose une étude épistémologique de certains travaux du grand savant islam...
AN ANALYIS OF THE CONCEPT OF ONENESS FROM A SUFI PERSPECTIVE AS PRESENTED BY MUHAMMAD NAFIS AL-BANJARI IN HIS TREATISE - AL-DURR AL-NAFIS Al-Banjari, Al-durr al-nafis, Tawhid, Sufi order
AN ANALYIS OF THE CONCEPT OF ONENESS FROM A SUFI PERSPECTIVE AS PRESENTED BY MUHAMMAD NAFIS AL-BANJARI IN HIS TREATISE - AL-DURR AL-NAFIS Al-Banjari, Al-durr al-nafis, Tawhid, Sufi order
The teachings of Tasawuf have flourished in the Malay world due to the efforts from Malay scholars who studied in Makkah. Muhammad Nafis al-Banjari is one of them. He wrote his tre...
Pelatihan Al-Banjari untuk Meningkatkan Semangat Kegiatan Rutinan Pembacaan Al-Barzanji Santri Pondok Pesantren Ar-Roudotussibyan Desa Cihanjawar
Pelatihan Al-Banjari untuk Meningkatkan Semangat Kegiatan Rutinan Pembacaan Al-Barzanji Santri Pondok Pesantren Ar-Roudotussibyan Desa Cihanjawar
Al-Banjari music has become a highly popular art form among students at Pondok Kampung Gunung Bakti in Cihanjawar Village, Bojong District, Purwakarta Regency, especially at the Ar...
Konsep Dan Peran Kompetensi Kepribadian Guru Menurut Kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim Karya Syaikh Hasyim Asy'ari
Konsep Dan Peran Kompetensi Kepribadian Guru Menurut Kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim Karya Syaikh Hasyim Asy'ari
Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Konsep kompetensi kepribadian guru menurut kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim karya Syaikh Hasyim Asy'ari. (2) Peran guru menurut kit...
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
Penetapan Kanon Kitab Suci Perjanjian Lama dalam Gereja Katolik merupakan sebuah proses panjang dan kompleks yang bertujuan untuk menentukan kitab-kitab mana yang secara sah diakui...
KONTRIBUSI KITAB UŞŪL AL-TAKHRĪJ WA DIRĀSAT AL-ASĀNID KARYA MAHMUD AL-THAHHAN DALAM KAJIAN SANAD HADIS
KONTRIBUSI KITAB UŞŪL AL-TAKHRĪJ WA DIRĀSAT AL-ASĀNID KARYA MAHMUD AL-THAHHAN DALAM KAJIAN SANAD HADIS
Uşūl Al-Takhrij Wa Dirasat Al-Asanid is a book that deals with the history and development of Takhrīj Hadith. Although this book discusses the Takhrīj hadith method, some scholars...

