Javascript must be enabled to continue!
Modul Pelatihan Fasilitator Pembentukan Gugus Tugas Revolusi Mental
View through CrossRef
Konsep Revolusi Mental yang disampaikan Presiden Joko Widodo ternyata mendapat sambutan luas di masyarakat. Itu artinya rakyat mengakui bahwa mental atau karakter bangsa Indonesia sedang mengalami krisis sehingga untuk segera memperbaikinya diperlukan tindakan yang revolusioner.Di tahun 2015 dalam indeks daya saing global Indonesia mendapatkan penurunan dua peringkat menjadi ke-37 dari 140 negara, dan indeks pelaksanaan hak asasi manusia, menurun dari angka 2,49 menjadi 2,45. Sementara itu, justru cenderung memperoleh skor tertinggi dalam hal yang negatif, misalnya tingkat korupsi, konflik antar golongan, dan sebagainya.Tawaran “Revolusi Mental” yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo, menunjukkan bahwa kita sebagai negara dan bangsa telah memiliki kehendak politik untuk itu. Ajakan Revolusi Mental oleh Presiden Joko Widodo merupakan suatu momentum yang sangat penting dan memberi harapan bagi bangsa Indonesia. Agar Revolusi Mental tidak hanya menjadi slogan kosong, melainkan benar-benar dapat terlaksana dengan sukses mengangkat kembali kejayaan bangsa Indonesia dalam persaingan di tingkat regional dan global, perlu dirumuskan suatu rencana strategis Revolusi Mental. Revolusi Mental pertama kali diucapkan oleh Presiden Soekarno pada pidato Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1957 dalam rangka membangkitkan semangat bangsa Indonesia untuk melanjutkan pembangunan fisik menuju pembangunan mental untuk mencapai masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur. Bung Karno mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama–sama melaksanakan revolusi mental sebagai strategi membangun politik yang berdaulat, perekonomian yang mandiri dan berkepribadian dalam Budaya, mencapai masyarakat adil dan makmur yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia.Strategi yang diambil di dalam Revolusi Mental adalah mengangkat beberapa nilai yang merupakan peruwujudan dari nilai-nilai Pancasila, tetapi lebih populer dan lebih mudah untuk dilaksanakan. Nilai-nilai itu tidak perlu disakralkan, tetapi bila dilaksanakan akan mampu memiliki daya ungkit bagi mentalitas bangsa Indonesia sehingga mampu berdiri sejajar dan bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Itu sebabnya nilai-nilai itu disebut sebagai “nilai strategis-instrumental”. Nilai-nilai ini tidak bertentangan dengan Pancasila, tetapi justru mendukung agar Pancasila bisa lebih dilaksanakan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.Saat ini, terdapat tiga alasan utama mengapa Indonesia memerlukan Revolusi Mental: (1) Sudah terlalu lama terjadi praktik-praktik dalam berbangsa dan bernegara dilakukan dengan cara-cara tidak jujur; tidak memegang etika dan moral, tidak bertanggung jawab, tidak dapat diandalkan, dan tidak bisa dipercaya. Maraknya praktik-praktik tersebut berakibat pada tingginya indeks persepsi korupsi, menyebabkan ekonomi biaya tinggi, serta pencapaian kesejahteraan rakyat yang masih jauh dari harapan, seperti yang dicita-citakan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan kata lain, telah terjadi erosi nilai-nilai Integritas. (2) Dalam bidang perekonomian kita tertinggal jauh dari negara-negara lain, karena melemahnya etos kerja, daya juang, daya saing, semangat mandiri, kreativitas, dan semangat inovatif. (3) Sebagai bangsa kita mengalami krisis identitas. Karakter kuat bangsa Indonesia sebagai bangsa yang mempunyai semangat Gotong Royong, saling bekerja-sama demi Kemajuan bangsa meluntur. Kita harus mengembalikan karakter Bangsa Indonesia ke watak luhurnya, yaitu Gotong Royong. Dengan melemahnya integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong, menyebabkan Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara lain. Meksipun Indonesia sudah masuk dalam kalangan negara berpendapatan menengah, tetapi untuk menjadi negara maju masih banyak upaya yang harus dilakukan. Bangsa Indonesia masih harus bekerja keras. Oleh sebab itu, kita harus menjalankan Revolusi Mental, agar Indonesia menjadi lebih maju dan sejahtera.
Title: Modul Pelatihan Fasilitator Pembentukan Gugus Tugas Revolusi Mental
Description:
Konsep Revolusi Mental yang disampaikan Presiden Joko Widodo ternyata mendapat sambutan luas di masyarakat.
Itu artinya rakyat mengakui bahwa mental atau karakter bangsa Indonesia sedang mengalami krisis sehingga untuk segera memperbaikinya diperlukan tindakan yang revolusioner.
Di tahun 2015 dalam indeks daya saing global Indonesia mendapatkan penurunan dua peringkat menjadi ke-37 dari 140 negara, dan indeks pelaksanaan hak asasi manusia, menurun dari angka 2,49 menjadi 2,45.
Sementara itu, justru cenderung memperoleh skor tertinggi dalam hal yang negatif, misalnya tingkat korupsi, konflik antar golongan, dan sebagainya.
Tawaran “Revolusi Mental” yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo, menunjukkan bahwa kita sebagai negara dan bangsa telah memiliki kehendak politik untuk itu.
Ajakan Revolusi Mental oleh Presiden Joko Widodo merupakan suatu momentum yang sangat penting dan memberi harapan bagi bangsa Indonesia.
Agar Revolusi Mental tidak hanya menjadi slogan kosong, melainkan benar-benar dapat terlaksana dengan sukses mengangkat kembali kejayaan bangsa Indonesia dalam persaingan di tingkat regional dan global, perlu dirumuskan suatu rencana strategis Revolusi Mental.
Revolusi Mental pertama kali diucapkan oleh Presiden Soekarno pada pidato Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1957 dalam rangka membangkitkan semangat bangsa Indonesia untuk melanjutkan pembangunan fisik menuju pembangunan mental untuk mencapai masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur.
Bung Karno mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama–sama melaksanakan revolusi mental sebagai strategi membangun politik yang berdaulat, perekonomian yang mandiri dan berkepribadian dalam Budaya, mencapai masyarakat adil dan makmur yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia.
Strategi yang diambil di dalam Revolusi Mental adalah mengangkat beberapa nilai yang merupakan peruwujudan dari nilai-nilai Pancasila, tetapi lebih populer dan lebih mudah untuk dilaksanakan.
Nilai-nilai itu tidak perlu disakralkan, tetapi bila dilaksanakan akan mampu memiliki daya ungkit bagi mentalitas bangsa Indonesia sehingga mampu berdiri sejajar dan bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Itu sebabnya nilai-nilai itu disebut sebagai “nilai strategis-instrumental”.
Nilai-nilai ini tidak bertentangan dengan Pancasila, tetapi justru mendukung agar Pancasila bisa lebih dilaksanakan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Saat ini, terdapat tiga alasan utama mengapa Indonesia memerlukan Revolusi Mental: (1) Sudah terlalu lama terjadi praktik-praktik dalam berbangsa dan bernegara dilakukan dengan cara-cara tidak jujur; tidak memegang etika dan moral, tidak bertanggung jawab, tidak dapat diandalkan, dan tidak bisa dipercaya.
Maraknya praktik-praktik tersebut berakibat pada tingginya indeks persepsi korupsi, menyebabkan ekonomi biaya tinggi, serta pencapaian kesejahteraan rakyat yang masih jauh dari harapan, seperti yang dicita-citakan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Dengan kata lain, telah terjadi erosi nilai-nilai Integritas.
(2) Dalam bidang perekonomian kita tertinggal jauh dari negara-negara lain, karena melemahnya etos kerja, daya juang, daya saing, semangat mandiri, kreativitas, dan semangat inovatif.
(3) Sebagai bangsa kita mengalami krisis identitas.
Karakter kuat bangsa Indonesia sebagai bangsa yang mempunyai semangat Gotong Royong, saling bekerja-sama demi Kemajuan bangsa meluntur.
Kita harus mengembalikan karakter Bangsa Indonesia ke watak luhurnya, yaitu Gotong Royong.
Dengan melemahnya integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong, menyebabkan Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara lain.
Meksipun Indonesia sudah masuk dalam kalangan negara berpendapatan menengah, tetapi untuk menjadi negara maju masih banyak upaya yang harus dilakukan.
Bangsa Indonesia masih harus bekerja keras.
Oleh sebab itu, kita harus menjalankan Revolusi Mental, agar Indonesia menjadi lebih maju dan sejahtera.
Related Results
SIFAT-SIFAT MODUL SOFT
SIFAT-SIFAT MODUL SOFT
Suatu himpunan tak kosong disebut modul atas suatu ring dengan elemen satuan jika himpunan tersebut merupakan grup komutatif yang tertutup terhadap perkalian skalar yang memenuhi b...
KAJIAN KEINJEKTIFAN MODUL (MODUL INJEKTIF, MODUL INJEKTIF LEMAH, MODUL MININJEKTIF)
KAJIAN KEINJEKTIFAN MODUL (MODUL INJEKTIF, MODUL INJEKTIF LEMAH, MODUL MININJEKTIF)
Abstrak. Diberikan ÃÂ adalah -modul. Modul ÃÂ dikatakan injektif jika untuk setiap monomorfismaÃÂ ÃÂ dan setiap homomorfisma ÃÂ terdapat homomorfismaÃÂ ÃÂ sedemikian hingg...
Evaluasi Program Pelatihan Manajemen Unit Ruang Rawat (Kirkpatrick Level I Dan II) Di RSUD Praya-Nusa Tenggara Barat, 2020
Evaluasi Program Pelatihan Manajemen Unit Ruang Rawat (Kirkpatrick Level I Dan II) Di RSUD Praya-Nusa Tenggara Barat, 2020
Pelatihan Manajemen unit ruang rawat  bertujuan Agar Kepala Ruang Rawat semakin terampil dan mampu melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien, maka diperlukan pengembangan d...
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK (E-MODUL) BERBASIS FLIPBOOK MAKER UNTUK SUBTEMA PEKERJAAN DI SEKITARKU KELAS IV SD/MI
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK (E-MODUL) BERBASIS FLIPBOOK MAKER UNTUK SUBTEMA PEKERJAAN DI SEKITARKU KELAS IV SD/MI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) validitas modul elektronik (e-modul) pada subtema Pekerjaan di Sekitarku kelas IV SD/MI; 2) kepraktisan modul elektronik (e-modul) unt...
Studi Eksplorasi Program Edunation dalam Mempersiapkan Fasilitator Belajar di Yayasan Emmanuel
Studi Eksplorasi Program Edunation dalam Mempersiapkan Fasilitator Belajar di Yayasan Emmanuel
Program Edunation di Yayasan Emmanuel adalah program yang mempersiapkan fasilitator (pengajar) belajar yang sedang duduk di tingkat SMA agar mampu mengajar siswa sekolah dasar di l...
Kesahan Modul Pengajaran dan Pembelajaran Topik Aplikasi Teknologi Bagi Mata Pelajaran RBT Tingkatan 3
Kesahan Modul Pengajaran dan Pembelajaran Topik Aplikasi Teknologi Bagi Mata Pelajaran RBT Tingkatan 3
Kajian ini dijalankan bagi menentukan kesahan terhadap Modul Pengajaran dan Pembelajaran Topik Aplikasi Teknologi bagi mata pelajaran Reka Bentuk dan Teknologi Tingkatan 3 daripada...
DEKOMPOSISI MODUL AUTOMORFISMA INVARIAN ATAS MODUL KUASI-INJEKTIF DAN MODUL SQUARE-FREE
DEKOMPOSISI MODUL AUTOMORFISMA INVARIAN ATAS MODUL KUASI-INJEKTIF DAN MODUL SQUARE-FREE
Misalkan adalah modul atas ring . Injektif hull dari , dinotasikan , adalah suatu modul injektif yang memuat sebagai submodul essensialnya. Jika invarian dibawah sebarang autom...
PENGEMBANGAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA MATEMATIKA SMKN WINONGAN
PENGEMBANGAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA MATEMATIKA SMKN WINONGAN
Pengembangan modul ajar merupakan salah satu upaya yang penting dalam implementasi Kurikulum MerdekaMatematika di SMKN Winongan. Tujuan dari pengembangan modul ajar ini adalah untu...

