Javascript must be enabled to continue!
Metafisika Kehadiran dalam Mitos Larangan Membangun Rumah Bertingkat sebagai Kearifan Lokal di Darmaraja-Sumedang
View through CrossRef
Dalam atmosfer tradisional sebuah mitos senantiasa berelasi dengan tiga struktur, alam, manusia dan Tuhan. Sehingga tidak ada mitos yang tidak memiliki titik-titik relasi ketiga hal ini. Namun, dalam dunia di mana hegemoni modernisme mendominasi cara berpikir dan bertindak, sehingga pada gilirannya menciptakan atmosfer modernya sendiri, titik-titik yang saling bersambungan dalam dunia tradisional terputus satu sama lain. Implikasinya, tatanan kosmos tradisional pecah, terfragmentasi. Dunia tradisional juga memberikan tanda, sekaligus juga jalan pada sejenis upaya penjagaan yang bersifat lembut atas realitas, melalui mitos. Di mana kata kuncinya adalah keselarasan, melalui mitos, tradisi mempertahankan domain alam, manusia dan Tuhan, bekerja secara bersamaan. Dalam konteks inilah penelitian ini hendak menelaah sejauh mana pengaruh mitos masih jadi pedoman (dalam masyarakat Desa Darmaraja-Sumedang) dan mempertahankan relevansinya di hadapan kepungan pengaruh modernisme. Adalah mitos—yang kemudian menjadi kearifan lokal atau anutan kepercayaan—di sana dipertahankan, atau justru dikompromikan dengan keadaan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa mitos larangan membangun rumah bertingkat (dalam masyarakat Desa Darmaraja-Sumedang) dipertahankan, dan sekalipun sudah ada yang melanggar mitos ini, secara filosofis dan secara faktual, data menunjukan kekukuhan mitos.
Sunan Gunung Djati State Islamic University of Bandung
Title: Metafisika Kehadiran dalam Mitos Larangan Membangun Rumah Bertingkat sebagai Kearifan Lokal di Darmaraja-Sumedang
Description:
Dalam atmosfer tradisional sebuah mitos senantiasa berelasi dengan tiga struktur, alam, manusia dan Tuhan.
Sehingga tidak ada mitos yang tidak memiliki titik-titik relasi ketiga hal ini.
Namun, dalam dunia di mana hegemoni modernisme mendominasi cara berpikir dan bertindak, sehingga pada gilirannya menciptakan atmosfer modernya sendiri, titik-titik yang saling bersambungan dalam dunia tradisional terputus satu sama lain.
Implikasinya, tatanan kosmos tradisional pecah, terfragmentasi.
Dunia tradisional juga memberikan tanda, sekaligus juga jalan pada sejenis upaya penjagaan yang bersifat lembut atas realitas, melalui mitos.
Di mana kata kuncinya adalah keselarasan, melalui mitos, tradisi mempertahankan domain alam, manusia dan Tuhan, bekerja secara bersamaan.
Dalam konteks inilah penelitian ini hendak menelaah sejauh mana pengaruh mitos masih jadi pedoman (dalam masyarakat Desa Darmaraja-Sumedang) dan mempertahankan relevansinya di hadapan kepungan pengaruh modernisme.
Adalah mitos—yang kemudian menjadi kearifan lokal atau anutan kepercayaan—di sana dipertahankan, atau justru dikompromikan dengan keadaan.
Penelitian ini mengungkapkan bahwa mitos larangan membangun rumah bertingkat (dalam masyarakat Desa Darmaraja-Sumedang) dipertahankan, dan sekalipun sudah ada yang melanggar mitos ini, secara filosofis dan secara faktual, data menunjukan kekukuhan mitos.
Related Results
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Penelitian ini memiliki fokus untuk mengetahui keterkaitan antara kearifan lokal dengan identitas nasional, tantangan kearifan lokal di era disrupsi, dan strategi menjaga eksistens...
Kajian Tingkat Pencapaian Penerapan Smart Government Menurut OPD dan Masyarakat di Kabupaten Sumedang
Kajian Tingkat Pencapaian Penerapan Smart Government Menurut OPD dan Masyarakat di Kabupaten Sumedang
Abstract. The Smart Government concept in Sumedang Regency has derivatives, including government administration, bureaucracy, and public services. The implementation of Smart Gover...
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian di Pengadilan Agama Sumedang
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian di Pengadilan Agama Sumedang
Abstract. In living a married life, married couples often face various problems, ranging from mild to severe, which can threaten the integrity of the household and lead to divorce....
Pengantar Redaksi
Pengantar Redaksi
Jurnal Filsafat Volume 30 No. 1 Februari 2020 ini menghadirkan enam artikel dengan cakupan tema yang cukup beragama dari post-truth, ke isu lingkungan dan hak hewan hingga perdebat...
KEARIFAN LOKAL DALAM NOVEL AROK DEDES KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
KEARIFAN LOKAL DALAM NOVEL AROK DEDES KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
Jurnal ini berjudul “Kearifan Lokal dalam Novel Arok Dedes Karya Pramoedya Ananta Toer”. Penelitian ini dilatar belakangi masalah yang terjadi karena kurangnya novel yang memiliki ...
LITERASI BUDAYA SUNDA PADA INDIVIDU TIONGHOA DI SUMEDANG
LITERASI BUDAYA SUNDA PADA INDIVIDU TIONGHOA DI SUMEDANG
Abstract This study aims to describe a dance artist, Memey Maria, in preserving and inherit Sumedang classical dance to the younger generation and explore cultural literacy proces...
Civic Culture dalam Kearifan Lokal Masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah
Civic Culture dalam Kearifan Lokal Masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah
Kajian civic culture dalam kearifan lokal masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah dilakukan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat secara luas akan pentingnya me...

