Javascript must be enabled to continue!
Pengembangan Aplikasi Mobile Augmented Reality untuk Mendukung Pengenalan Koleksi Museum
View through CrossRef
Museum merupakan tempat yang didalamnya terdapat benda-benda warisan budaya yang dapat digunakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan terkait sejarah di masa lalu. Namun pada kenyataannya, banyak benda bersejarah di museum yang rusak akibat dari kelalaian pengunjung dan pihak pengelola museum. Augmented Reality (AR) merupakan teknologi yang berkembang dan sangat diminati saat ini sehingga menawarkan peluang baru sebagai media alternative pengenalan benda-benda di museum. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi AR untuk mengenalkan benda-benda museum sehingga terlihat interaktif bagi pengunjung serta dapat mengurangi resiko kerusakan benda di museum. Dengan dikembangkannya aplikasi ini, diharapkan mampu meminmalisir jumlah benda-benda yang rusak karena kelalaian pengunjung serta dengan adanya sistem yang interaktif dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi musium sebagai salah satu tempat untuk mengenal dan menambah informasi terkait warisan budaya dan sejarah. Aplikasi ini dikembangkan dengan mengadopsi Agile proses untuk lebih mudah mengakomodasi perubahan. Hasil pengujian fungsionalitas setelah aplikasi diimplementasikan menunjukan bahwa semua kebutuhan fungsional telah terpenuhi oleh sistem dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa semua fitur aplikasi dapat dijalankan dengan baik di berbagai versi platform Android. Hasil dari pengujian usabilitas aplikasi dengan memberikan kuesioner System Usability Scale (SUS) kepada pengunjung museum dan staf museum, menunjukkan angka kepuasan pengunjung sebesar 86%. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini dapat dengan mudah digunakan untuk membantu pengenalan benda koleksi museum. AbstractMuseum is a place that contain various objects of cultural heritage that can lead to gain new insight and knowledge for young generations. However, there are many cases that many museum’s objects are damaged by museum visitors. Augmented Reality (AR) is an emerging technology that offer new possibilities as an alternative media to display museum collections to visitors. This work aim to develop an augmented reality application to introduce museum collections in more interesting ways for visitors and also to mitigate the risk about damaged museum collections by careless visitors. This application was developed using Agile software development process. Functional testing of proposed application shows that all functional requirements have been met by the system. Additionally, testing results indicate that all application features can be well executed in various version of Android. The result of usability testing by giving questionnaires of System Usability Scale (SUS) to the respondents of museum visitors and museum staf, obtaining visitor satisfaction result gets 86% of museum staf satisfaction toward application. From these values can be concluded that this application can help the introduction of museum objects to museum visitors. Compatibility testing indicates that the work validity of these features can be well executed.
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Title: Pengembangan Aplikasi Mobile Augmented Reality untuk Mendukung Pengenalan Koleksi Museum
Description:
Museum merupakan tempat yang didalamnya terdapat benda-benda warisan budaya yang dapat digunakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan terkait sejarah di masa lalu.
Namun pada kenyataannya, banyak benda bersejarah di museum yang rusak akibat dari kelalaian pengunjung dan pihak pengelola museum.
Augmented Reality (AR) merupakan teknologi yang berkembang dan sangat diminati saat ini sehingga menawarkan peluang baru sebagai media alternative pengenalan benda-benda di museum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi AR untuk mengenalkan benda-benda museum sehingga terlihat interaktif bagi pengunjung serta dapat mengurangi resiko kerusakan benda di museum.
Dengan dikembangkannya aplikasi ini, diharapkan mampu meminmalisir jumlah benda-benda yang rusak karena kelalaian pengunjung serta dengan adanya sistem yang interaktif dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi musium sebagai salah satu tempat untuk mengenal dan menambah informasi terkait warisan budaya dan sejarah.
Aplikasi ini dikembangkan dengan mengadopsi Agile proses untuk lebih mudah mengakomodasi perubahan.
Hasil pengujian fungsionalitas setelah aplikasi diimplementasikan menunjukan bahwa semua kebutuhan fungsional telah terpenuhi oleh sistem dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan.
Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa semua fitur aplikasi dapat dijalankan dengan baik di berbagai versi platform Android.
Hasil dari pengujian usabilitas aplikasi dengan memberikan kuesioner System Usability Scale (SUS) kepada pengunjung museum dan staf museum, menunjukkan angka kepuasan pengunjung sebesar 86%.
Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini dapat dengan mudah digunakan untuk membantu pengenalan benda koleksi museum.
AbstractMuseum is a place that contain various objects of cultural heritage that can lead to gain new insight and knowledge for young generations.
However, there are many cases that many museum’s objects are damaged by museum visitors.
Augmented Reality (AR) is an emerging technology that offer new possibilities as an alternative media to display museum collections to visitors.
This work aim to develop an augmented reality application to introduce museum collections in more interesting ways for visitors and also to mitigate the risk about damaged museum collections by careless visitors.
This application was developed using Agile software development process.
Functional testing of proposed application shows that all functional requirements have been met by the system.
Additionally, testing results indicate that all application features can be well executed in various version of Android.
The result of usability testing by giving questionnaires of System Usability Scale (SUS) to the respondents of museum visitors and museum staf, obtaining visitor satisfaction result gets 86% of museum staf satisfaction toward application.
From these values can be concluded that this application can help the introduction of museum objects to museum visitors.
Compatibility testing indicates that the work validity of these features can be well executed.
.
Related Results
Augmented Reality for Smoking Cessation: Development and Usability Study (Preprint)
Augmented Reality for Smoking Cessation: Development and Usability Study (Preprint)
BACKGROUND
The recent widespread availability of augmented reality via smartphone offers an opportunity to translate cue exposure therapy for smoking cessat...
APLIKASI MOBILE AUGMENTED REALITY HEWAN 3D SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ANAK – ANAK
APLIKASI MOBILE AUGMENTED REALITY HEWAN 3D SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ANAK – ANAK
Pembelajaran anak - anak sering kali dihadapkan pada tantangan minat belajar yang rendah akibat metode konvensional yang kurang menarik. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti menge...
Virtual Campus Tour Guide Berbasis Augmented Reality
Virtual Campus Tour Guide Berbasis Augmented Reality
The Indonesian University of Education (UPI) campus introduction media still uses a web application. The media is static and abstract because it cannot show how things really are. ...
Penerapan Augmented Reality Dalam Pengenalan Buah-Buahan Sebagai Media Pembelajaran Pada Sekolah Dasar Kartini Medan
Penerapan Augmented Reality Dalam Pengenalan Buah-Buahan Sebagai Media Pembelajaran Pada Sekolah Dasar Kartini Medan
Augmented Reality (AR), adalah teknologi dengan konsep menggabungkan dimensi dunia nyata dengan dimensi dunia maya yang di tampilkan secara realtime. Smartphone memungkinkan pengem...
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN
Abstrak. Buku yang menjadi koleksi perpustakaan merupakan aset, sehingga harus dijaga betul kondisinya agar tidak hilang ataupun rusak. Koleksi rusak diartikan sebagai menurunnya k...
SISTEM PEMBELAJARAN PERTUMBUHAN TANAMAN MENGGGUNAKAN AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID
SISTEM PEMBELAJARAN PERTUMBUHAN TANAMAN MENGGGUNAKAN AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID
Proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup, terutama pada tumbuhan membutuhkan waktu yang cukup lama, serta membutuhkan pemahaman yang besar untuk mempelajari pertumbuh...
PERMAINAN DALAM MOENS ALBUM
PERMAINAN DALAM MOENS ALBUM
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia merupakan salah satu lembaga di Indonesia yang menyimpan naskah-naskah Nusantara. Koleksi yang tersimpan terdiri lebih dari sebelas ribu na...
Rekonstruksi Sipesanpos Bina Karya
Rekonstruksi Sipesanpos Bina Karya
Masalah utama dalam pengembangan system informasi adalah ketidakkonsistenan pengembang/perancang. Seringkali tahapan terhenti sampai evaluasi, bahkan hanya sampai perancangan dan u...

