Javascript must be enabled to continue!
Peningkatan Keterampilan Kader Posyandu Dalam Pengukuran Antropometri Untuk Deteksi Gizi Bayi Balita
View through CrossRef
Tumbuh kembang anak ditentukan dari stimulasi dan deteksi yang dilakukan. Masalah kesehatan pada bayi dan balita seringkali diketahui karena deteksi seperti contoh pada kasus kurang gizi dan stunting.Tujuan pengabdian meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri untuk deteksi status gizi bayi dan balita. Bahan dan metode yaitu Participatory Learning and Action (PALS) melalui peningkatan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropomentri bayi dan balita.Metode melalui tahap penjajagan di evaluasi dengan pre dan post test dan observasi, tahap pelaksanaan melalui pelatihan dan pendampingan serta tahap evaluasi kegiatan yang berlangsung selama 5 bulan sejak Desember 2024-April 2025 dilaksanakan di Desa Penyaringan, Kabupaten Jembarana Bali, jumlah peserta 20 orang kader didampingi 1 bidan desa sebagai fasilitator.Hasil yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengukuran antropometrikader mencapai 80% dengan deteksi kasus yaitu menunjukkan dari 148 balita sebagian besar balita dengan gizi baik, terdapat 29,5% balita dengan gizi kurang, 6,2% balita dengan gizi lebih dan 2,7% balita dengan gizi buruk.Penurunan kesalahan pengukuran antropometri mencapai 100 % dengan monitoring dan pendampingan.Hasil wawanacara dan observasi menunjukkan bahwa kesalahan pengukuran antropometri sering terjadi karena kurangnya keterampilan dalam mengoperasikan alat.Simpulan diperlukan pendekatan inovasi dan alat teknologi tepat guna yang dapat mengantisipasi kesalahan pengukuran antropometri yang dapat dilakukan oleh kader.
Kata kunci : Kader, antropometri, keterampilan, deteksi, balita
Institut Teknologi dan Kesehatan Bali
Title: Peningkatan Keterampilan Kader Posyandu Dalam Pengukuran Antropometri Untuk Deteksi Gizi Bayi Balita
Description:
Tumbuh kembang anak ditentukan dari stimulasi dan deteksi yang dilakukan.
Masalah kesehatan pada bayi dan balita seringkali diketahui karena deteksi seperti contoh pada kasus kurang gizi dan stunting.
Tujuan pengabdian meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri untuk deteksi status gizi bayi dan balita.
Bahan dan metode yaitu Participatory Learning and Action (PALS) melalui peningkatan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropomentri bayi dan balita.
Metode melalui tahap penjajagan di evaluasi dengan pre dan post test dan observasi, tahap pelaksanaan melalui pelatihan dan pendampingan serta tahap evaluasi kegiatan yang berlangsung selama 5 bulan sejak Desember 2024-April 2025 dilaksanakan di Desa Penyaringan, Kabupaten Jembarana Bali, jumlah peserta 20 orang kader didampingi 1 bidan desa sebagai fasilitator.
Hasil yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengukuran antropometrikader mencapai 80% dengan deteksi kasus yaitu menunjukkan dari 148 balita sebagian besar balita dengan gizi baik, terdapat 29,5% balita dengan gizi kurang, 6,2% balita dengan gizi lebih dan 2,7% balita dengan gizi buruk.
Penurunan kesalahan pengukuran antropometri mencapai 100 % dengan monitoring dan pendampingan.
Hasil wawanacara dan observasi menunjukkan bahwa kesalahan pengukuran antropometri sering terjadi karena kurangnya keterampilan dalam mengoperasikan alat.
Simpulan diperlukan pendekatan inovasi dan alat teknologi tepat guna yang dapat mengantisipasi kesalahan pengukuran antropometri yang dapat dilakukan oleh kader.
Kata kunci : Kader, antropometri, keterampilan, deteksi, balita.
Related Results
PEMBERDAYAAN KADER DALAM SISTEM MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP)
PEMBERDAYAAN KADER DALAM SISTEM MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP)
Abstrak
Dalam pelaksanaan Posyandu fokus utama dalam pelaksanaan transformasi layanan primer salah satunya melalui edukasi penduduk melalui penguatan peran kader. Kader posyandu IL...
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Latar belakang: Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) pada Tahun 2018 prevalensi balita underweight di Kabupaten Way Kanan sebesar 19,57%. Kunjungan balita ke Posyand...
HUBUNGAN ANTARA KREDIBILTAS KADER DENGAN TINGKAT KUNJUNGAN DI POSYANDU
HUBUNGAN ANTARA KREDIBILTAS KADER DENGAN TINGKAT KUNJUNGAN DI POSYANDU
Background : Posyandu (Integrated Service Post in Indonesian) activities are highly dependent on its cadre, in which they play a pivotal role in helping the Posyandu activities. Po...
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Balita Melalui Pelatihan Pijat Bayi di Desa Dajan Peken Tabanan Bali
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Balita Melalui Pelatihan Pijat Bayi di Desa Dajan Peken Tabanan Bali
Baby massage is a touch therapy that can help optimize baby's growth and development. Baby massage should be done by the mother or the closest person, because the touch given by th...
Pengembangan dan Pelatihan Sistem Pengukuran Antropometri Digital kepada Kader Posyandu sebagai Upaya Peningkatan Pelayanan Posyandu Balita dan Pencegahan Dini Stunting
Pengembangan dan Pelatihan Sistem Pengukuran Antropometri Digital kepada Kader Posyandu sebagai Upaya Peningkatan Pelayanan Posyandu Balita dan Pencegahan Dini Stunting
Pertumbuhan dan perkembangan balita merupakan cerminan kesehatan generasi mendatang. Untuk mencegah terjadinya stunting, pelayanan posyandu menjadi sangat penting dalam memantau pe...
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
Tujuan dari pembangunan kesehatan salah satunya adalah menurunkan angka kematian bayi. Angka Kematian Bayi menurut Sustainanble Depelovment Goals (SDGs) tahun 2015 berjumlah 40 per...
Revitalisasi Posyandu Balita Nusa Indah dalam upaya peningkatan pengetahuan kader tentang gizi Balita di RW 5 Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang
Revitalisasi Posyandu Balita Nusa Indah dalam upaya peningkatan pengetahuan kader tentang gizi Balita di RW 5 Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang
Balita adalah masa yang membutuhkan perhatian ekstra baik bagi orang tua maupun bagi kesehatan. Perhatian harus diberikan pada pertumbuhan atau perkembangan, status gizi sampai pad...
GAMBARAN KARAKTERISTIK KADER POSYANDU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012
GAMBARAN KARAKTERISTIK KADER POSYANDU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012
Cakupan D/S sebesar 39,20 %, cakupan K/S 100 %, dan cakupan N/S 26,47 % . Pencapaian indikator Posyandu di Desa Singaparna tidak terlepas dari peran kader posyandu yang ada di des...

