Javascript must be enabled to continue!
Tingkat Partisipasi Kelompok Tani/Ternak dalam Tahapan Perencanaan dan Pelaksanaan Penyuluhan
View through CrossRef
Salah satu faktor penentu keberhasilan penyuluhan adalah tingkat partisipasi peternak dalam perencanaan dan pelaksanaan penyuluhan. Semakin tinggi tingkat partisipasi peternak, maka tingkat keberhasilan penyuluhan semakin tinggi pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi peternak pada perencanaan dan pelaksanaan penyuluhan di Kelurahan Soreang Kecamatan Lau Kabupaten Maros. Lokasi penelitian adalah di Kelurahan Soreang Kecamatan Lau Kabupaten Maros. Metode penelitian adalah metode survey dengan menggunakan kuisiner untuk mengumpulkan data. Jumlah sampel 40 orang peternak yang dipilih secara acak. Indikator yang diukur adalah partisipasi dalam perencanaan meliputi perencanaan materi, perencanaan waktu, perencanaan tempat dan perencanaan penggunaan sumberdaya. Indikator partisipasi dalam pelaksanaan penyuluhan adalah kehadiran, keaktifan, keinginan bertanya dan keaktifan praktek. Data dianalisis menggunakan statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi peternak pada perencanaan penyuluhan berada pada kategori rendah/tidak Baik/tidak terlibat. Peternak tidak dilibatkan dalam perencanaan penyuluhan. Penyuluh yang melakukan perencanaan penyuluhan. Tingkat partisipasi peternak pada tahap pelaksanaan adalah kategori Kurang Baik/Turut Serta yang berarti bahwa tingkat partisipasi masih kurang. Agar penyuluhan dapat mencapai tujuannya, maka sebaiknya peternak dilibatkan sejak perencanaan dan pelaksanaan penyuluhan.
Universitas Muslim Maros
Title: Tingkat Partisipasi Kelompok Tani/Ternak dalam Tahapan Perencanaan dan Pelaksanaan Penyuluhan
Description:
Salah satu faktor penentu keberhasilan penyuluhan adalah tingkat partisipasi peternak dalam perencanaan dan pelaksanaan penyuluhan.
Semakin tinggi tingkat partisipasi peternak, maka tingkat keberhasilan penyuluhan semakin tinggi pula.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi peternak pada perencanaan dan pelaksanaan penyuluhan di Kelurahan Soreang Kecamatan Lau Kabupaten Maros.
Lokasi penelitian adalah di Kelurahan Soreang Kecamatan Lau Kabupaten Maros.
Metode penelitian adalah metode survey dengan menggunakan kuisiner untuk mengumpulkan data.
Jumlah sampel 40 orang peternak yang dipilih secara acak.
Indikator yang diukur adalah partisipasi dalam perencanaan meliputi perencanaan materi, perencanaan waktu, perencanaan tempat dan perencanaan penggunaan sumberdaya.
Indikator partisipasi dalam pelaksanaan penyuluhan adalah kehadiran, keaktifan, keinginan bertanya dan keaktifan praktek.
Data dianalisis menggunakan statistic deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi peternak pada perencanaan penyuluhan berada pada kategori rendah/tidak Baik/tidak terlibat.
Peternak tidak dilibatkan dalam perencanaan penyuluhan.
Penyuluh yang melakukan perencanaan penyuluhan.
Tingkat partisipasi peternak pada tahap pelaksanaan adalah kategori Kurang Baik/Turut Serta yang berarti bahwa tingkat partisipasi masih kurang.
Agar penyuluhan dapat mencapai tujuannya, maka sebaiknya peternak dilibatkan sejak perencanaan dan pelaksanaan penyuluhan.
Related Results
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat partisipasi pada Kelompok Tani Mekar Bakti 3 sebagai anggota, sebagai pengelola, sebagai manajer (2) Pendapatan pada Kelompok...
Studi Komparasi Tentang Motivasi dan Pendapatan Anggota Kelompok Tani Ngudi Tani dan Tani Maju di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara
Studi Komparasi Tentang Motivasi dan Pendapatan Anggota Kelompok Tani Ngudi Tani dan Tani Maju di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara
<p>Kelompok tani adalah kelembagaan pertanian yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan, sumberdaya, dan keakraban untuk meningkatkan dan men...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Penerapan Produk Fitobiotik Jamu Ternak Ramah Lingkungan pada “Kelompok Ternak Balanipa” Polewali Mandar Sulawesi Barat
Penerapan Produk Fitobiotik Jamu Ternak Ramah Lingkungan pada “Kelompok Ternak Balanipa” Polewali Mandar Sulawesi Barat
Kegiatan ini mempunyai tujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam meramu “jamu ternak” berdasarkan formulasi ransum, yaitu penyusunan berdasarkan angka ...
KEDINAMISAN KELOMPOK TANI DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA
KEDINAMISAN KELOMPOK TANI DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA
Program pengembangan sektor pertanian di Indonesia mengharuskan pembentukan kelompok tani. Peraturan MenteriPertanian Nomor 82 Tahun 2013 tentang Pedoman Pembentukan Kelompok Tani ...
FUNGSI KELOMPOK TANI: MENINGKATKAN PARTISIPASI PETANI
FUNGSI KELOMPOK TANI: MENINGKATKAN PARTISIPASI PETANI
Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang fungsi kelompok tani dalam meningkatkanpartisipasi petani. Kendati lembaga kelompok tani telah banyak dibentuk, namun cukup...

