Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STUDI ETNOBOTANI KAPUR BARUS (Dryobalanops aromatica Gaertn.) PADA MASYARAKAT LOKAL DI KAWASAN TAHURA LAE KOMBIH, KECAMATAN PENANGGALAN, SUBULUSSALAM

View through CrossRef
Taman Hutan Raya (Tahura) Lae Kombih merupakan kawasan pelestarian alam dengan tujuan menghimpun tumbuhan dan satwa baik alam maupun buatan yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian, ilmu pengetahuan, pariwisata, dan pelestarian budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pemanfaatan tradisional kapur barus (Dryobalanops aromatica Gaertn.) oleh masyarakat lokal Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif melalui pendekatan kualitatif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan lima bentuk utama pemanfaatan kapur barus oleh Masyarakat yaitu sebagai bahan bangunan, obat-obatan, wewangian alami pengawet jenazah, campuran pembuatan parfum dan bahan pangan Sebagai bahan bangunan, penggunaan tertinggi terdapat di Desa Sikelang (33,33%), diikuti oleh Desa Jontor (28,21%) dan Desa Lae Ikan (25,64%). Sebagai obat-obatan, pemanfaatan tertinggi ditemukan di Desa Sikelang (25,64%), disusul oleh Desa Lae Ikan (23,8%) dan Desa Jontor (23,08%). Untuk fungsi sebagai wewangian alami pengawet jenazah, Desa Jontor mencatat angka tertinggi (30,77%), sementara Desa Sikelang dan Lae Ikan masing-masing sebesar 23,08% dan 20,51%. Sebagai campuran parfum, penggunaan tertinggi tercatat di Desa Lae Ikan (17,95%), diikuti oleh Desa Jontor (12,82%) dan Desa Sikelang (10,26%). Dalam hal pemanfaatan sebagai pangan, Desa Lae Ikan juga menunjukkan persentase tertinggi (12,82%), sedangkan Desa Sikelang dan Jontor masing-masing sebesar 7,69% dan 5,13%.
Title: STUDI ETNOBOTANI KAPUR BARUS (Dryobalanops aromatica Gaertn.) PADA MASYARAKAT LOKAL DI KAWASAN TAHURA LAE KOMBIH, KECAMATAN PENANGGALAN, SUBULUSSALAM
Description:
Taman Hutan Raya (Tahura) Lae Kombih merupakan kawasan pelestarian alam dengan tujuan menghimpun tumbuhan dan satwa baik alam maupun buatan yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian, ilmu pengetahuan, pariwisata, dan pelestarian budaya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pemanfaatan tradisional kapur barus (Dryobalanops aromatica Gaertn.
) oleh masyarakat lokal Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.
Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif melalui pendekatan kualitatif-kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan lima bentuk utama pemanfaatan kapur barus oleh Masyarakat yaitu sebagai bahan bangunan, obat-obatan, wewangian alami pengawet jenazah, campuran pembuatan parfum dan bahan pangan Sebagai bahan bangunan, penggunaan tertinggi terdapat di Desa Sikelang (33,33%), diikuti oleh Desa Jontor (28,21%) dan Desa Lae Ikan (25,64%).
Sebagai obat-obatan, pemanfaatan tertinggi ditemukan di Desa Sikelang (25,64%), disusul oleh Desa Lae Ikan (23,8%) dan Desa Jontor (23,08%).
Untuk fungsi sebagai wewangian alami pengawet jenazah, Desa Jontor mencatat angka tertinggi (30,77%), sementara Desa Sikelang dan Lae Ikan masing-masing sebesar 23,08% dan 20,51%.
Sebagai campuran parfum, penggunaan tertinggi tercatat di Desa Lae Ikan (17,95%), diikuti oleh Desa Jontor (12,82%) dan Desa Sikelang (10,26%).
Dalam hal pemanfaatan sebagai pangan, Desa Lae Ikan juga menunjukkan persentase tertinggi (12,82%), sedangkan Desa Sikelang dan Jontor masing-masing sebesar 7,69% dan 5,13%.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Gamma-ray bursts as probes of high-redshift Lyman-αemitters and radiative transfer models
Gamma-ray bursts as probes of high-redshift Lyman-αemitters and radiative transfer models
Aims.We present the updated census and statistics of Lyman-αemitting long gamma-ray burst host galaxies (LAE-LGRBs). We investigate the properties of a subsample of LAE-LGRBs and t...
The Daily Association Between Leisure Activity Engagement and Cognitive Function
The Daily Association Between Leisure Activity Engagement and Cognitive Function
Abstract Regular leisure activity engagement (LAE) is a protective factor for maintaining cognition and reducing Alzheimer’s disease and related dementia (ADRD) r...
Kekinian Etnobotani Indonesia: Peran, Potensi, Tantangan, dan Peluang dalam Mendukung Pemanfaatan Sumber Daya Tumbuhan Berkelanjutan
Kekinian Etnobotani Indonesia: Peran, Potensi, Tantangan, dan Peluang dalam Mendukung Pemanfaatan Sumber Daya Tumbuhan Berkelanjutan
Orasi ini, menegaskan bahwa transformasi etnobotani dengan kekinian Iptek dalam pengungkapkan nilai guna dan potensi lokal tumbuhan diyakini dapat mewujudkan pengelolaan dan layana...
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Kawasan kumuh yang terjadi di Kota Tanjungbalai dikarenakan salah satunya kurangnya kesadaran masyarakat di Kota Tanjungbalai sehingga sampai saat ini masih banyak lingkungan yang ...
Perbandingan Waktu Shalat Dhuhur di Masjid Subulussalam Unismuh dan Masjid Ashabul Jannah Makassar
Perbandingan Waktu Shalat Dhuhur di Masjid Subulussalam Unismuh dan Masjid Ashabul Jannah Makassar
This study aims to analyze the differences in Dhuhr prayer times between the Subulussalam Mosque at Unismuh Makassar and the Ashabul Jannah Multimedia Mosque in Makassar City. Accu...
Jenis dan Komposisi Vegetasi di Blok Pemanfaatan, Blok Perlindungan dan Blok Tradisional di Kawasan Tahura Lae Kombih Kota Subulussalam
Jenis dan Komposisi Vegetasi di Blok Pemanfaatan, Blok Perlindungan dan Blok Tradisional di Kawasan Tahura Lae Kombih Kota Subulussalam
Kawasan Hutan Taman Hutan Raya (Tahura) Lae Kombih memiliki beberapa ekosistem/tipe vegetasi hutan. Penelitian bertujuan untuk mengindentifikasi jenis dan komposisi vegetasi pada b...

Back to Top