Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

INTERPRETASI RELIEF GANDAWYUHA DI CANDI BOROBUDUR

View through CrossRef
Relief naratif pada Dinding dan Pagar Langkan Candi Borobudur merupakan salah satu atribut dari Warisan Dunia Kompleks Candi Borobudur (Borobudur Temple Compound). Relief tersebut adalah implementasi dari naskah keagamaan Buddha yang berasal dari India dan dipelajari oleh pendukung budaya Candi Borobudur untuk selanjutnya dipahatkan pada bidang candi. Kandungan keilmuan dalam relief naratif Candi Borobudur salah satunya adalah sebagai alat interpretasi kondisi alam dan budaya pada masa Jawa Kuna Abad VIII – X M. Relief Gandawyuha dipahatkan mulai lorong II hingga lorong IV dengan jumlah keseluruhan sebanyak 460 panil. Adapun Sutra Gandawyuha yang menjadi acuannya dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian, bagian pertama adalah adegan pembuka (Nidanaparivarta). Bagian kedua adalah perjalanan mengunjungi mitra-mitra handal. Selanjutnya adalah mengenai sepak terjang Maitreya (Maitreya-vimoksha). Sedangkan yang terakhir adalah tekad Samantabhadra dan Bhadracari yang dapat dijumpai pada dinding lorong IV Candi Borobudur. Sudhana merupakan tokoh utama pada relief Gandawyuha di lorong II Candi Borobudur. Perjalanan Sudhana yang dipahatkan pada Candi Borobudur digambarkan dengan menunggang kuda, berjalan kaki, naik gajah, naik perahu untuk menjelajah ke berbagai tempat untuk berguru. Dalam Berbagai adegan Sudhana digambarkan sebagai sosok laki-laki dengan pakaian, perhiasan, lengkap dengan mahkota yang mewah, duduk menghadap guru dan orang-orang bijaksana. Metode interpretasi relief Gandawyuha dalam kajian ini dimulai dari mengumpulkan data reproduksi foto relief Gandawyuha pada lorong II Candi Borobudur. Penggunaan data sekunder berupa reproduksi foto akan memberikan gambaran yang lebih jelas untuk melakukan identifikasi relief. Identifikasi relief dilakukan pada 128 panil relief Gandawyuha pada lorong II Candi Borobudur. Sudhana dan Kalyanamitra merupakan tokoh utama yang diidentifikasi untuk melakukan interpretasi relief. Dari hasil interpretasi relief dapat disampaikan berbagai temuan dari penggambaran Sudhana dan para mitra handal (kalyanamitra) yang dapat dimanfaatkan sebagai nilai pendidikan karakter. Beberapa nilai pendidikan karakter yang didapatkan dari interpretasi relief Gandawyuha di antaranya adalah cinta tuhan dan alam semesta, tanggung jawab, kemandirian, kejujuran, hormat dan santun, kasih sayang, kepedulian, kerjasama, percaya diri, kreatif, kerja keras, pantang menyerah, keadilan, kepemimpinan, baik, rendah hati, dan toleransi.
Title: INTERPRETASI RELIEF GANDAWYUHA DI CANDI BOROBUDUR
Description:
Relief naratif pada Dinding dan Pagar Langkan Candi Borobudur merupakan salah satu atribut dari Warisan Dunia Kompleks Candi Borobudur (Borobudur Temple Compound).
Relief tersebut adalah implementasi dari naskah keagamaan Buddha yang berasal dari India dan dipelajari oleh pendukung budaya Candi Borobudur untuk selanjutnya dipahatkan pada bidang candi.
Kandungan keilmuan dalam relief naratif Candi Borobudur salah satunya adalah sebagai alat interpretasi kondisi alam dan budaya pada masa Jawa Kuna Abad VIII – X M.
Relief Gandawyuha dipahatkan mulai lorong II hingga lorong IV dengan jumlah keseluruhan sebanyak 460 panil.
Adapun Sutra Gandawyuha yang menjadi acuannya dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian, bagian pertama adalah adegan pembuka (Nidanaparivarta).
Bagian kedua adalah perjalanan mengunjungi mitra-mitra handal.
Selanjutnya adalah mengenai sepak terjang Maitreya (Maitreya-vimoksha).
Sedangkan yang terakhir adalah tekad Samantabhadra dan Bhadracari yang dapat dijumpai pada dinding lorong IV Candi Borobudur.
Sudhana merupakan tokoh utama pada relief Gandawyuha di lorong II Candi Borobudur.
Perjalanan Sudhana yang dipahatkan pada Candi Borobudur digambarkan dengan menunggang kuda, berjalan kaki, naik gajah, naik perahu untuk menjelajah ke berbagai tempat untuk berguru.
Dalam Berbagai adegan Sudhana digambarkan sebagai sosok laki-laki dengan pakaian, perhiasan, lengkap dengan mahkota yang mewah, duduk menghadap guru dan orang-orang bijaksana.
Metode interpretasi relief Gandawyuha dalam kajian ini dimulai dari mengumpulkan data reproduksi foto relief Gandawyuha pada lorong II Candi Borobudur.
Penggunaan data sekunder berupa reproduksi foto akan memberikan gambaran yang lebih jelas untuk melakukan identifikasi relief.
Identifikasi relief dilakukan pada 128 panil relief Gandawyuha pada lorong II Candi Borobudur.
Sudhana dan Kalyanamitra merupakan tokoh utama yang diidentifikasi untuk melakukan interpretasi relief.
Dari hasil interpretasi relief dapat disampaikan berbagai temuan dari penggambaran Sudhana dan para mitra handal (kalyanamitra) yang dapat dimanfaatkan sebagai nilai pendidikan karakter.
Beberapa nilai pendidikan karakter yang didapatkan dari interpretasi relief Gandawyuha di antaranya adalah cinta tuhan dan alam semesta, tanggung jawab, kemandirian, kejujuran, hormat dan santun, kasih sayang, kepedulian, kerjasama, percaya diri, kreatif, kerja keras, pantang menyerah, keadilan, kepemimpinan, baik, rendah hati, dan toleransi.

Related Results

Ornamen dan Nilai-Nilai Karakter Cerita Pancatantra pada Relief Candi Mendut dan Candi Sojiwan
Ornamen dan Nilai-Nilai Karakter Cerita Pancatantra pada Relief Candi Mendut dan Candi Sojiwan
Penelitian ini didasarkan pada cerita bertema pañcatantra di Candi Mendut dan Candi Sojiwan yang mengandung nilai moral luhur dalam membentuk karakter seseorang, namun belum dimanf...
FUNGSI DAN NILAI CANDI BOROBUDUR DI ERA GLOBALISASI
FUNGSI DAN NILAI CANDI BOROBUDUR DI ERA GLOBALISASI
Candi Borobudur merupakan bangunan warisan budaya bangsa Indonesia yang memiliki fungsi dan nilai, masyarakat Indonesia sebagai pewaris budaya memiliki tanggung jawab dalam pelesta...
1 Ornamen dan Nilai-Nilai Karakter Cerita Pancatantra pada Relief Candi Mendut dan Candi Sojiwan
1 Ornamen dan Nilai-Nilai Karakter Cerita Pancatantra pada Relief Candi Mendut dan Candi Sojiwan
Penelitian ini didasarkan pada cerita bertema pañcatantra di Candi Mendut dan Candi Sojiwan yang mengandung nilai moral luhur dalam membentuk karakter seseorang, namun belum dimanf...
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA NASIONAL BOROBUDUR
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA NASIONAL BOROBUDUR
DEVELOPMENT STRATEGY OF BOROBUDUR NATIONAL TOURISM AREAABSTRAKKawasan Borobudur dan sekitarnya termasuk salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Pemerintah mentarge...
Analisis Kelayakan Aksesibilitas Disabilitas di Taman Wisata Candi Borobudur
Analisis Kelayakan Aksesibilitas Disabilitas di Taman Wisata Candi Borobudur
Ketersediaan aksesibilitas dalam pariwisata tidak hanya diperuntukan bagi wisatawan umum namun juga bagi wisatawan disabilitas. Candi Borobudur sebagai situs peninggalan budaya yan...
Multikultur dan Moderasi Lintas Budaya di Candi Borobudur
Multikultur dan Moderasi Lintas Budaya di Candi Borobudur
Abstrak Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat multikultur yang terdiri dari beragam agama. Candi Borobudur sebagai warisan Budaya menjadi simbol dan arena moderasi lintas...
APLIKASI GIS UNTUK PEMETAAN POLA ALIRAN AIR TANAH DI KAWASAN BOROBUDUR
APLIKASI GIS UNTUK PEMETAAN POLA ALIRAN AIR TANAH DI KAWASAN BOROBUDUR
Candi Borobudur merupakan warisan nenek moyang yang harus dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Unesco telah menetapkan Candi Borobudur masuk ke dalam WHL (World Heritage List) se...
Analisis Nilai Penting Situs-Situs di Kawasan Cagar Budaya Borobudur
Analisis Nilai Penting Situs-Situs di Kawasan Cagar Budaya Borobudur
Penetapan kawasan Borobudur sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 286/M/2014 tentang Satuan Ruang Geografis Borobudur se...

Back to Top