Javascript must be enabled to continue!
KLASIFIKASI PENYAKIT DAUN MANGGA MENGGUNAKAN ANFIS
View through CrossRef
Deteksi penyakit daun mangga dapat dilakukan melalui analisis bentuk dan tekstur daun. Setiap jenis penyakit menyebabkan perubahan karakteristik daun, sehingga analisis bentuk dan tekstur dapat menjadi dasar klasifikasi penyakit. Metode manual seperti pengamatan visual memiliki kelemahan karena subjektif dan kurang akurat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis pengolahan citra digital untuk meningkatkan akurasi identifikasi penyakit. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem klasifikasi otomatis penyakit daun mangga menggunakan metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) untuk ekstraksi fitur tekstur dan Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) sebagai algoritma klasifikasi. Dataset yang digunakan terdiri dari citra daun mangga berpenyakit anthracnose, bacterial canker, die back, gall midge, powdery mildew, sooty mould, serta daun sehat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa akurasi tertinggi diperoleh pada pengujian lima membership function, dengan hasil terbaik oleh MF Gaussian. Fungsi keanggotaan Gaussian memberikan akurasi rata-rata 74,6% dan nilai loss terendah sebesar 0,346 dibandingkan fungsi keanggotaan lainnya. Dengan demikian, metode GLCM dan ANFIS terbukti cukup efektif dalam mengklasifikasikan penyakit daun mangga secara otomatis dan dapat menjadi solusi alternatif terhadap metode manual
Title: KLASIFIKASI PENYAKIT DAUN MANGGA MENGGUNAKAN ANFIS
Description:
Deteksi penyakit daun mangga dapat dilakukan melalui analisis bentuk dan tekstur daun.
Setiap jenis penyakit menyebabkan perubahan karakteristik daun, sehingga analisis bentuk dan tekstur dapat menjadi dasar klasifikasi penyakit.
Metode manual seperti pengamatan visual memiliki kelemahan karena subjektif dan kurang akurat.
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis pengolahan citra digital untuk meningkatkan akurasi identifikasi penyakit.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem klasifikasi otomatis penyakit daun mangga menggunakan metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) untuk ekstraksi fitur tekstur dan Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) sebagai algoritma klasifikasi.
Dataset yang digunakan terdiri dari citra daun mangga berpenyakit anthracnose, bacterial canker, die back, gall midge, powdery mildew, sooty mould, serta daun sehat.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa akurasi tertinggi diperoleh pada pengujian lima membership function, dengan hasil terbaik oleh MF Gaussian.
Fungsi keanggotaan Gaussian memberikan akurasi rata-rata 74,6% dan nilai loss terendah sebesar 0,346 dibandingkan fungsi keanggotaan lainnya.
Dengan demikian, metode GLCM dan ANFIS terbukti cukup efektif dalam mengklasifikasikan penyakit daun mangga secara otomatis dan dapat menjadi solusi alternatif terhadap metode manual.
Related Results
KAJIAN POTENSI DAN KENDALA DALAM PROSES USAHATANI DAN PEMASARAN MANGGA DI KABUPATEN INDRAMAYU
KAJIAN POTENSI DAN KENDALA DALAM PROSES USAHATANI DAN PEMASARAN MANGGA DI KABUPATEN INDRAMAYU
Mangga merupakan salah satu buah favorit yang selalu dicari oleh konsumen namun sulit didapatkan di pasar. Padahal, respon konsumen terhadap buah mangga adalah peluang bisnis yang ...
Keragaan Penanganan Pasca Panen Mangga di Kabupaten Cirebon
Keragaan Penanganan Pasca Panen Mangga di Kabupaten Cirebon
Mangga merupakan komoditas andalan dan penting bagi Indonesia, hal tersebut berdasarkan data produksi mangga Indonesia yang menepati peringkat lima dunia. Tetapi, produk mangga Ind...
Pemanfaatan limbah daun mangga arum manis pada kelompok wanita tani (KWT) melalui pembuatan produk teh daun mangga arum manis (Teh arum manis) di Kedung Krisik Utara, Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon
Pemanfaatan limbah daun mangga arum manis pada kelompok wanita tani (KWT) melalui pembuatan produk teh daun mangga arum manis (Teh arum manis) di Kedung Krisik Utara, Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon
Daun mangga arum manis merupakan limbah tidak terpakai padahal daun tersebut memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Pemanfaatan daun mangga arum manis dapat mengurangi limbah da...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Penggunaan daun cemangi oleh masyarakat Pammana kabupatenWajo sebagai tradisi turun - temurun yang dipercayai masyarakat sebagai pengobatan. Etnomedicine penggunaan daun cemangi da...
DETEKSI PENYAKIT DAUN MANGGA MENGGUNAKAN YOLOV8 BERBASIS DEEP LEARNING
DETEKSI PENYAKIT DAUN MANGGA MENGGUNAKAN YOLOV8 BERBASIS DEEP LEARNING
Mangga (Mangifera indica L.) merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia, namun produktivitasnya sering terganggu oleh penyakit dan hama yang umumnya menyerang bagian dau...
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DESA PASIRMUNCANG KABUPATEN MAJALENGKA DALAM PEMBUATAN PERENCANAAN BISNIS
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DESA PASIRMUNCANG KABUPATEN MAJALENGKA DALAM PEMBUATAN PERENCANAAN BISNIS
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi mitra dalam menghadapi permasalahan mitra. Desa Pasirmuncang merupakan sentra produksi mangga, produksi mangga yang melimpah dan...
KERAGAAN AGRIBISNIS KOMODITAS MANGGA GEDONG GINCU DI KABUPATEN CIREBON
KERAGAAN AGRIBISNIS KOMODITAS MANGGA GEDONG GINCU DI KABUPATEN CIREBON
Kabupaten Cirebon merupakan daerah potensial untuk pengembangan komoditas Mangga Gedong Gincu, tidak hanya salah satu sentra produsen Mangga Gedong Gincu tetapi berperan sebagai se...

