Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Character Education Values in Folklore or Andai-andai of the Besemah Tribe Community in Lahat Regency.

View through CrossRef
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur cerita dan nilai-nilai pendidikan karakter dalam andai-andai masyarakat Suku Besemah di Kabupaten Lahat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, perekaman, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam Cerita Rakyat atau Andai-Andai Masyarakat Suku Besemah di Kabupaten Lahat terdapat gambaran etnografi masyarakat Besemah. Setelah dilakukan analisis terhadap cerita-cerita tersebut didapat bahwa setiap cerita yang dianalisis memiliki alur maju yang memperlihatkan adanya kesamaan pola cerita. Setiap cerita selalu menampilkan tokoh perempuan tangguh dan bertanggungjawab yang mewakili tokoh ibu ataupun nenek sebagai tokoh sentral dalam cerita, sedangkan tokoh ayah jarang dihadirkan dalam cerita. Nilai-nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam andai-andai masyarakat Besemah yaitu, (1) kejujuran, (2) ketulusan, (3) berbagi, (4) kepatuhan, (5) kepedulian, (6) keberanian, (7) kemandirian. Nilai kejujuran ditemukan dalam andai-andai “Batu Betangkup”, “Sang Piatu Pacak Tiduk”, dan “Hasan dan Husen”. Nilai ketulusan ditemukan dalam andai-andai “Beteri Enam Beghading Bekebun Bunge” dan “Pangkuk Remelai”. nilai berbagi ditemukan dalam andai-andai “Batu Betangkup”. Nilai kepatuhan ditemukan dalam andai-andai “Pangkuk Remelai”, “Nenek-nenek Menggali Ubi”, “Ting Bedenting”, “Beteri Due Beghading Napukkah Endung Tihi”, dan “Pihik Bute”. Nilai peduli ditemukan dalam andai-andai “Nenek-nenek Menggali Ubi”, “Ting Bedenting”, “Beteri Enam Beghading Bekebun Bunge”, dan “Hasan dan Husen”. Nilai keberanian ditemukan dalam andai-andai “Beteri Due Beghading Napukkah Endung Tihi”, “Hasan dan Husen”, dan “Pangkuk Remelai”. Serta nilai kemandirian ditemukan dalam andai-andai “Batu Betangkup” dan “Pihik Bute”.
Title: Character Education Values in Folklore or Andai-andai of the Besemah Tribe Community in Lahat Regency.
Description:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur cerita dan nilai-nilai pendidikan karakter dalam andai-andai masyarakat Suku Besemah di Kabupaten Lahat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, perekaman, dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam Cerita Rakyat atau Andai-Andai Masyarakat Suku Besemah di Kabupaten Lahat terdapat gambaran etnografi masyarakat Besemah.
Setelah dilakukan analisis terhadap cerita-cerita tersebut didapat bahwa setiap cerita yang dianalisis memiliki alur maju yang memperlihatkan adanya kesamaan pola cerita.
Setiap cerita selalu menampilkan tokoh perempuan tangguh dan bertanggungjawab yang mewakili tokoh ibu ataupun nenek sebagai tokoh sentral dalam cerita, sedangkan tokoh ayah jarang dihadirkan dalam cerita.
Nilai-nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam andai-andai masyarakat Besemah yaitu, (1) kejujuran, (2) ketulusan, (3) berbagi, (4) kepatuhan, (5) kepedulian, (6) keberanian, (7) kemandirian.
Nilai kejujuran ditemukan dalam andai-andai “Batu Betangkup”, “Sang Piatu Pacak Tiduk”, dan “Hasan dan Husen”.
Nilai ketulusan ditemukan dalam andai-andai “Beteri Enam Beghading Bekebun Bunge” dan “Pangkuk Remelai”.
nilai berbagi ditemukan dalam andai-andai “Batu Betangkup”.
Nilai kepatuhan ditemukan dalam andai-andai “Pangkuk Remelai”, “Nenek-nenek Menggali Ubi”, “Ting Bedenting”, “Beteri Due Beghading Napukkah Endung Tihi”, dan “Pihik Bute”.
Nilai peduli ditemukan dalam andai-andai “Nenek-nenek Menggali Ubi”, “Ting Bedenting”, “Beteri Enam Beghading Bekebun Bunge”, dan “Hasan dan Husen”.
Nilai keberanian ditemukan dalam andai-andai “Beteri Due Beghading Napukkah Endung Tihi”, “Hasan dan Husen”, dan “Pangkuk Remelai”.
Serta nilai kemandirian ditemukan dalam andai-andai “Batu Betangkup” dan “Pihik Bute”.

Related Results

ANALISIS NILAI SOSIAL CERITA ANDAI-ANDAI DI KECAMATAN TANJUNG SAKTI PUMI KABUPATEN LAHAT SUMATERA SELATAN
ANALISIS NILAI SOSIAL CERITA ANDAI-ANDAI DI KECAMATAN TANJUNG SAKTI PUMI KABUPATEN LAHAT SUMATERA SELATAN
ANALISIS NILAI SOSIAL CERITA ANDAI-ANDAI DI KECAMATAN TANJUNG SAKTI PUMI KABUPATEN LAHAT SUMATERA SELATAN Ike Tri Pebrianti(1), Selpi Triana(2)STKIP Muhammadiyah Pagaralamikek22@y...
Andai-Andai Folk Tale: A Tool to Promote Eco-Social Values among Children in Kedurang Community
Andai-Andai Folk Tale: A Tool to Promote Eco-Social Values among Children in Kedurang Community
Folk tales serve as a conduit for imparting knowledge concerning the natural environment and social mores to children. The 'Andai-Andai' folk tales within the context of Kedurang a...
Implementasi Pembelajaran IPS Sebagai Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
Implementasi Pembelajaran IPS Sebagai Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
This study aims to analyze the implementation of social studies learning as strengthening character education in elementary schools. The research method used is a qualitative descr...
PENERAPAN PENDEKATAN SUPERVISI KOLABORATIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI SMP NEGERI 4 LAHAT
PENERAPAN PENDEKATAN SUPERVISI KOLABORATIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI SMP NEGERI 4 LAHAT
The purpose of the school action research that has been carried out is to describe: 1) The development of the collaborative supervision process in improving the professional compet...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Archival Organization of Electronic Field Folklore Materials
Archival Organization of Electronic Field Folklore Materials
Considered such an important element of folklore archiving as the archival organization of electronic field folklore materials (different forms of recording: audio and video record...
THE SECRETORY STRUCTURE OF ESSENTIAL OILS IN SOME SPECIES OF LAMIACEAE FOR TRADITIONAL COSMETICS OF BESEMAH TRIBES LAHAT’S DISTRICT
THE SECRETORY STRUCTURE OF ESSENTIAL OILS IN SOME SPECIES OF LAMIACEAE FOR TRADITIONAL COSMETICS OF BESEMAH TRIBES LAHAT’S DISTRICT
Besemah tribe uses plants in addition to the treatment is also used for beauty treatments traditionally. Based on Agustina's (2015) study, 109 species of plants were used for tradi...
Analisis Efektivitas Anggaran Belanja Badan Keuangan Daerah Kabupaten Lahat
Analisis Efektivitas Anggaran Belanja Badan Keuangan Daerah Kabupaten Lahat
ABSTRACT This study aims to determine the effectiveness of the expenditure budget at the Lahat Regency Regional Financial Board (BKD Lahat Regency) which can affect budget perform...

Back to Top