Javascript must be enabled to continue!
Analisis Perbandingan Suhu Rem Tromol dengan Penggunaan Fluida Sebagai Pendingin: Pendekatan Eksperimental
View through CrossRef
Kegagalan pengereman atau rem blong merupakan penyebab umum kecelakaan yang sering terjadi. Muatan berlebih (overloading) dan temperatur tromol yang tinggi (overheating) sering dicurigai sebagai pemicu utama kegagalan pengereman. Penelitian ini memfokuskan pada pengaruh muatan sumbu roda dan temperatur tromol terhadap efisiensi sistem pengereman pada mobil Toyota Avanza. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi tromol standar dan tromol yang telah dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengujian pengereman, temperatur pada tromol yang telah dimodifikasi menggunakan pendingin air lebih rendah dibandingkan dengan tromol konvensional, dengan perbedaan mencapai 30%. Perbedaan temperatur semakin signifikan ketika temperatur kerja rem mencapai di atas 100°C. Tromol water cooler brake bekerja dengan efektif untuk menahan peningkatan temperatur rem dengan cara menyebarkan panas dari kampas rem ke sirip-sirip tromol melalui perantara air pendingin. Penggunaan cairan pendingin berupa air biasa atau radiator kurang efektif karena rentan mengalami penurunan cepat akibat penguapan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang peningkatan efisiensi pengereman melalui modifikasi tromol dengan pendingin air, yang dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko kegagalan pengereman akibat muatan berlebih dan temperatur tromol yang tinggi.
Title: Analisis Perbandingan Suhu Rem Tromol dengan Penggunaan Fluida Sebagai Pendingin: Pendekatan Eksperimental
Description:
Kegagalan pengereman atau rem blong merupakan penyebab umum kecelakaan yang sering terjadi.
Muatan berlebih (overloading) dan temperatur tromol yang tinggi (overheating) sering dicurigai sebagai pemicu utama kegagalan pengereman.
Penelitian ini memfokuskan pada pengaruh muatan sumbu roda dan temperatur tromol terhadap efisiensi sistem pengereman pada mobil Toyota Avanza.
Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi tromol standar dan tromol yang telah dimodifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengujian pengereman, temperatur pada tromol yang telah dimodifikasi menggunakan pendingin air lebih rendah dibandingkan dengan tromol konvensional, dengan perbedaan mencapai 30%.
Perbedaan temperatur semakin signifikan ketika temperatur kerja rem mencapai di atas 100°C.
Tromol water cooler brake bekerja dengan efektif untuk menahan peningkatan temperatur rem dengan cara menyebarkan panas dari kampas rem ke sirip-sirip tromol melalui perantara air pendingin.
Penggunaan cairan pendingin berupa air biasa atau radiator kurang efektif karena rentan mengalami penurunan cepat akibat penguapan.
Penelitian ini memberikan wawasan tentang peningkatan efisiensi pengereman melalui modifikasi tromol dengan pendingin air, yang dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko kegagalan pengereman akibat muatan berlebih dan temperatur tromol yang tinggi.
Related Results
KARAKTERISASI TEBAL LAPISAN BATAS FLUIDA NANO ZrO2 DI PERMUKAAN PEMANAS PADA PROSES KONVEKSI ALAMIAH
KARAKTERISASI TEBAL LAPISAN BATAS FLUIDA NANO ZrO2 DI PERMUKAAN PEMANAS PADA PROSES KONVEKSI ALAMIAH
ABSTRAK KARAKTERISASI Tebal Lapisan Batas Fluida Nano ZrO2 di permukaan pemanas pada Proses Konveksi Alamiah. Pendinginan sistem sangat dipengaruhi oleh proses perpindahan panas ko...
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin. Sistem pendingin RSG-GAS terdiri dari sistem pendingin primer dan sekunder. Sistem pendingin prim...
0049 Odds Ratio Product as a Measure of Sleep Depth During REM Sleep: Effects on REM Duration and REM Sleep Fragmentation
0049 Odds Ratio Product as a Measure of Sleep Depth During REM Sleep: Effects on REM Duration and REM Sleep Fragmentation
Abstract
Introduction
The odds ratio product (ORP) is a new highly-validated electroencephalogram biomarker of sleep depth. ORP ...
Analisis Kerusakan Expansion Valve pada Mesin Pendingin Refrigerator di MT. Gas One
Analisis Kerusakan Expansion Valve pada Mesin Pendingin Refrigerator di MT. Gas One
A refrigerator cooling machine is an auxiliary machinery designed to generate a temperature that serves as a coolant for food ingredients. Among its components, the expansion valve...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
ANALISIS SIFAT MEKANIS BAJA St.60 HASIL PENGELASAN FRICTION WELDING DENGAN VARIASI PENDINGIN
ANALISIS SIFAT MEKANIS BAJA St.60 HASIL PENGELASAN FRICTION WELDING DENGAN VARIASI PENDINGIN
Banyaknya komponen dalam industri manufaktur memerlukan penggunaan teknik pengelasan yang efektif dan efisien. Pengelasan gesekan adalah metode penyambungan benda padat di mana laj...
Studi Eksperimental Performa Photovoltaic Cell dengan Variasi Jenis Pendingin
Studi Eksperimental Performa Photovoltaic Cell dengan Variasi Jenis Pendingin
Energi matahari salah satu sumber energi yang dapat dikonversikan menjadi energi listrik melalui photovoltaic cell. Salah satu tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui performa...
ANALISIS NILAI TRANSFER PANAS DALAM HEAT EXCHANGER TYPE 1-1 SHELL AND TUBE ALIRAN COUNTER CURRENT MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS
ANALISIS NILAI TRANSFER PANAS DALAM HEAT EXCHANGER TYPE 1-1 SHELL AND TUBE ALIRAN COUNTER CURRENT MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS
Unit PLTA memanfaatkan turbin untuk mengkonversi energi kinetik air menjadi energi listrik. Arus alternatif yang terbentuk oleh turbin dikonversi oleh transformator menjadi arus be...

