Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA NASIONAL BOROBUDUR

View through CrossRef
DEVELOPMENT STRATEGY OF BOROBUDUR NATIONAL TOURISM AREAABSTRAKKawasan Borobudur dan sekitarnya termasuk salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Pemerintah mentargetkan kunjungan wisatawan asing ke kawasan ini sebanyak 2 juta wisatawan asing, dan 11 juta wisatawan domestik pada tahun 2019. Di sisi lain, Balai Konservasi Borobudur (BKB) yang bertanggungjawab dalam pemelihara Candi Borobudur telah menbuat kajian bahwa daya tampung Borobudur hanya 123 orang naik bersamaan di atas candi, dan 528 orang di halaman candi. Saat ini jumlah wisatawan yang naik 10 kali lipatnya, dan terdapat indikasi kerusakan. Berkaitan dengan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah; 1) bagaimana solusi pengelolaan KSPN Borobudur agar terjadi sisi kelestarian serta tercapai target kunjungan, 2) bagaimana peran yang dapat dilaksanakan oleh pemerintah daerah di sekitar Kawasan Borobudur untuk menyambut penetapan status kawasan dan proyek stretegis yang akan dilaksanakan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengamatan langsung, serta penelusuran data sekunder melalui berbagai dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan analisis interaktif sebagaimana dikembangkan oleh Miles & Huberman. Penelitian dilakukan di sekitar kawasan Borobudur, yaitu Kabupaten Magelang, Kabupaten Purworejo, dan Kota Magelang. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) solusai pengelolaan kawasan wisata Borobudur ialah dengan mengubah mindset wisata tidak lagi berpusat pada Candi Borobudur semata, tetapi pariwisata berbasis landscape budaya dan masyarakat, dimana Borobudur menjadi salah satu bagiannya. Paradigma wisata bergeser dari monument-centric ke kawasan lebih luas dan tidak lagi terpusat, tetapi pelibatan aktif masyarakat. 2) Pemerintah daerah (Kabupaten Magelang, Kabupaten Purworejo, dan Kota Magelang) selayaknya berbenah dengan berbagai program pembangunan pendukung dalam rangka meningkatkan percepatan daya saing daerah dan menangkap peluang pengembangan ekonomi untuk meningkatkan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.Kata Kunci: Borobudur, Wisata, Kawasan wisataABSTRACTBorobudur area and its surroundings are one of the National Tourism Strategic Areas (KSPN). The government targets tourist arrivals to the Borobudur area to reach 2 million foreign tourists, and 11 million domestic tourists by 2019. On the other hand, the Borobudur Conservation Center (BKB) which is responsible for maintaining Borobudur Temple has made study that Borobudur's capacity is only 123 people rose above the temple in one time, and 528 people in the temple yard. This time, the number of tourists rose 10-fold, and there were indications of damage. In this regard, the purpose of this study is; 1) How is the solution to the management of Borobudur KSPN so that there is a sustainability side as well as the target of visits, 2) What role can the local government around the Borobudur area take to determine the status of the area and the strategic project to be implemented. This research was conducted using qualitative. Data is collected through interviews and direct observation, as well as tracking secondary data through various documents. Data analysis was performed using interactive analysis made by Miles & Huberman. The study was conducted around the Borobudur area, namely the Magelang Regency, Purworejo Regency, and Magelang City,. The conclusions of this study are: 1) the solution for managing the Borobudur tourist area is to change the mindset of tourism no longer centered on Borobudur Temple alone, the cultural and community landscape, and Borobudur making one of its parts. The tourism paradigm shifts from the monument-centric to the wider area and is no longer centralized, but the active involvement of the community. 2) Local governments (Magelang Regency, Purworejo Regency, and Magelang City) should improve with various supporting development programs in order to increase the acceleration of regional competitiveness and increase economic development opportunities to increase regional development and community welfare.
Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Tengah
Title: STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA NASIONAL BOROBUDUR
Description:
DEVELOPMENT STRATEGY OF BOROBUDUR NATIONAL TOURISM AREAABSTRAKKawasan Borobudur dan sekitarnya termasuk salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pemerintah mentargetkan kunjungan wisatawan asing ke kawasan ini sebanyak 2 juta wisatawan asing, dan 11 juta wisatawan domestik pada tahun 2019.
Di sisi lain, Balai Konservasi Borobudur (BKB) yang bertanggungjawab dalam pemelihara Candi Borobudur telah menbuat kajian bahwa daya tampung Borobudur hanya 123 orang naik bersamaan di atas candi, dan 528 orang di halaman candi.
Saat ini jumlah wisatawan yang naik 10 kali lipatnya, dan terdapat indikasi kerusakan.
Berkaitan dengan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah; 1) bagaimana solusi pengelolaan KSPN Borobudur agar terjadi sisi kelestarian serta tercapai target kunjungan, 2) bagaimana peran yang dapat dilaksanakan oleh pemerintah daerah di sekitar Kawasan Borobudur untuk menyambut penetapan status kawasan dan proyek stretegis yang akan dilaksanakan.
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif.
Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengamatan langsung, serta penelusuran data sekunder melalui berbagai dokumen.
Analisis data dilakukan menggunakan analisis interaktif sebagaimana dikembangkan oleh Miles & Huberman.
Penelitian dilakukan di sekitar kawasan Borobudur, yaitu Kabupaten Magelang, Kabupaten Purworejo, dan Kota Magelang.
Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) solusai pengelolaan kawasan wisata Borobudur ialah dengan mengubah mindset wisata tidak lagi berpusat pada Candi Borobudur semata, tetapi pariwisata berbasis landscape budaya dan masyarakat, dimana Borobudur menjadi salah satu bagiannya.
Paradigma wisata bergeser dari monument-centric ke kawasan lebih luas dan tidak lagi terpusat, tetapi pelibatan aktif masyarakat.
2) Pemerintah daerah (Kabupaten Magelang, Kabupaten Purworejo, dan Kota Magelang) selayaknya berbenah dengan berbagai program pembangunan pendukung dalam rangka meningkatkan percepatan daya saing daerah dan menangkap peluang pengembangan ekonomi untuk meningkatkan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci: Borobudur, Wisata, Kawasan wisataABSTRACTBorobudur area and its surroundings are one of the National Tourism Strategic Areas (KSPN).
The government targets tourist arrivals to the Borobudur area to reach 2 million foreign tourists, and 11 million domestic tourists by 2019.
On the other hand, the Borobudur Conservation Center (BKB) which is responsible for maintaining Borobudur Temple has made study that Borobudur's capacity is only 123 people rose above the temple in one time, and 528 people in the temple yard.
This time, the number of tourists rose 10-fold, and there were indications of damage.
In this regard, the purpose of this study is; 1) How is the solution to the management of Borobudur KSPN so that there is a sustainability side as well as the target of visits, 2) What role can the local government around the Borobudur area take to determine the status of the area and the strategic project to be implemented.
This research was conducted using qualitative.
Data is collected through interviews and direct observation, as well as tracking secondary data through various documents.
Data analysis was performed using interactive analysis made by Miles & Huberman.
The study was conducted around the Borobudur area, namely the Magelang Regency, Purworejo Regency, and Magelang City,.
The conclusions of this study are: 1) the solution for managing the Borobudur tourist area is to change the mindset of tourism no longer centered on Borobudur Temple alone, the cultural and community landscape, and Borobudur making one of its parts.
The tourism paradigm shifts from the monument-centric to the wider area and is no longer centralized, but the active involvement of the community.
2) Local governments (Magelang Regency, Purworejo Regency, and Magelang City) should improve with various supporting development programs in order to increase the acceleration of regional competitiveness and increase economic development opportunities to increase regional development and community welfare.

Related Results

Analisis Nilai Penting Situs-Situs di Kawasan Cagar Budaya Borobudur
Analisis Nilai Penting Situs-Situs di Kawasan Cagar Budaya Borobudur
Penetapan kawasan Borobudur sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 286/M/2014 tentang Satuan Ruang Geografis Borobudur se...
Re-interpretasi Nama Borobudur
Re-interpretasi Nama Borobudur
AbstrakCandi Borobudur merupakan candi Buddha Māhāyana terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-8. Mengingat bahwa nama sampai sekarang nama Borobudur masih menjadi bahan p...
Multikultur dan Moderasi Lintas Budaya di Candi Borobudur
Multikultur dan Moderasi Lintas Budaya di Candi Borobudur
Abstrak Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat multikultur yang terdiri dari beragam agama. Candi Borobudur sebagai warisan Budaya menjadi simbol dan arena moderasi lintas...
FUNGSI DAN NILAI CANDI BOROBUDUR DI ERA GLOBALISASI
FUNGSI DAN NILAI CANDI BOROBUDUR DI ERA GLOBALISASI
Candi Borobudur merupakan bangunan warisan budaya bangsa Indonesia yang memiliki fungsi dan nilai, masyarakat Indonesia sebagai pewaris budaya memiliki tanggung jawab dalam pelesta...
APLIKASI GIS UNTUK PEMETAAN POLA ALIRAN AIR TANAH DI KAWASAN BOROBUDUR
APLIKASI GIS UNTUK PEMETAAN POLA ALIRAN AIR TANAH DI KAWASAN BOROBUDUR
Candi Borobudur merupakan warisan nenek moyang yang harus dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Unesco telah menetapkan Candi Borobudur masuk ke dalam WHL (World Heritage List) se...
Analisis Kelayakan Aksesibilitas Disabilitas di Taman Wisata Candi Borobudur
Analisis Kelayakan Aksesibilitas Disabilitas di Taman Wisata Candi Borobudur
Ketersediaan aksesibilitas dalam pariwisata tidak hanya diperuntukan bagi wisatawan umum namun juga bagi wisatawan disabilitas. Candi Borobudur sebagai situs peninggalan budaya yan...
Sistem Informasi Penjualan Pada PT. Surya Borobudur Pratama Depok
Sistem Informasi Penjualan Pada PT. Surya Borobudur Pratama Depok
Abstract— Right now in this era of globalization, the information technology accelerates so fast. PT. Surya Borobudur Pratama Depok need once the existence of an information syst...
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Kawasan kumuh yang terjadi di Kota Tanjungbalai dikarenakan salah satunya kurangnya kesadaran masyarakat di Kota Tanjungbalai sehingga sampai saat ini masih banyak lingkungan yang ...

Back to Top