Javascript must be enabled to continue!
REPRESENTASI KEKERASAN DALAM NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI (REPRESENTATION OF VIOLENCE IN LAUT BERCERITA NOVEL BY LEILA S. CHUDORI)
View through CrossRef
AbstractRepresentation of Violence in Laut Bercerita Novel by Leila S. Chudori. This study aims to describe the forms of violence and resistance in the novel Laut Bercerita by Leila S. Chudori. The description is done by discourse analysis. Critical discourse analysis examines various social forms and their imbalances displayed through text, then relates them to social and political contexts. This research uses descriptive qualitative method with Norman Fairclough's critical discourse analysis approach Based on the analysis, there are three types of violence, namely physical, verbal, and bureaucratic violence. The form of physical violence are beatings and torture. The form of verbal violence are to accuse and ridicule. Bureaucratic violence is shown in the form of a prohibition on joining a formal institution for people with a certain background and the prohibition of staging theater or poetry which are considered to carry certain ideologies. Meanwhile, there are two types of resistance representations, namely open resistance and closed resistance. Open resistance is shown in the form of demonstrations. Closed resistance is shown in the form of resistance to categories imposed on society. Key words: discourse practice, violence, representation AbstrakRepresentasi Kekerasan dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud kekerasan dan perlawanan dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Deskripsi tersebut dilakukan dengan analisis wacana. Analisis wacana kritis mengkaji beragam bentuk sosial dan ketimpangannya yang ditampilkan melalui teks, kemudian menghubungkannya dengan konteks sosial dan politik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Berdasarkan hasil analisis, terdapat tiga jenis kekerasan, yaitu kekerasan fisik, verbal, dan birokratik. Kekerasan fisik dengan wujud pemukulan dan penganiayaan. Kekerasan verbal dengan wujud menuduh dan mengejek. Kekerasan birokratik ditunjukkan dalam wujud larangan bergabung dengan suatu institusi formal bagi orang dengan latar belakang tertentu dan larangan pementasan seni teater atau puisi yang dianggap membawa ideologi tertentu. Sedangkan, representasi perlawanan terdapat dua jenis, yaitu perlawanan terbuka dan perlawanan tertutup. Perlawanan terbuka ditunjukkan dalam wujud demonstrasi. Perlawanan tertutup yang ditunjukkan dalam bentuk penolakan terhadap kategori-kategori yang dipaksakan terhadap masyarakat. Kata-kata kunci: wacana kritis, kekerasan, representasi
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: REPRESENTASI KEKERASAN DALAM NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI (REPRESENTATION OF VIOLENCE IN LAUT BERCERITA NOVEL BY LEILA S. CHUDORI)
Description:
AbstractRepresentation of Violence in Laut Bercerita Novel by Leila S.
Chudori.
This study aims to describe the forms of violence and resistance in the novel Laut Bercerita by Leila S.
Chudori.
The description is done by discourse analysis.
Critical discourse analysis examines various social forms and their imbalances displayed through text, then relates them to social and political contexts.
This research uses descriptive qualitative method with Norman Fairclough's critical discourse analysis approach Based on the analysis, there are three types of violence, namely physical, verbal, and bureaucratic violence.
The form of physical violence are beatings and torture.
The form of verbal violence are to accuse and ridicule.
Bureaucratic violence is shown in the form of a prohibition on joining a formal institution for people with a certain background and the prohibition of staging theater or poetry which are considered to carry certain ideologies.
Meanwhile, there are two types of resistance representations, namely open resistance and closed resistance.
Open resistance is shown in the form of demonstrations.
Closed resistance is shown in the form of resistance to categories imposed on society.
Key words: discourse practice, violence, representation AbstrakRepresentasi Kekerasan dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S.
Chudori.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud kekerasan dan perlawanan dalam novel Laut Bercerita karya Leila S.
Chudori.
Deskripsi tersebut dilakukan dengan analisis wacana.
Analisis wacana kritis mengkaji beragam bentuk sosial dan ketimpangannya yang ditampilkan melalui teks, kemudian menghubungkannya dengan konteks sosial dan politik.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough.
Berdasarkan hasil analisis, terdapat tiga jenis kekerasan, yaitu kekerasan fisik, verbal, dan birokratik.
Kekerasan fisik dengan wujud pemukulan dan penganiayaan.
Kekerasan verbal dengan wujud menuduh dan mengejek.
Kekerasan birokratik ditunjukkan dalam wujud larangan bergabung dengan suatu institusi formal bagi orang dengan latar belakang tertentu dan larangan pementasan seni teater atau puisi yang dianggap membawa ideologi tertentu.
Sedangkan, representasi perlawanan terdapat dua jenis, yaitu perlawanan terbuka dan perlawanan tertutup.
Perlawanan terbuka ditunjukkan dalam wujud demonstrasi.
Perlawanan tertutup yang ditunjukkan dalam bentuk penolakan terhadap kategori-kategori yang dipaksakan terhadap masyarakat.
Kata-kata kunci: wacana kritis, kekerasan, representasi.
Related Results
Nilai Sosial Dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori
Nilai Sosial Dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori
Menambah pengetahuan dari berbagai sumber. Salah satunya dengan sastra. Karya sastra adalah suatu bentuk gagasan, emosi, atau masalah hidup yang dikemas oleh pengarangnya. Jenis pe...
THE RED THREAD IN LEILA S. CHUDORI’S NADIRA AND PULANG (Benang Merah dalam Novel Nadira dan Pulang karya Leila S. Chudori)
THE RED THREAD IN LEILA S. CHUDORI’S NADIRA AND PULANG (Benang Merah dalam Novel Nadira dan Pulang karya Leila S. Chudori)
Novel Nadira (2015) dan Pulang (2012) karya Leila S. Chudori merupakan dua novel yang dianalisis dalam tulisan ini. Keduanya sama-sama bercerita tentang sebuah keluarga yang berjua...
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekerasan yang terdapat dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching menggunakan perspektif Johan Galtung. Tujuan dilakukannya penel...
Citra Perempuan dalam Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori
Citra Perempuan dalam Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori
This study aims to describe the dominant image of women depicted in the novel Laut Bercerita by Leila S Chudori. The problem that arises in this study is how is the image of a fema...
Representasi Identitas Masyarakat Laut dalam Kumpulan Cerita Pendek Nelayan Itu Berhenti Melaut
Representasi Identitas Masyarakat Laut dalam Kumpulan Cerita Pendek Nelayan Itu Berhenti Melaut
Kumpulan cerpen Nelayan itu Berhenti Melaut karya Safar Banggai merupakan kumpulan dari 12 cerpen yang hampir seluruhnya erat dengan latar laut dan kemaritiman. Penceritaan yang di...
Analisis Kekuasaan dan Pengetahuan dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori
Analisis Kekuasaan dan Pengetahuan dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori
Mencuatnya kembali isu pelanggaran HAM berat di masa lalu yang belum terselesaikan, seiring kemenangan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024. Memberikan dampak signifikan terhadap di...
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
Perlawanan tanpa kekerasan sering dikaitkan dengan istilah pacifisme. Istilah pacifisme berasal dari bahasa Latin yaitu paci- yang berarti “perdamaian” dan –ficus yang berarti “mem...
Kresna Duta: Akar-Akar Kekerasan dalam Pertunjukan Wayang
Kresna Duta: Akar-Akar Kekerasan dalam Pertunjukan Wayang
Violence occurred in everyday life, not knowing the limits of space, age, and social status. Violence can be done either individually or in groups. Violence can occur because of la...

