Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Implementasi Jilbab dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab Ayat 59

View through CrossRef
Seiring dengan perkembangan zaman, pemahaman terhadap Al-Qur’an pun semakin berkembang diantaranya pemahaman tentang jilbab yang sempat menjadi perdebatan yang sangat kuat sehingga menimbulkan kerancuan pemahaman di antara masyarakat khususnya di Indonesia dengan munculnya pernyataan dari salah satu mufasir Indonesia, yaitu Muhammad Quraish Shihab bahwa kewajiban jilbab bagi wanita muslim merupakan ranah ikhtilaf, yang secara tersirat menyatakan bahwa jilbab bagi wanita muslimah tidaklah wajib. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna serta perbedaan dan persamaan penafsiran implementasi jilbab dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59 berdasarkan Tafsir Fi Dzilalil Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (Library Research), yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur, baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil penelitian dari penelitian terdahulu. Sumber primer yang digunakan ialah Tafsir Fi Dzilalil Qur’an karya Sayyid Quthb dan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Metode yang digunakan ialah Deskriptif Analisis, yakni penelitian yang mengutamakan pengamatan suatu gejala, peristiwa, dan kondisi aktual di masa sekarang untuk kemudian hasil penelitian akan diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulan menggunakan metode muqarin (perbandingan), yaitu menafsirkan teks-teks ayat Al-Qur’an atau surat tertentu dengan cara membandingkan ayat dengan ayat, ayat dengan hadits, atau ayat dengan pendapat para ulama tafsir dari segi perbedaan dan persamaan. Jilbab dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59 adalah bentuk perintah Allah Swt. melalui Nabinya agar supaya istri-istri beliau, anak-anak beliau, serta wanita-wanita mukminin agar menutupi tubuhnya, kepalanya, dan belahan baju yang terletak di dadanya, dengan jilbab yang menyelimutinya agar supaya terhindar dari sebab-sebab pelecehan dan sebagai pengukuhan penghormatan atas wanita muslimah. Dan anggota tubuh yang harus ditutupi ialah seputar kepala hingga tubuh wanita muslimah dengan membiarkannya menjulur sehingga menutupi wajah dan dadanya pula
Title: Implementasi Jilbab dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab Ayat 59
Description:
Seiring dengan perkembangan zaman, pemahaman terhadap Al-Qur’an pun semakin berkembang diantaranya pemahaman tentang jilbab yang sempat menjadi perdebatan yang sangat kuat sehingga menimbulkan kerancuan pemahaman di antara masyarakat khususnya di Indonesia dengan munculnya pernyataan dari salah satu mufasir Indonesia, yaitu Muhammad Quraish Shihab bahwa kewajiban jilbab bagi wanita muslim merupakan ranah ikhtilaf, yang secara tersirat menyatakan bahwa jilbab bagi wanita muslimah tidaklah wajib.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna serta perbedaan dan persamaan penafsiran implementasi jilbab dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59 berdasarkan Tafsir Fi Dzilalil Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah.
Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (Library Research), yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur, baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil penelitian dari penelitian terdahulu.
Sumber primer yang digunakan ialah Tafsir Fi Dzilalil Qur’an karya Sayyid Quthb dan Tafsir Al-Mishbah karya M.
Quraish Shihab.
Metode yang digunakan ialah Deskriptif Analisis, yakni penelitian yang mengutamakan pengamatan suatu gejala, peristiwa, dan kondisi aktual di masa sekarang untuk kemudian hasil penelitian akan diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulan menggunakan metode muqarin (perbandingan), yaitu menafsirkan teks-teks ayat Al-Qur’an atau surat tertentu dengan cara membandingkan ayat dengan ayat, ayat dengan hadits, atau ayat dengan pendapat para ulama tafsir dari segi perbedaan dan persamaan.
Jilbab dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59 adalah bentuk perintah Allah Swt.
melalui Nabinya agar supaya istri-istri beliau, anak-anak beliau, serta wanita-wanita mukminin agar menutupi tubuhnya, kepalanya, dan belahan baju yang terletak di dadanya, dengan jilbab yang menyelimutinya agar supaya terhindar dari sebab-sebab pelecehan dan sebagai pengukuhan penghormatan atas wanita muslimah.
Dan anggota tubuh yang harus ditutupi ialah seputar kepala hingga tubuh wanita muslimah dengan membiarkannya menjulur sehingga menutupi wajah dan dadanya pula.

Related Results

Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Jujur dalam Qur’an Surah Al-Ahzab Ayat 70
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Jujur dalam Qur’an Surah Al-Ahzab Ayat 70
Abstract. This research aims to examine: (1) the opinions of commentators on Q.S. Al-Ahzab verse 70, (2) the essence of Q.S. Al-Ahzab verse 70, (3) the implications of honest chara...
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita pernah mengalami stres, yang mendorong kita untuk melakukan coping stres supaya kita tidak terjebak dan terpuruk karenanya. Kajian coping str...
Nilai-nilai Pendidikan dari QS. Al-Ahzab Ayat 70-71 tentang Etika terhadap Pembentukan Akhlak
Nilai-nilai Pendidikan dari QS. Al-Ahzab Ayat 70-71 tentang Etika terhadap Pembentukan Akhlak
Abstract. Islam teaches the purpose of keeping oral is to form a personal attitude that has the ethics when speaking, as implied in the QS. Al-Ahzab verses 70-71. Meanwhile, the ph...
ANALISA ASPEK MUNĀSABAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI TERHADAP KITAB ȘAFWAH TAFĀSĪR KARYA MUḤAMMAD ‘ĀLĪ AL-ȘĀBŪNĪ (1930-2021 M)
ANALISA ASPEK MUNĀSABAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI TERHADAP KITAB ȘAFWAH TAFĀSĪR KARYA MUḤAMMAD ‘ĀLĪ AL-ȘĀBŪNĪ (1930-2021 M)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam dan komperhensif konsep munāsabahterkait dengan pola dan pendekatan munāsabah antar ayat dalam satu surat yang digunakanMu...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
  Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
DISKURSUS MAKNA JILBAB DALAM SURAT AL-AHZAB AYAT 59 Menurut Ibnu Kathir dan M. Quraish Shihab
DISKURSUS MAKNA JILBAB DALAM SURAT AL-AHZAB AYAT 59 Menurut Ibnu Kathir dan M. Quraish Shihab
Artikel ini secara umum bertujuan untuk mengetahui makna jilbab dalam  surat  al-Ahzab  ayat  59.  Secara  lebih  rinci  tulisan  ini  menjelaskan pertama, makna jilbab menurut Ibn...
SISTEM INFORMASI PENDATAAN SURAT PADA INSTANSI PEMERINTAHAN
SISTEM INFORMASI PENDATAAN SURAT PADA INSTANSI PEMERINTAHAN
Sebuah instansi membutuhkan sistem informasi yang dapat membantu dalam pengelolaan surat. Pengelolaan surat di instansi yang menggunakan manual sering terjadi kesalahan dalam penyi...

Back to Top