Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Negara dan Kediktatoran: Perspektif Psikologi Sosial

View through CrossRef
Abstract: Leaders are almost always needed in a group or organizational situation, including a state, which has the purpose of making decisions. One style of leadership is authoritarian leadership. Leaders who embrace this leadership style are called dictators and the state or government led by dictators is called the dictatorship. However, empirical researches in psychology on dictatorship phenomena are still rarely done. Therefore, we expect this paper will encourage more empirical researches on this phenomenon in the field of psychology, especially social psychology. This article was written with a literature review approach from a variety of relevant sources: books, book chapters, review articles, and research articles. The perspective used is social psychological perspective because in our opinion it is more precise and comprehensive. The results of literature review show that dictatorship consists of three types: monarchic dictatorship, military dictatorship, and civilian dictatorship. The figure of a dictator in dictatorship state has narcissism trait classified in the Dark Triad characteristics. The dictatorship state has two main problems namely power-sharing and authoritarian control. Empirically, dictatorship practices have more negative than positive impacts on a state. In addition, dictatorship practices are also contrary to the nature of leadership should be played by a state leader. Abstrak: Pemimpin hampir selalu dibutuhkan dalam situasi kelompok atau organisasi, termasuk dalam sebuah negara, yang memiliki tujuan untuk membuat keputusan. Salah satu gaya kepemimpinan adalah kepemimpinan otoriter yang identik dengan kepemimpinan sewenang-wenang. Pemimpin yang menganut gaya kepemimpinan ini disebut dengan diktator dan negara atau pemerintahan yang dipimpin oleh diktator disebut dengan kediktatoran. Namun demikian, penelitian empiris di bidang psikologi mengenai fenomena kediktatoran masih jarang dilakukan. Oleh karena itu, tulisan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya riset-riset empiris di bidang psikologi, khususnya psikologi sosial, mengenai fenomena kediktatoran. Artikel ini ditulis dengan pendekatan telaah literatur (literature review) dari berbagai sumber yang relevan, baik itu berupa buku, book chapter, artikel telaah, maupun artikel penelitian. Perspektif yang digunakan adalah perspektif psikologi sosial karena dianggap lebih tepat dan komprehensif. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa kediktatoran terdiri dari tiga jenis, yaitu monarchic dictatorship, military dictatorship, dan civilian dictatorship. Sosok diktator dalam negara kediktatoran biasanya memiliki trait kepribadian narsisisme yang tergolong dalam karakteristik Dark Triad. Negara kediktatoran memiliki dua masalah utama yaitu power-sharing dan authoritarian control. Secara empiris, praktik kediktatoran memiliki lebih banyak dampak negatif daripada positif bagi sebuah negara. Selain itu, praktik kediktatoran juga bertentangan dengan hakikat kepemimpinan yang harusnya diperankan oleh seorang pemimpin negara.
Title: Negara dan Kediktatoran: Perspektif Psikologi Sosial
Description:
Abstract: Leaders are almost always needed in a group or organizational situation, including a state, which has the purpose of making decisions.
One style of leadership is authoritarian leadership.
Leaders who embrace this leadership style are called dictators and the state or government led by dictators is called the dictatorship.
However, empirical researches in psychology on dictatorship phenomena are still rarely done.
Therefore, we expect this paper will encourage more empirical researches on this phenomenon in the field of psychology, especially social psychology.
This article was written with a literature review approach from a variety of relevant sources: books, book chapters, review articles, and research articles.
The perspective used is social psychological perspective because in our opinion it is more precise and comprehensive.
The results of literature review show that dictatorship consists of three types: monarchic dictatorship, military dictatorship, and civilian dictatorship.
The figure of a dictator in dictatorship state has narcissism trait classified in the Dark Triad characteristics.
The dictatorship state has two main problems namely power-sharing and authoritarian control.
Empirically, dictatorship practices have more negative than positive impacts on a state.
In addition, dictatorship practices are also contrary to the nature of leadership should be played by a state leader.
Abstrak: Pemimpin hampir selalu dibutuhkan dalam situasi kelompok atau organisasi, termasuk dalam sebuah negara, yang memiliki tujuan untuk membuat keputusan.
Salah satu gaya kepemimpinan adalah kepemimpinan otoriter yang identik dengan kepemimpinan sewenang-wenang.
Pemimpin yang menganut gaya kepemimpinan ini disebut dengan diktator dan negara atau pemerintahan yang dipimpin oleh diktator disebut dengan kediktatoran.
Namun demikian, penelitian empiris di bidang psikologi mengenai fenomena kediktatoran masih jarang dilakukan.
Oleh karena itu, tulisan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya riset-riset empiris di bidang psikologi, khususnya psikologi sosial, mengenai fenomena kediktatoran.
Artikel ini ditulis dengan pendekatan telaah literatur (literature review) dari berbagai sumber yang relevan, baik itu berupa buku, book chapter, artikel telaah, maupun artikel penelitian.
Perspektif yang digunakan adalah perspektif psikologi sosial karena dianggap lebih tepat dan komprehensif.
Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa kediktatoran terdiri dari tiga jenis, yaitu monarchic dictatorship, military dictatorship, dan civilian dictatorship.
Sosok diktator dalam negara kediktatoran biasanya memiliki trait kepribadian narsisisme yang tergolong dalam karakteristik Dark Triad.
Negara kediktatoran memiliki dua masalah utama yaitu power-sharing dan authoritarian control.
Secara empiris, praktik kediktatoran memiliki lebih banyak dampak negatif daripada positif bagi sebuah negara.
Selain itu, praktik kediktatoran juga bertentangan dengan hakikat kepemimpinan yang harusnya diperankan oleh seorang pemimpin negara.

Related Results

Catatan dari Managing Editor
Catatan dari Managing Editor
Salam sejahtera, Tahun 2020 ini menandakan awal dari akhir sebuah dekade dimana terjadi berbagai perubahan sosial dan teknologi. Pertama, diketahui bahwa teknologi internet dan me...
tugas resume hukum tata negara
tugas resume hukum tata negara
Hukum tata Negara dapar diartikan dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Secara arti sempit hukum tata negara dapat diartikan hukum yang mengatur organisasi negra sedangkan dala...
tugas hukum tata negara
tugas hukum tata negara
Tujuan Hukum Tata Negara yang di simpulkan beberapa definisi di atas,bahwa hukum HTN mengkaji beberapa aspek krusial,yakni Negara/ organ Negara,hubungan antara organ/lembaga Negara...
ANISHA-HTN
ANISHA-HTN
NAMA:ANISHANIM :10200120233KELAS :HTN-FMATA KULIAH:HUKUM TATA NEGARAHUKUM TATA NEGARAA.Pengertian Hukum tata Negara pada dasarnya adalah hukum yang mengatur organisasi kek...
Pesan dari Managing Editor
Pesan dari Managing Editor
Salam sejahtera, Untuk volume 17 edisi 2 tahun 2019, Jurnal Psikologi Sosial (JPS) menerbitkan tujuh naskah dengan topik yang menyentuh berbagai fenomena di masyarakat Indonesia. ...
Tipe Negara Yunani Purba
Tipe Negara Yunani Purba
Tipe Negara Yunani Purba=>Tipe negara ialah suatu penggolongan negara yang tidak mempunyai batas-batas yang tegas. Ini berbeda dengan klasifikasi negara atas bentuk-bentuk t...
Tipe Negara Yunani Purba
Tipe Negara Yunani Purba
Tipe negara ialah suatu penggolongan negara yang tidak mempunyai batas-batas yang tegas. Ini berbeda dengan klasifikasi negara atas bentuk-bentuk tertentu, misal bentuk negara (Kes...
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
Saat ini, dibandingkan dengan negara sekitar, di manakah posisi Indonesia? Tepat sesaat sebelum pandemi, World bank mengkategorikan Indonesia pada posisi upper middle income dan PB...

Back to Top