Javascript must be enabled to continue!
Etika Anti-Kekerasan: Membongkar Aliansi Militerisme, Monoteisme dan Modernisme dalam Spiritualisme Kritis Ayu Utami
View through CrossRef
Penelitian ini menganalisis konfigurasi kekuasaan “3M” (Monoteisme, Modernisme, dan Militerisme) yang memicu represi sosiopolitik di Indonesia melalui lensa pemikiran Ayu Utami. Menggunakan kerangka genealogi Foucault dan dekonstruksi Derrida, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana konsep Spiritualisme Kritis dalam novel Bilangan Fu bertransformasi menjadi etika anti-kekerasan yang relevan dengan krisis demokrasi kontemporer. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif melalui studi pustaka dan teknik close reading terhadap teks primer. Hasil analisis menunjukkan bahwa aliansi 3M beroperasi sebagai rezim kebenaran yang melegitimasi kekerasan melalui rasionalitas instrumental dan dogma moral eksklusif. Militerisme ditemukan tidak hanya bertindak koersif, tetapi juga meresap ke dalam nalar sipil dan tata kelola negara. Sebaliknya, Spiritualisme Kritis mendekonstruksi kemutlakan tersebut dengan memosisikan kebenaran sebagai misteri yang “selalu tertunda,” sehingga memberikan ruang bagi liyan serta spiritualitas lokal yang selama ini terpinggirkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Spiritualisme Kritis merupakan agensi perlawanan etis yang krusial untuk menghadapi tantangan intoleransi. Temuan ini menawarkan kontribusi teoretis dalam merumuskan model tindakan etis yang mampu mengkritisi dominasi kekuasaan tanpa mereproduksi siklus kekerasan sistemik dalam masyarakat plural.
Title: Etika Anti-Kekerasan: Membongkar Aliansi Militerisme, Monoteisme dan Modernisme dalam Spiritualisme Kritis Ayu Utami
Description:
Penelitian ini menganalisis konfigurasi kekuasaan “3M” (Monoteisme, Modernisme, dan Militerisme) yang memicu represi sosiopolitik di Indonesia melalui lensa pemikiran Ayu Utami.
Menggunakan kerangka genealogi Foucault dan dekonstruksi Derrida, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana konsep Spiritualisme Kritis dalam novel Bilangan Fu bertransformasi menjadi etika anti-kekerasan yang relevan dengan krisis demokrasi kontemporer.
Metode penelitian dilakukan secara kualitatif melalui studi pustaka dan teknik close reading terhadap teks primer.
Hasil analisis menunjukkan bahwa aliansi 3M beroperasi sebagai rezim kebenaran yang melegitimasi kekerasan melalui rasionalitas instrumental dan dogma moral eksklusif.
Militerisme ditemukan tidak hanya bertindak koersif, tetapi juga meresap ke dalam nalar sipil dan tata kelola negara.
Sebaliknya, Spiritualisme Kritis mendekonstruksi kemutlakan tersebut dengan memosisikan kebenaran sebagai misteri yang “selalu tertunda,” sehingga memberikan ruang bagi liyan serta spiritualitas lokal yang selama ini terpinggirkan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Spiritualisme Kritis merupakan agensi perlawanan etis yang krusial untuk menghadapi tantangan intoleransi.
Temuan ini menawarkan kontribusi teoretis dalam merumuskan model tindakan etis yang mampu mengkritisi dominasi kekuasaan tanpa mereproduksi siklus kekerasan sistemik dalam masyarakat plural.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
Perlawanan tanpa kekerasan sering dikaitkan dengan istilah pacifisme. Istilah pacifisme berasal dari bahasa Latin yaitu paci- yang berarti “perdamaian” dan –ficus yang berarti “mem...
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekerasan yang terdapat dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching menggunakan perspektif Johan Galtung. Tujuan dilakukannya penel...
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
Sebagai ilmu preskriptif, etika adalah cabang filsafat yang mempertimbangakan secara kritis tindakan mana yang baik atau tindakan mana yang buruk berdasarkan ajaran moral tertentu....
Representasi Kekerasan Struktural, Kultural, dan Langsung dalam Novel Kereta Semar Lembu Karya Zaky Yamani: Analisis Perspektif Johan Galtung
Representasi Kekerasan Struktural, Kultural, dan Langsung dalam Novel Kereta Semar Lembu Karya Zaky Yamani: Analisis Perspektif Johan Galtung
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis representasi kekerasan struktural, kekerasan kultural, dan kekerasan langsung dalam novel Kereta Semar Lembu karya Z...
ETIKA AJARAN AGAMA BUDDHA UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA DALAM KEBERSAMAAN
ETIKA AJARAN AGAMA BUDDHA UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA DALAM KEBERSAMAAN
Penelitian ini mengkaji etika ajaran agama Buddha untuk membangun bangsa dan negara dalam kebersamaan. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan menggali data dari ber...
Studi Literatur Terhadap Kekerasan di Kalangan Remaja
Studi Literatur Terhadap Kekerasan di Kalangan Remaja
Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang mengangkat masalah terhadap kekerasan di kalangan remaja. Tujuan penelitian untuk memberikan pemahaman terhadap pembaca men...

