Javascript must be enabled to continue!
SUMBANGSIH DINASTI MAMLŪK UNTUK PERADABAN
View through CrossRef
Dinasti Mamlūk memimpin umat Islam pada fase terberat dalam sejarahnya, kala tentara Mongol berhasil menghancurkan Baghdad, ibu kota peradaban Islam, pada tahun 656 H. Dinasti Mamlūk berdiri pada tahun 648H. sampai tahun 922H. (1250-1571M), atau selama 274 tahun. Dinasti Mamlūk dibangun atas dasar militer, karena mamlūk adalah budak yang dibeli saat muda lalu diberi pendidikan militer, untuk kemudian dibebaskan dan diberi peran militer atau pemerintahan.
Peran-peran besar dinasti Mamlūk jarang dijadikan objek penelitian sehingga banyak yang melupakannya. Setidaknya ada lima bidang kemajuan penting yang dicapai oleh dinasti Mamlūk, yaitu dalam bidang militer, pemerintahan, keagamaan, keilmuan, dan budaya. Dalam bidang militer, jasa terbesar dinasti Mamlūk adalah keberhasilannya mengalahkan pasukan Mongol dan mengembalikan kilau peradaban Islam. Dalam bidang pemerintahan, dinasti ini mengenalkan kepemimpinan wanita dan kepemimpinan mantan budak. Dalam bidang keagamaan, pada dinasti ini berkembang ajaran tasawuf dan semakin kokohnya ajaran Ahlu al-Sunnah wa al-Jama`ah dengan dibangunnya pusat keagamaan dan keilmuan. Begitu juga kemajuan dalam bidang keilmuan dapat dilihat dari hasil karya ilmiah yang dilahirkan di masa ini. Sedangkan dalam bidang budaya, dinasti Mamlūk mempromosikan peringatan hari-hari besar Islam, seperti maulid Nabi Muhammad
Title: SUMBANGSIH DINASTI MAMLŪK UNTUK PERADABAN
Description:
Dinasti Mamlūk memimpin umat Islam pada fase terberat dalam sejarahnya, kala tentara Mongol berhasil menghancurkan Baghdad, ibu kota peradaban Islam, pada tahun 656 H.
Dinasti Mamlūk berdiri pada tahun 648H.
sampai tahun 922H.
(1250-1571M), atau selama 274 tahun.
Dinasti Mamlūk dibangun atas dasar militer, karena mamlūk adalah budak yang dibeli saat muda lalu diberi pendidikan militer, untuk kemudian dibebaskan dan diberi peran militer atau pemerintahan.
Peran-peran besar dinasti Mamlūk jarang dijadikan objek penelitian sehingga banyak yang melupakannya.
Setidaknya ada lima bidang kemajuan penting yang dicapai oleh dinasti Mamlūk, yaitu dalam bidang militer, pemerintahan, keagamaan, keilmuan, dan budaya.
Dalam bidang militer, jasa terbesar dinasti Mamlūk adalah keberhasilannya mengalahkan pasukan Mongol dan mengembalikan kilau peradaban Islam.
Dalam bidang pemerintahan, dinasti ini mengenalkan kepemimpinan wanita dan kepemimpinan mantan budak.
Dalam bidang keagamaan, pada dinasti ini berkembang ajaran tasawuf dan semakin kokohnya ajaran Ahlu al-Sunnah wa al-Jama`ah dengan dibangunnya pusat keagamaan dan keilmuan.
Begitu juga kemajuan dalam bidang keilmuan dapat dilihat dari hasil karya ilmiah yang dilahirkan di masa ini.
Sedangkan dalam bidang budaya, dinasti Mamlūk mempromosikan peringatan hari-hari besar Islam, seperti maulid Nabi Muhammad.
Related Results
New Lights on Mamluk Cartouches and Blazons Displayed in the Museum of Islamic Arts, Doha: An Art Historic Study
New Lights on Mamluk Cartouches and Blazons Displayed in the Museum of Islamic Arts, Doha: An Art Historic Study
The Mamluk dynasty ruled in Egypt and Syria from the overthrow of the Ayyubid dynasty in 1250 until the Ottoman conquest in 1517. The Mamluk sultanate developed a system of pictori...
DINASTI POLITIK DI INDONESIA DALAM TINJAUAN FIKIH SIYASAH KONTEMPORER
DINASTI POLITIK DI INDONESIA DALAM TINJAUAN FIKIH SIYASAH KONTEMPORER
Islam has no a complete and ready-made political system and governance, including the discussion about the political dynasty. The phenomenon of political dynasties has occurred in ...
Analisis Pengaturan Politik Dinasti Dalam Pemilihan Kepala Daerah Di Kabupaten Kediri
Analisis Pengaturan Politik Dinasti Dalam Pemilihan Kepala Daerah Di Kabupaten Kediri
Praktik Politik Dinasti yang sudah berjalan hampir 20 tahun, bisa dibilang Dinasti di Kabupaten Kediri merupakan pertama dan terlama eksistensinya. Adapun yang menjadi rumusan masa...
ISLAM DAN PERADABAN MELAYU
ISLAM DAN PERADABAN MELAYU
Islam peradaban melayu apapun bentuknya menjadi (manifestasi) iman dan amal saleh manusia dalam pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa. Islam peradaban dalam menegakkan tidak hanya ...
Pemikiran Ekonomi Islam pada Masa Daulah Abbasiyah
Pemikiran Ekonomi Islam pada Masa Daulah Abbasiyah
Daulah Abbasiyah adalah dinasti ketiga dalam perkembangan sejarah peradaban Islam. Periode Dinasti Abbasiyah, kemajuan peradaban Islam berada di puncak kejayaan dan dianggap sebaga...
Creation of Mamluk Social Identity Through Madrasas and Production of Texts
Creation of Mamluk Social Identity Through Madrasas and Production of Texts
The diversity of education in the madrasas contributed to different social groups’ feelings of belonging to the Mamluk community as well as to the formation of identity awareness. ...
Politik Dinasti dan Desentralisasi
Politik Dinasti dan Desentralisasi
Makalah ini ingin mengeksplorasi politik dinasti di tiga kabupaten/kota, yakni (1) Kota Medan (2) Kab. Deli Serdang dan (3) Kabupaten Samosir. Dinasti berkembang ketika kebijakan d...
Imperial Talismanic Love: Ibn Turka’s Debate of Feast and Fight (1426) as Philosophical Romance and Lettrist Mirror for Timurid Princes
Imperial Talismanic Love: Ibn Turka’s Debate of Feast and Fight (1426) as Philosophical Romance and Lettrist Mirror for Timurid Princes
Abstract
This study presents and intellectual- and literary-historically contextualizes a remarkable but as yet unpublished treatise by Ibn Turka (d. 1432), foremost oc...

