Javascript must be enabled to continue!
Perbandingan Pemakaian Variasi Pegas CVT Terhadap Torsi, Daya dan Konsumsi Bahan Bakar Honda Beat Pgm-Fi Tahun 2018
View through CrossRef
Modifikasi sistem CVT dengan merubah pegas dari sistem penggerak dengan tujuan agar kinerja mesin lebih bertenaga dan tarikannya lebih ringan. Hasil penelitian pegas CVT standar, torsi maksimum 29,51 NM diputaran 7500 Rpm, torsi minimum 8,80 NM di Rpm 1750 dan daya maksimum 9,8 HP di Rpm 4043, Rpm 1750 hingga 2250 Rpm sudah mencapai peak power. Bahan bakar pertalite 200 ml, di run selama 1 menit di Rpm 6000 tersisa 180 ml. Tinggi pegas 94,3 mm, diameter luar 57,2 mm, diameter dalam 46,1 mm, jumlah lilitan 6 dan diameter pegas 5, 4 mm. Pegas variasi Rpm 1000 torsi maksimum 20,25 NM di Rpm 2913. Daya maksimum 9,9 HP di Rpm 3903, Rpm 1750 hingga 2250 Rpm sudah mencapai peak power. Tinggi pegas 117, 4 mm, diameter luar 58, 5 mm, diameter dalam 50,2 mm, jumlah lilitan 6 dan diameter pegas 5, 8 mm. Pegas dengan variasi 1500 Rpm, torsi maksimum 26,83 NM pada Rpm 2560, torsi menurun di Rpm 2750 sebesar 26,46 NM. Daya maksimum 10,2 HP di Rpm 2949. Putaran 2000 Rpm hingga 2750 Rpm sudah mencapai peak power. Tinggi pegas 119, 2 mm, diameter luar 59,4 mm, diameter dalam 51,2 mm, jumlah lilitan 6 dan diameter pegas 5,6 mm. Kesimpulan pegas CVT 1500 Rpm lebih efisien dibandingkan dengan standar karena tinggi pegas antara variasi kedua inilah yang menyebabkan perbedaan antara torsi dan daya dipengaruhi oleh diameter menyebabkan rata-rata torsi dan daya yang dihasilkan lebih besar, sedangkan konsumsi bahan bakar tidak saling mempengaruhi satu sama lain
Title: Perbandingan Pemakaian Variasi Pegas CVT Terhadap Torsi, Daya dan Konsumsi Bahan Bakar Honda Beat Pgm-Fi Tahun 2018
Description:
Modifikasi sistem CVT dengan merubah pegas dari sistem penggerak dengan tujuan agar kinerja mesin lebih bertenaga dan tarikannya lebih ringan.
Hasil penelitian pegas CVT standar, torsi maksimum 29,51 NM diputaran 7500 Rpm, torsi minimum 8,80 NM di Rpm 1750 dan daya maksimum 9,8 HP di Rpm 4043, Rpm 1750 hingga 2250 Rpm sudah mencapai peak power.
Bahan bakar pertalite 200 ml, di run selama 1 menit di Rpm 6000 tersisa 180 ml.
Tinggi pegas 94,3 mm, diameter luar 57,2 mm, diameter dalam 46,1 mm, jumlah lilitan 6 dan diameter pegas 5, 4 mm.
Pegas variasi Rpm 1000 torsi maksimum 20,25 NM di Rpm 2913.
Daya maksimum 9,9 HP di Rpm 3903, Rpm 1750 hingga 2250 Rpm sudah mencapai peak power.
Tinggi pegas 117, 4 mm, diameter luar 58, 5 mm, diameter dalam 50,2 mm, jumlah lilitan 6 dan diameter pegas 5, 8 mm.
Pegas dengan variasi 1500 Rpm, torsi maksimum 26,83 NM pada Rpm 2560, torsi menurun di Rpm 2750 sebesar 26,46 NM.
Daya maksimum 10,2 HP di Rpm 2949.
Putaran 2000 Rpm hingga 2750 Rpm sudah mencapai peak power.
Tinggi pegas 119, 2 mm, diameter luar 59,4 mm, diameter dalam 51,2 mm, jumlah lilitan 6 dan diameter pegas 5,6 mm.
Kesimpulan pegas CVT 1500 Rpm lebih efisien dibandingkan dengan standar karena tinggi pegas antara variasi kedua inilah yang menyebabkan perbedaan antara torsi dan daya dipengaruhi oleh diameter menyebabkan rata-rata torsi dan daya yang dihasilkan lebih besar, sedangkan konsumsi bahan bakar tidak saling mempengaruhi satu sama lain
.
Related Results
Pengaruh pemakaian bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak
Pengaruh pemakaian bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak. Seberapa besar pengaruh pemakaian berbagai bahan bak...
PENGARUH PENGGUNAAN CDI UNLIMITER TERHADAP DAYA DAN TORSI HONDA KARISMA
PENGARUH PENGGUNAAN CDI UNLIMITER TERHADAP DAYA DAN TORSI HONDA KARISMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui effektifitas penggunaan bahan bakar dari campuran gasoline-etanol dan penggunaan CDI limiter dan unlimiter. Pengujian menggunakan motor 4 ...
PERBANDINGAN UNJUK KERJA DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR ANTARA MOTOR YANG MEMPERGUNAKAN KOIL STANDAR DAN BUSI STANDAR DENGAN MOTOR YANG MEMPERGUNAKAN KOIL RACING DAN BUSI RACING MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR PERTAMAX
PERBANDINGAN UNJUK KERJA DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR ANTARA MOTOR YANG MEMPERGUNAKAN KOIL STANDAR DAN BUSI STANDAR DENGAN MOTOR YANG MEMPERGUNAKAN KOIL RACING DAN BUSI RACING MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR PERTAMAX
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa mesin dengan membandingkan sistem pengapian antara penggunaan koil standar dan busi standar dengan koil racing dan busi ...
ANALISIS PRESTASI MESIN MOTOR BAKAR DIESEL TYPE PAUSS MODEL 175 A UNTUK BAHAN BAKAR SOLAR DAN BIO SOLAR
ANALISIS PRESTASI MESIN MOTOR BAKAR DIESEL TYPE PAUSS MODEL 175 A UNTUK BAHAN BAKAR SOLAR DAN BIO SOLAR
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi energi yang dihasilkan oleh proses pembakaran yaitu kualitas dan kuantitas bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam silinder, sistem penyalaa...
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH MEDAN MAGNET 1200 GAUSS DAN 2500 GAUSS TERHADAP MESIN BENSIN BAHAN BAKAR PREMIUM
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH MEDAN MAGNET 1200 GAUSS DAN 2500 GAUSS TERHADAP MESIN BENSIN BAHAN BAKAR PREMIUM
Krisis energi pada saat ini sudah dirasakan pada beberapa negara, mereka berlomba-lomba untuk mengadakan penghematan dan pemakaian energi yang tepat diberbagai bidang. Salah satu m...
Peningkatan Unjuk Kerja Sepeda Motor Sistem Transmisi CVT Dengan Variasi Kedalaman Clutch Housing Knurling
Peningkatan Unjuk Kerja Sepeda Motor Sistem Transmisi CVT Dengan Variasi Kedalaman Clutch Housing Knurling
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kedalaman knurling pada clutch housing terhadap unjuk kerja sepeda motor dengan sistem transmisi CVT (Continuously Vari...
PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DI BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN 4 TAK
PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DI BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN 4 TAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan etanol berkadar 96% dalam bahan bakar. Data hasil pengujian menyebutkan bahan bakar pertalit memiliki nilai kadar Karb...
Studi sistem bahan bakar gas pada superheater untuk pengembangan bahan bakar alternatif
Studi sistem bahan bakar gas pada superheater untuk pengembangan bahan bakar alternatif
Kebutuhan energi di Indonesia terutama penggunaan bahan bakar solar yang semakin meningkat dan emisi gas buang yang semakin tinggi menyebabkan pemanasan global merupakan permasalah...

