Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Aspek Keselamatan Kegiatan Pelimbahan Sumber Radiasi Co-60 Bekas Penggunaan di Iradiator Karet Alam (IRKA)

View through CrossRef
Iradiator Karet Alam (IRKA) milik Pusat Riset dan Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi (PRTAIR – BRIN) digunakan sebagai fasilitas radiasi untuk penelitian dan layanan aplikasi isotop dan radiasi bagi peneliti dan pelanggan. Secara teknis, fasilitas ini digunakan sebagai media sterilisasi bagi sampel dan produk sesuai dengan dosis radiasi yang diinginkan. Beberapa sumber radiasi yang ada, sudah terpasang sejak tahun 1980-an. Seiring berjalannya waktu, 24 (dua puluh empat) sumber radiasi yang digunakan pada fasilitas tersebut sudah tidak relevan dan optimal karena mengalami peluruhan setiap 3,27 tahun sehingga perlu untuk dilakukan pelimbahan sumber radiasi bekas sebelum dilakukan penambahan atau penggantian sumber radiasi. Kendala yang muncul adalah diperlukan adanya pelimbahan pensil Co-60 yang ada agar nantinya dapat diisi dengan sumber radioaktif baru. Metode penelitian adalah dengan mengkaji dan mencermati tahapan-tahapan proses, dalam hal ini proses pengeluaran sumber radioaktif dari wadah lama dan pemindahan ke wadah pengangkutan disertai dengan kajian aspek keselamatan selama proses kegiatan. Dalam kegiatan pelimbahan ini, aspek keselamatan perlu diperhatikan, dimulai dengan pengurusan izin pelimbahan dan pengangkutan ke badan pengawas, penentuan wadah sumber radiasi yang digunakan, pemantauan paparan radiasi daerah kerja dan personel selama proses penanganan sumber radiasi dari fasilitas hingga proses pengiriman limbah ke tempat penyimpanan limbah radiasi. Aspek keselamatan selama kegiatan ini telah tepenuhi dengan perolehan laju dosis radiasi di daerah kerja dan dosis perorangan tidak melebihi ambang batas keselamatan. Setelah berlangsung selama 3 minggu efektif, proses pengiriman sumber radiasi Co-60 bekas penggunaan iradiator karet alam (IRKA) berhasil dilakukan pada tanggal 21 September 2021 dengan bukti dokumen izin pengangkutan BAPETEN dengan nomor 2234.343.45.13092021 dan Berita Acara Serah Terima sumber radiasi bekas dari Pusat Riset dan Teknologi Limbah Radioaktif (PRTLR – BRIN).  
Title: Kajian Aspek Keselamatan Kegiatan Pelimbahan Sumber Radiasi Co-60 Bekas Penggunaan di Iradiator Karet Alam (IRKA)
Description:
Iradiator Karet Alam (IRKA) milik Pusat Riset dan Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi (PRTAIR – BRIN) digunakan sebagai fasilitas radiasi untuk penelitian dan layanan aplikasi isotop dan radiasi bagi peneliti dan pelanggan.
Secara teknis, fasilitas ini digunakan sebagai media sterilisasi bagi sampel dan produk sesuai dengan dosis radiasi yang diinginkan.
Beberapa sumber radiasi yang ada, sudah terpasang sejak tahun 1980-an.
Seiring berjalannya waktu, 24 (dua puluh empat) sumber radiasi yang digunakan pada fasilitas tersebut sudah tidak relevan dan optimal karena mengalami peluruhan setiap 3,27 tahun sehingga perlu untuk dilakukan pelimbahan sumber radiasi bekas sebelum dilakukan penambahan atau penggantian sumber radiasi.
Kendala yang muncul adalah diperlukan adanya pelimbahan pensil Co-60 yang ada agar nantinya dapat diisi dengan sumber radioaktif baru.
Metode penelitian adalah dengan mengkaji dan mencermati tahapan-tahapan proses, dalam hal ini proses pengeluaran sumber radioaktif dari wadah lama dan pemindahan ke wadah pengangkutan disertai dengan kajian aspek keselamatan selama proses kegiatan.
Dalam kegiatan pelimbahan ini, aspek keselamatan perlu diperhatikan, dimulai dengan pengurusan izin pelimbahan dan pengangkutan ke badan pengawas, penentuan wadah sumber radiasi yang digunakan, pemantauan paparan radiasi daerah kerja dan personel selama proses penanganan sumber radiasi dari fasilitas hingga proses pengiriman limbah ke tempat penyimpanan limbah radiasi.
Aspek keselamatan selama kegiatan ini telah tepenuhi dengan perolehan laju dosis radiasi di daerah kerja dan dosis perorangan tidak melebihi ambang batas keselamatan.
Setelah berlangsung selama 3 minggu efektif, proses pengiriman sumber radiasi Co-60 bekas penggunaan iradiator karet alam (IRKA) berhasil dilakukan pada tanggal 21 September 2021 dengan bukti dokumen izin pengangkutan BAPETEN dengan nomor 2234.
343.
45.
13092021 dan Berita Acara Serah Terima sumber radiasi bekas dari Pusat Riset dan Teknologi Limbah Radioaktif (PRTLR – BRIN).
 .

Related Results

Evaluasi Penerapan Proteksi Radiasi pada Pekerja Radiasi di Instalasi Radiologi RS Naili DBS, RS Selaguri, dan RS UNAND
Evaluasi Penerapan Proteksi Radiasi pada Pekerja Radiasi di Instalasi Radiologi RS Naili DBS, RS Selaguri, dan RS UNAND
Telah dilakukan penelitian tentang penerapan proteksi radiasi pada pekerja radiasi di Instalasi Radiologi RS Naili DBS, RS Selaguri dan RS UNAND.  Penelitian bertujuan untuk menge...
OUTLOOK KOMODITAS KARET ALAM INDONESIA 2023
OUTLOOK KOMODITAS KARET ALAM INDONESIA 2023
Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan strategis yang telah memberi kontribusi sangat berarti bagi perekonomian Indonesia. Selama kurun waktu 2017-2021, perkebunan karet In...
Analisis Proteksi Radiasi bagi Pekerja Radiasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar
Analisis Proteksi Radiasi bagi Pekerja Radiasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar
Proteksi radiasi adalah cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan teknik kesehatan lingkungan yaitu tentang proteksi yang perlu di berikan kepada seseorang atau sekelompok oran...
Analisis Keselamatan Radiasi pada Ruangan Konvensional di Unit Radiologi RSU. Kertha Usada Singaraja
Analisis Keselamatan Radiasi pada Ruangan Konvensional di Unit Radiologi RSU. Kertha Usada Singaraja
Keselamatan Radiasi Pengion pada Bidang Medik yang dianggap Keselamatan Radiasi merupakan tindakan yang dilakukan untuk melindungi pasien, pekerja, anggota masyarakat serta lingkun...
DAMPAK RENDAHNYA HARGA KARET TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI KARET DI SUMATERA SELATAN
DAMPAK RENDAHNYA HARGA KARET TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI KARET DI SUMATERA SELATAN
Rendahnya harga karet telah memberikan berbagai dampak terhadap kondisi sosial ekonomi petani karet di Sumatera Selatan (Sumsel) dikarenakan lebih dari 40% penduduk Sumsel menggant...
DAMPAK RENDAHNYA HARGA KARET TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI KARET DI SUMATERA SELATAN
DAMPAK RENDAHNYA HARGA KARET TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI KARET DI SUMATERA SELATAN
Rendahnya harga karet telah memberikan berbagai dampak terhadap kondisi sosial ekonomi petani karet di Sumatera Selatan (Sumsel) dikarenakan lebih dari 40% penduduk Sumsel menggant...
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis, L) KLON UNGGUL DI KECAMATAN BIREM BAYEUN KABUPATEN ACEH TIMUR
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis, L) KLON UNGGUL DI KECAMATAN BIREM BAYEUN KABUPATEN ACEH TIMUR
Analisis Strategi Pengembangan Tanaman Karet (Hevea brasiliensis, L) Klon Unggul di Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Birem Baye...

Back to Top