Javascript must be enabled to continue!
View through CrossRef
Limbah carica (Vasconcellea pubescens A.DC) di Wonosobo dapat menjadi permasalahan. Black Soldier Fly/ BSF (Hermetia illucens L.) adalah serangga biodegradator merupakan solusi tepat. BSF mampu mengkonversi sampah organik menjadi nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas frekuensi pemberian pakan limbah industri carica terhadap perkembangan larva BSF, mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pakan terhadap pertambahan biomassa larva serta mengetahui survival rate larva BSF. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah jenis pakan yaitu carica dan pellet ayam, frekuensi pemberian pakan sebagai faktor kedua yaitu frekuensi satu hari sekali, dua hari sekali dan tiga hari Variabel penelitian berupa efektivitas frekuensi pemberian pakan larva BSF terhadap pertumbuhan dan perkembangannya dengan parameter yaitu lebar kapsul kepala, perhitungan banyak larva yang menjadi prepupa, biomassa larva serta survival rate. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA pada tingkat keteliatian 95%, apabila berpengaruh nyata akan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian Frekuensi pemberian pakan baik frekuensi satu hari sekali (F1), frekuensi dua hari sekali (F2), dan frekuensi tiga hari sekali (F3) tidak berpengaruh terhadap perkembangan larva BSF (P>0,05). Frekuensi pemberian pakan berpengaruh terhadap biomassa larva, frekuensi pemberian pakan setiap hari (F1) memiliki biomassa tertinggi sedangkan mekanisme frekuensi pemberian pakan tiga hari sekali (F3), meskipun diberikan kuantitas bobot pakan yang sama per harinya, tetap memiliki biomassa yang paling rendah. Survival rate pemberian pakan carica lebih rendah yaitu sekitar 60-70% pada ketiga frekuensi berbbeda dengan pemberian pakan pellet ayam yang masih mencapai 90% pada tiap perlakuannya.
Universitas Jenderal Soedirman
Title:
Description:
Limbah carica (Vasconcellea pubescens A.
DC) di Wonosobo dapat menjadi permasalahan.
Black Soldier Fly/ BSF (Hermetia illucens L.
) adalah serangga biodegradator merupakan solusi tepat.
BSF mampu mengkonversi sampah organik menjadi nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas frekuensi pemberian pakan limbah industri carica terhadap perkembangan larva BSF, mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pakan terhadap pertambahan biomassa larva serta mengetahui survival rate larva BSF.
Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dua faktor.
Faktor pertama adalah jenis pakan yaitu carica dan pellet ayam, frekuensi pemberian pakan sebagai faktor kedua yaitu frekuensi satu hari sekali, dua hari sekali dan tiga hari Variabel penelitian berupa efektivitas frekuensi pemberian pakan larva BSF terhadap pertumbuhan dan perkembangannya dengan parameter yaitu lebar kapsul kepala, perhitungan banyak larva yang menjadi prepupa, biomassa larva serta survival rate.
Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA pada tingkat keteliatian 95%, apabila berpengaruh nyata akan dilanjutkan dengan uji DMRT.
Hasil penelitian Frekuensi pemberian pakan baik frekuensi satu hari sekali (F1), frekuensi dua hari sekali (F2), dan frekuensi tiga hari sekali (F3) tidak berpengaruh terhadap perkembangan larva BSF (P>0,05).
Frekuensi pemberian pakan berpengaruh terhadap biomassa larva, frekuensi pemberian pakan setiap hari (F1) memiliki biomassa tertinggi sedangkan mekanisme frekuensi pemberian pakan tiga hari sekali (F3), meskipun diberikan kuantitas bobot pakan yang sama per harinya, tetap memiliki biomassa yang paling rendah.
Survival rate pemberian pakan carica lebih rendah yaitu sekitar 60-70% pada ketiga frekuensi berbbeda dengan pemberian pakan pellet ayam yang masih mencapai 90% pada tiap perlakuannya.

