Javascript must be enabled to continue!
Peran Media Film Dokumenter dalam Membangun Empati Sosial Siswa terhadap Kelompok Marjinal
View through CrossRef
Menumbuhkan empati sosial terhadap kelompok terpinggirkan adalah tujuan penting dari pendidikan abad ke-21, namun tetap menjadi tantangan signifikan di dunia digital yang semakin terpolarisasi. Sementara film dokumenter adalah alat pedagogis yang ampuh, proses di mana mereka menumbuhkan empati pada siswa tidak sepenuhnya dipahami. Artikel ini mengeksplorasi peran media film dokumenter dalam proses membangun empati sosial di kalangan siswa SMA. Menggunakan metodologi studi penerimaan kualitatif, didasarkan pada literatur ekstensif dan penelitian perpustakaan, penelitian ini menyelidiki pengalaman siswa. Data dikumpulkan melalui proses multi-tahap, termasuk diskusi kelompok fokus pra dan sesudah penyaringan, observasi, refleksi tertulis, dan wawancara mendalam, untuk menangkap perjalanan interpretasi siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa film dokumenter berfungsi sebagai katalis yang kuat untuk mendekonstruksi stereotip yang sudah ada sebelumnya dengan memberikan pengalaman perwakilan otentik yang memanusiakan subjek yang terpinggirkan. Analisis mengungkapkan evolusi afektif yang signifikan pada siswa, dari keadaan belas kasihan yang jauh ke empati yang lebih mendalam dan mengambil perspektif. Selain itu, dengan fasilitasi terpandu, hubungan empati ini ditemukan untuk memicu kesadaran kritis yang baru lahir pada beberapa siswa, mendorong mereka untuk mempertanyakan akar sistemik ketidakadilan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film dokumenter, jika digabungkan dengan pedagogi kritis, sangat efektif dalam menumbuhkan empati sosial. Peran mereka melampaui stimulasi emosional untuk menjadi alat analisis sosial kritis. Studi ini merekomendasikan integrasi terstruktur dari tontonan dokumenter yang difasilitasi ke dalam kurikulum untuk menumbuhkan warga negara yang lebih berempati, sadar, dan terlibat secara kritis.
Title: Peran Media Film Dokumenter dalam Membangun Empati Sosial Siswa terhadap Kelompok Marjinal
Description:
Menumbuhkan empati sosial terhadap kelompok terpinggirkan adalah tujuan penting dari pendidikan abad ke-21, namun tetap menjadi tantangan signifikan di dunia digital yang semakin terpolarisasi.
Sementara film dokumenter adalah alat pedagogis yang ampuh, proses di mana mereka menumbuhkan empati pada siswa tidak sepenuhnya dipahami.
Artikel ini mengeksplorasi peran media film dokumenter dalam proses membangun empati sosial di kalangan siswa SMA.
Menggunakan metodologi studi penerimaan kualitatif, didasarkan pada literatur ekstensif dan penelitian perpustakaan, penelitian ini menyelidiki pengalaman siswa.
Data dikumpulkan melalui proses multi-tahap, termasuk diskusi kelompok fokus pra dan sesudah penyaringan, observasi, refleksi tertulis, dan wawancara mendalam, untuk menangkap perjalanan interpretasi siswa.
Temuan ini menunjukkan bahwa film dokumenter berfungsi sebagai katalis yang kuat untuk mendekonstruksi stereotip yang sudah ada sebelumnya dengan memberikan pengalaman perwakilan otentik yang memanusiakan subjek yang terpinggirkan.
Analisis mengungkapkan evolusi afektif yang signifikan pada siswa, dari keadaan belas kasihan yang jauh ke empati yang lebih mendalam dan mengambil perspektif.
Selain itu, dengan fasilitasi terpandu, hubungan empati ini ditemukan untuk memicu kesadaran kritis yang baru lahir pada beberapa siswa, mendorong mereka untuk mempertanyakan akar sistemik ketidakadilan sosial.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa film dokumenter, jika digabungkan dengan pedagogi kritis, sangat efektif dalam menumbuhkan empati sosial.
Peran mereka melampaui stimulasi emosional untuk menjadi alat analisis sosial kritis.
Studi ini merekomendasikan integrasi terstruktur dari tontonan dokumenter yang difasilitasi ke dalam kurikulum untuk menumbuhkan warga negara yang lebih berempati, sadar, dan terlibat secara kritis.
Related Results
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2019 telah merilis hasil kompetensi siswa. Dari ketiga kompetensi yang dinilai, kompetensi literasi siswa paling rendah. M...
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2019 telah merilis hasil kompetensi siswa. Dari ketiga kompetensi yang dinilai, kompetensi literasi siswa paling rendah. M...
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat partisipasi pada Kelompok Tani Mekar Bakti 3 sebagai anggota, sebagai pengelola, sebagai manajer (2) Pendapatan pada Kelompok...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Film Dokumenter Penting “Chordophone dari Timur Pulau Dewata”
Film Dokumenter Penting “Chordophone dari Timur Pulau Dewata”
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan rancangan dan implementasi hasil rancangan film dokumenter Penting “Cordophone dari Timur Pulau Dewata”, (2) mengatahui respon kalan...
Implementasi Struktur Naratif Kishotenketsu Dalam Film Dokumenter “Bandung Tanpa Batas”
Implementasi Struktur Naratif Kishotenketsu Dalam Film Dokumenter “Bandung Tanpa Batas”
Penerapan struktur naratif Kishotenketsu dalam penyusunan naskah menjadi pendekatan penceritaan yang krusial dalam produksi film dokumenter, terutama untuk menyampaikan isu sosial ...
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Abstrak . Pesannya pengguna media sosial saat ini berpotensi untuk dimanfaatkan oleh semua profesi termasuk penyuluh sebagai sumber belajar dan media informasi pertanian. Melalui p...

