Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Pemberian Vitamin E dan Etinil Estradiol Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Putih (Rattus Norvegicus)

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian etinil estradiol mempengaruhi histopatologi ginjal tikus putih dan mengetahui efek protektik vitamin E terhadap ginjal tikus putih yang diberikan etinil estradiol. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi atas 5 kelompok perlakuan yaitu K(-) sebagai kontrol negatif; K(+) sebagai kontrol positif, diberikan etinil estradiol (EE) 150 mg/kgBB/hari; P1, diberikan EE 150 mg/kgBB/hari dan vitamin E 100 mg/kgBB/hari; P2, diberikan EE 150 mg/kgBB/hari dan vitamin E 150 mg/kgBB/hari; P3, diberikan EE 200 mg/kgBB/hari. Pemberian EE dilakukan secara subkutan dan vitamin E secara oral, selama 30 hari. Pada hari ke 31, semua hewan percobaan diterminasi dan dinekropsi, selanjutnya diambil organ ginjalnya. Organ ginjal diproses untuk dibuat sediaan histopatologi dengan pewarnaan hematoxylin eosin (HE). Variabel yang diukur berupa tingkat lesi glomerulosklerosis dan nekrosis tubulus ginjal. Hasil menunjukkan adanya pengaruh pemberian EE pada ginjal. Pemberian vitamin E dosis 100 mg/kgBB/hari tidak berbeda signifikan dengan 150 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB. Simpulannya adalah pemberian etinil estradiol dapat ditemukan perubahan histopatologi ginjal tikus putih berupa glomerulosklerosis dan nekrosis tubulus ginjal. Pemberian vitamin E dengan dosis 100 mg/kgBB/hari sudah mampu memberikan efek protektif terhadap kerusakan jaringan ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) akibat pemberian etinil estradiol 150 mg/kgBB/hari secara subkutan.
Title: Pengaruh Pemberian Vitamin E dan Etinil Estradiol Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Putih (Rattus Norvegicus)
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian etinil estradiol mempengaruhi histopatologi ginjal tikus putih dan mengetahui efek protektik vitamin E terhadap ginjal tikus putih yang diberikan etinil estradiol.
Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi atas 5 kelompok perlakuan yaitu K(-) sebagai kontrol negatif; K(+) sebagai kontrol positif, diberikan etinil estradiol (EE) 150 mg/kgBB/hari; P1, diberikan EE 150 mg/kgBB/hari dan vitamin E 100 mg/kgBB/hari; P2, diberikan EE 150 mg/kgBB/hari dan vitamin E 150 mg/kgBB/hari; P3, diberikan EE 200 mg/kgBB/hari.
Pemberian EE dilakukan secara subkutan dan vitamin E secara oral, selama 30 hari.
Pada hari ke 31, semua hewan percobaan diterminasi dan dinekropsi, selanjutnya diambil organ ginjalnya.
Organ ginjal diproses untuk dibuat sediaan histopatologi dengan pewarnaan hematoxylin eosin (HE).
Variabel yang diukur berupa tingkat lesi glomerulosklerosis dan nekrosis tubulus ginjal.
Hasil menunjukkan adanya pengaruh pemberian EE pada ginjal.
Pemberian vitamin E dosis 100 mg/kgBB/hari tidak berbeda signifikan dengan 150 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB.
Simpulannya adalah pemberian etinil estradiol dapat ditemukan perubahan histopatologi ginjal tikus putih berupa glomerulosklerosis dan nekrosis tubulus ginjal.
Pemberian vitamin E dengan dosis 100 mg/kgBB/hari sudah mampu memberikan efek protektif terhadap kerusakan jaringan ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) akibat pemberian etinil estradiol 150 mg/kgBB/hari secara subkutan.

Related Results

Gambaran Histopatologi Ovarium Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Akibat Pemberian Vitamin E dan Etinil Estradiol
Gambaran Histopatologi Ovarium Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Akibat Pemberian Vitamin E dan Etinil Estradiol
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian etinil estradiol mempengaruhi histopatoligi ovarium tikus putih dan mengetahui efek pemberian suplementasi vitamin E terh...
Pengaruh Vitamin E dan Etinil Estradiol terhadap Histopatologi Uterus Tikus Putih (Rattus norvegicus)
Pengaruh Vitamin E dan Etinil Estradiol terhadap Histopatologi Uterus Tikus Putih (Rattus norvegicus)
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa vitamin E dapat memperbaiki struktur histopatologi uterus akibat efek samping etinil estradiol. Penelitian ini menggunakan 25 ekor ...
VITAMIN D INSUFFICIENCY IN FOUR MAJOR HOSPITALS OF PUNJAB
VITAMIN D INSUFFICIENCY IN FOUR MAJOR HOSPITALS OF PUNJAB
Objective: To demonstrate vitamin D deficiency in the general population of Punjab Study Design: Observational, Cross-Sectional Place and Duration: Multicentre study co...
Efek Pemberian Buah Alpukat (Persea Americanamill) terhadap Penurunan Kadar Lipid dalam Darah Tikus Putih Jantan Obes (Rattus Norvegicus)
Efek Pemberian Buah Alpukat (Persea Americanamill) terhadap Penurunan Kadar Lipid dalam Darah Tikus Putih Jantan Obes (Rattus Norvegicus)
Profil lipid dapat memicu terjadinya hipertensi melalui berbagai mekanisme, baik secara langsung atau tidak langsung. Seiring bertambahnya usia, dengan pola makan yang tidak sehat ...
A New Method for Calculating Vitamin B6 Content and Determining Appropriate Vitamin B6 Levels in Foods
A New Method for Calculating Vitamin B6 Content and Determining Appropriate Vitamin B6 Levels in Foods
Calculating the vitamin B6 (pyridoxine and related compounds) content per 100 kcal, 100 g or 100 mL, or the reference amount customarily consumed (RACC) of food shows the vitamin B...
Uji Efek Protektif Jus Buah Tomat (Solanum Lycopersicum L.) Terhadap Fungsi Ginjal Tikus Yang Diinduksi Parasetamol
Uji Efek Protektif Jus Buah Tomat (Solanum Lycopersicum L.) Terhadap Fungsi Ginjal Tikus Yang Diinduksi Parasetamol
Parasetamol dosis berlebih dapat menyebabkan nefrotoksisitas akibat akumulasi NAPQI dan stres oksidatif, yang merusak tubulus proksimal ginjal. Tomat (Solanum lycopersicum L.), kay...
A New Method for Calculating Vitamin B12 Content and Determining Appropriate Vitamin B12 Levels in Foods
A New Method for Calculating Vitamin B12 Content and Determining Appropriate Vitamin B12 Levels in Foods
Calculating the vitamin B12 (also known as cobalamin) content per 100 kcal, 100 g or 100 mL, or the reference amount customarily consumed (RACC) of food shows the vitamin B12 conte...

Back to Top