Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH STRATIFIKASI SOSIAL (EKONOMI) TERHADAP TINGKAT KESENJANGAN SOSIAL SISWA SMA
View through CrossRef
Social stratification is a common phenomenon that can impact various aspects of societal life, including in educational settings. This research explores the impact of socioeconomic stratification on social inequality at SMAIT Al Uswah Bangil. Social stratification is often associated with economic factors such as pocket money, which can create significant differences among students and lead to social conflicts. The research employed a descriptive quantitative approach with a population of students from grade XI at SMAIT Al Uswah Bangil. Data were collected through questionnaires and analyzed to evaluate the impact of socioeconomic stratification on social inequality within the school. The results indicate that 89% of students have a daily allowance of less than Rp. 30,000, both during and outside school hours. About 72.2% of students feel uncomfortable with the practice of selecting friends based on upper-class status, and 66.7% have experienced violence or bullying by such groups. The study also found that 68% of students have experienced trauma from bullying, and 53% believe there are upper-class groups within the school. It can be concluded that economic social stratification significantly affects the level of social inequality and conflicts among students. To tackle these issues, it is recommended to carry out comprehensive socialization and monitoring on social stratification to improve students' understanding and foster greater solidarity among them.
ABSTRAK
Stratifikasi sosial adalah fenomena umum yang dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan. Penelitian ini meneliti pengaruh stratifikasi sosial ekonomi terhadap ketimpangan sosial di SMAIT Al Uswah Bangil. Stratifikasi sosial sering kali terkait dengan faktor ekonomi seperti uang saku, yang dapat menciptakan perbedaan signifikan antara siswa dan menimbulkan konflik sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan populasi dan sampel dari siswa kelas XI SMAIT Al Uswah Bangil. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis untuk mengevaluasi dampak stratifikasi sosial ekonomi terhadap ketimpangan sosial di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 89% siswa memiliki uang saku kurang dari Rp. 30.000 per hari, sedangkan hanya 11% yang memiliki uang saku lebih dari jumlah tersebut. Sebanyak 32% siswa membantu tugas kelompok dengan uang, yang dapat menyebabkan kecemburuan sosial. Selain itu, 88,3% siswa berpendapat bahwa perilaku eksklusif berlaku tidak hanya selama jam pembelajaran, tetapi juga di luar jam pembelajaran. Sekitar 72,2% siswa merasa tidak nyaman dengan perilaku memilah teman dari kelompok upperclass, dan 66,7% mengalami kekerasan atau bullying oleh kelompok tersebut. Penelitian juga menemukan bahwa 68% siswa mengalami trauma akibat bullying, dan 53% siswa merasa adanya kelompok upperclass di sekolah. Dapat disimpulkan bahwa stratifikasi sosial ekonomi secara signifikan mempengaruhi tingkat kesenjangan sosial dan konflik di antara siswa. Untuk mengatasi masalah ini, disarankan penyelenggaraan sosialisasi dan pengawasan yang komprehensif tentang stratifikasi sosial untuk meningkatkan pemahaman dan solidaritas di kalangan siswa.
Maulana Malik Ibrahim State Islamic University
Title: PENGARUH STRATIFIKASI SOSIAL (EKONOMI) TERHADAP TINGKAT KESENJANGAN SOSIAL SISWA SMA
Description:
Social stratification is a common phenomenon that can impact various aspects of societal life, including in educational settings.
This research explores the impact of socioeconomic stratification on social inequality at SMAIT Al Uswah Bangil.
Social stratification is often associated with economic factors such as pocket money, which can create significant differences among students and lead to social conflicts.
The research employed a descriptive quantitative approach with a population of students from grade XI at SMAIT Al Uswah Bangil.
Data were collected through questionnaires and analyzed to evaluate the impact of socioeconomic stratification on social inequality within the school.
The results indicate that 89% of students have a daily allowance of less than Rp.
30,000, both during and outside school hours.
About 72.
2% of students feel uncomfortable with the practice of selecting friends based on upper-class status, and 66.
7% have experienced violence or bullying by such groups.
The study also found that 68% of students have experienced trauma from bullying, and 53% believe there are upper-class groups within the school.
It can be concluded that economic social stratification significantly affects the level of social inequality and conflicts among students.
To tackle these issues, it is recommended to carry out comprehensive socialization and monitoring on social stratification to improve students' understanding and foster greater solidarity among them.
ABSTRAK
Stratifikasi sosial adalah fenomena umum yang dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan.
Penelitian ini meneliti pengaruh stratifikasi sosial ekonomi terhadap ketimpangan sosial di SMAIT Al Uswah Bangil.
Stratifikasi sosial sering kali terkait dengan faktor ekonomi seperti uang saku, yang dapat menciptakan perbedaan signifikan antara siswa dan menimbulkan konflik sosial.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan populasi dan sampel dari siswa kelas XI SMAIT Al Uswah Bangil.
Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis untuk mengevaluasi dampak stratifikasi sosial ekonomi terhadap ketimpangan sosial di sekolah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 89% siswa memiliki uang saku kurang dari Rp.
30.
000 per hari, sedangkan hanya 11% yang memiliki uang saku lebih dari jumlah tersebut.
Sebanyak 32% siswa membantu tugas kelompok dengan uang, yang dapat menyebabkan kecemburuan sosial.
Selain itu, 88,3% siswa berpendapat bahwa perilaku eksklusif berlaku tidak hanya selama jam pembelajaran, tetapi juga di luar jam pembelajaran.
Sekitar 72,2% siswa merasa tidak nyaman dengan perilaku memilah teman dari kelompok upperclass, dan 66,7% mengalami kekerasan atau bullying oleh kelompok tersebut.
Penelitian juga menemukan bahwa 68% siswa mengalami trauma akibat bullying, dan 53% siswa merasa adanya kelompok upperclass di sekolah.
Dapat disimpulkan bahwa stratifikasi sosial ekonomi secara signifikan mempengaruhi tingkat kesenjangan sosial dan konflik di antara siswa.
Untuk mengatasi masalah ini, disarankan penyelenggaraan sosialisasi dan pengawasan yang komprehensif tentang stratifikasi sosial untuk meningkatkan pemahaman dan solidaritas di kalangan siswa.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
SURVEI TINGKAT GIZI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 ANDONG TAHUN 2022
SURVEI TINGKAT GIZI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 ANDONG TAHUN 2022
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat gizi siswa kelas X SMA Negeri 1 Andong tahun 2022. Metode penelitian adalah prosedur ataupun cara yang dilakukan untuk menca...
Pengaruh Keteladanan Guru Dan Budaya Sekolah Terhadap Etika Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo (Studi pada Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo)
Pengaruh Keteladanan Guru Dan Budaya Sekolah Terhadap Etika Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo (Studi pada Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo)
Pendidikan bagi siswa bersumber dari konsep-konsep yang ada dalam ajaran Islam, etika sangat berkaitan dengan diri, orang tua, guru, teman dan masyarakat luas. Tujuan penelitian in...
DAMPAK KESENJANGAN SOSIAL DI INDONESIA
DAMPAK KESENJANGAN SOSIAL DI INDONESIA
Kesenjangan sosial menjadi salah satu permasalahan di Indonesia , kesenjangan sosial adalah ketidak seimbangan sosial yang menyebabkan perbedaan yang signifikan dalam ekonomi. Kese...
PENGARUH KESENJANGAN SOSIAL TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI MI DARUSSALAM SIDOARJO
PENGARUH KESENJANGAN SOSIAL TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI MI DARUSSALAM SIDOARJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kesenjangan sosial terhadap minat belajar siswa di MI Darussalam Sidoarjo. Kesenjangan sosial dapat menciptakan ketidaksetara...
PENGARUH PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
PENGARUH PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
The aims of this study were (1) to determine the effect of limited face-to-face learning on social science learning outcomes for VII grade students at MTs Ar Rofiqy Bogor, (2) to d...
PENGELOLAAN PROGRAM ULANGAN HARIAN BERSAMA (UHB) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
PENGELOLAAN PROGRAM ULANGAN HARIAN BERSAMA (UHB) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak dari program Ulangan Harian Bersama (UHB) terhadap peningkatan motivasi belajar siswa.Data yang digunakan dalam penelitian ini didapat...
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
Motivasi belajar matematika merupakan elemen penting dalam pembelajaran matematika. Motivasi belajar matematika siswa berbeda-beda dalam hal tingkat motivasi dan jenis motivasinya....

