Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS CITRA GINJAL UNTUK IDENTIFIKASI SEL PIKNOSIS DAN SEL NEKROSIS
View through CrossRef
Ginjal adalah organ yang mengatur komposisi kimia dari lingkungan dalam, melalui suatu proses majemuk yang melibatkan filtrasi, absorpsi aktif, absorpsi pasif dan sekresi. Selain itu ginjal juga mengatur tekanan darah dan volume darah dalam tubuh. Seperti halnya hati, ginjal juga rawan terhadap zat-zat kimia. Oleh karena itu, zat kimia yang terlalu banyak berada di dalam ginjal diduga akan mengakibatkan kerusakan sel, seperti piknosis dan Nekrosis. Piknosis atau pengerutan inti merupakan homogenisasi sitoplasma dan peningkatan eosinofil. Sedangkan Nekrosis merupakan kematian sel jaringan akibat jejas saat individu masih hidup. Pada penelitian di bidang biologi, dalam menentukan sil piknosis dan nekrosis umumnya mereka masih mengira-ngira dan masih menggunakan perhitungan secara manual sehingga data yang dihasilkan memiliki nilai eror yang relatif tinggi, karena sangat tipisnya perbedaan dari ciri sel-sel tersebut dan perbedaan persepsi setiap orang dalam melihat dan menghitung jumlah sel piknosis dan nekrosis. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu pemikiran serta inovasi teknologi praktis tepat guna untuk mempermudah dalam penghitungan sel-sel tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian dilakukan dengan tujuan: (1) Mencari nilai threshold yang tepat untuk identifikasi sel piknosis dan nekrosis. (2) Mencari ketepatan program aplikasi yang digunakan dalam penghitungan jumlah sel.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dalam bentuk pengolahan citra digital, dimana objek penelitiannya berupa citra digital. Pengolahan citra dilakukan dengan mengubah warna citra menjadi grayscale dan selanjutnya menapis citra menggunakan filter Gaussian dan dilanjutkan dengan mencari nilai threshold yang tepat untuk menentukan ciri dari masing-masing sel piknosis dan nekrosis.Nilai threshold yang didapatkan dari penelitian ini yaitu 0.66, 0.67, 0.68. Nilai yang paling tepat untuk mencirikan sel piknosis dan nekrosis adalah nilai threshold 0.67, selanjutnya citra hasil threshold ditest dengan aplikasi penghitungan sel dan mendapatkan hasil yang cukup memuaskan yaitu dengan nilai KR (Kesalahan Relatif) masing-masing sel (sel piknosis dan sel nekrosis) adalah 8.5% dan 9%.
Maulana Malik Ibrahim State Islamic University
Title: ANALISIS CITRA GINJAL UNTUK IDENTIFIKASI SEL PIKNOSIS DAN SEL NEKROSIS
Description:
Ginjal adalah organ yang mengatur komposisi kimia dari lingkungan dalam, melalui suatu proses majemuk yang melibatkan filtrasi, absorpsi aktif, absorpsi pasif dan sekresi.
Selain itu ginjal juga mengatur tekanan darah dan volume darah dalam tubuh.
Seperti halnya hati, ginjal juga rawan terhadap zat-zat kimia.
Oleh karena itu, zat kimia yang terlalu banyak berada di dalam ginjal diduga akan mengakibatkan kerusakan sel, seperti piknosis dan Nekrosis.
Piknosis atau pengerutan inti merupakan homogenisasi sitoplasma dan peningkatan eosinofil.
Sedangkan Nekrosis merupakan kematian sel jaringan akibat jejas saat individu masih hidup.
Pada penelitian di bidang biologi, dalam menentukan sil piknosis dan nekrosis umumnya mereka masih mengira-ngira dan masih menggunakan perhitungan secara manual sehingga data yang dihasilkan memiliki nilai eror yang relatif tinggi, karena sangat tipisnya perbedaan dari ciri sel-sel tersebut dan perbedaan persepsi setiap orang dalam melihat dan menghitung jumlah sel piknosis dan nekrosis.
Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu pemikiran serta inovasi teknologi praktis tepat guna untuk mempermudah dalam penghitungan sel-sel tersebut.
Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian dilakukan dengan tujuan: (1) Mencari nilai threshold yang tepat untuk identifikasi sel piknosis dan nekrosis.
(2) Mencari ketepatan program aplikasi yang digunakan dalam penghitungan jumlah sel.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dalam bentuk pengolahan citra digital, dimana objek penelitiannya berupa citra digital.
Pengolahan citra dilakukan dengan mengubah warna citra menjadi grayscale dan selanjutnya menapis citra menggunakan filter Gaussian dan dilanjutkan dengan mencari nilai threshold yang tepat untuk menentukan ciri dari masing-masing sel piknosis dan nekrosis.
Nilai threshold yang didapatkan dari penelitian ini yaitu 0.
66, 0.
67, 0.
68.
Nilai yang paling tepat untuk mencirikan sel piknosis dan nekrosis adalah nilai threshold 0.
67, selanjutnya citra hasil threshold ditest dengan aplikasi penghitungan sel dan mendapatkan hasil yang cukup memuaskan yaitu dengan nilai KR (Kesalahan Relatif) masing-masing sel (sel piknosis dan sel nekrosis) adalah 8.
5% dan 9%.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
Enkripsi citra dengan metode fraktal adalah proses penyandian yang mengubah citra asli (plain image) menjadi citra yang tidak bisa dimengerti (cipher image) dengan menggunakan citr...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
Steganografi dengan metode fraktal (fractal steganography) adalah teknik menyembunyikan informasi atau pesan, yang dapat berupa citra rahasia, dalam suatu citra sampul (cover image...
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN BERENERGI SUBAKUT TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN BERENERGI SUBAKUT TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh pemberian minuman berenergi subakut terhadap gambaran histologi ginjal tikus putih strain wistar. Metode : Eksperimen lab...
PENGAMANAN CITRA SIDIK JARI MENGGUNAKAN KRIPTOGRAFI DAN STEGANOGRAFI FRAKTAL
PENGAMANAN CITRA SIDIK JARI MENGGUNAKAN KRIPTOGRAFI DAN STEGANOGRAFI FRAKTAL
Banyak data multimedia penting yang bertransmisi di internet, seperti data sidik jari, dan perlu dilakukan pengamanan terhadap data tersebut. Pengamanan citra sidik jari dilakukan ...
KEBIJAKAN TRANSPLANTASI GINJAL DI INDONESIA
KEBIJAKAN TRANSPLANTASI GINJAL DI INDONESIA
Within the last few years there have been an increasing number of patients with end stage renal desease (ESRD). But the increase is not offset by the amount of the maximum service ...

