Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

RETRIBUSI PEMOTONGAN HEWAN SEBAGAI SALAH SATU SUMBER PENDAPATAN DAERAH: STUDI KASUS UPACARA ADAT RAMBU SOLO’ DI TANA TORAJA

View through CrossRef
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yaitu suatu sistem pemikiran atau suatu metode peninjauan yang berusaha menggambarkan dan menyajikan keadaan pada saat penelitian berlangsung. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan tentang kontribusi dan efektifitas Retribusi pemotongan hewan sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tana Toraja. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh penulis dapat ditarik kesimpulan bahwa Pengelolan retribusi RPH di Kabupaten Tana Toraja pada dasarnya sudah ditetapkan dalam Perda Nomor 4 Tahun 2001 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan. Kontribusi Retribusi Potong Hewan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Tana Toraja pada tahun 2017-2021, masih terbilang sangat kurang karna persentase jauh dari angka 40%, dengan kontribusi rata-rata 2,47% pertahun. Tingkat Efektivitas Retribusi Potong Hewan di Kabupaten Tana Toraja pada tahun 2017,2020, dan 2021 tergolong sangat efektif meskipun realisasi penerimaannya tidak berada jauh dari target yang telah ditetapkan. Sementara untuk tahun 2018 diperoleh persentase sebesar 53,6% dan tahun 2019 hanya memperoleh persentase sebesar 41,30% ini menunjukkan penurunan tingkat persentase yang sangat tinggi bahkan berada jauh dari target yang telah ditetapkan karena realisanya tidak mencapai target.  
Title: RETRIBUSI PEMOTONGAN HEWAN SEBAGAI SALAH SATU SUMBER PENDAPATAN DAERAH: STUDI KASUS UPACARA ADAT RAMBU SOLO’ DI TANA TORAJA
Description:
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yaitu suatu sistem pemikiran atau suatu metode peninjauan yang berusaha menggambarkan dan menyajikan keadaan pada saat penelitian berlangsung.
Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan tentang kontribusi dan efektifitas Retribusi pemotongan hewan sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tana Toraja.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh penulis dapat ditarik kesimpulan bahwa Pengelolan retribusi RPH di Kabupaten Tana Toraja pada dasarnya sudah ditetapkan dalam Perda Nomor 4 Tahun 2001 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan.
Kontribusi Retribusi Potong Hewan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Tana Toraja pada tahun 2017-2021, masih terbilang sangat kurang karna persentase jauh dari angka 40%, dengan kontribusi rata-rata 2,47% pertahun.
Tingkat Efektivitas Retribusi Potong Hewan di Kabupaten Tana Toraja pada tahun 2017,2020, dan 2021 tergolong sangat efektif meskipun realisasi penerimaannya tidak berada jauh dari target yang telah ditetapkan.
Sementara untuk tahun 2018 diperoleh persentase sebesar 53,6% dan tahun 2019 hanya memperoleh persentase sebesar 41,30% ini menunjukkan penurunan tingkat persentase yang sangat tinggi bahkan berada jauh dari target yang telah ditetapkan karena realisanya tidak mencapai target.
 .

Related Results

PERCEPTION OF THE LOCAL TOURIST ON RAMBU SOLO CEREMONY
PERCEPTION OF THE LOCAL TOURIST ON RAMBU SOLO CEREMONY
The Rambu Solo ceremony has its uniqueness. There are various long ritual processes so this uniqueness makes Toraja a tourist destination that is visited by many tourists with many...
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Jenis-Jenis  Pajak  Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19   Irlan Fery   Fakultas Ekonomi Akuntansi Seko...
Keberadaan Adat Rambu Solo’ Di Mamasa
Keberadaan Adat Rambu Solo’ Di Mamasa
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan latar belakang munculnya adat Rambu Solo’ di Mamasa, 2) Mendeskripsikan tata cara pelaksanaan adat Rambu Solo’ di Mamasa, dan 3) M...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
FUNGSI SOSIOBUDAYA RUMAH ADAT TONGKONAN SUKU TORAJA DI LALIKAN PANGALA’, TORAJA UTARA, SULAWESI SELATAN, INDONESIA
FUNGSI SOSIOBUDAYA RUMAH ADAT TONGKONAN SUKU TORAJA DI LALIKAN PANGALA’, TORAJA UTARA, SULAWESI SELATAN, INDONESIA
  ABSTRAK Rumah Adat Tongkonan merupakan warisan budaya yang dimiliki Suku Toraja di Indonesia dimana ianya menjadi pusat kehidupan sebagai rumah adat yang multifungsi. Secara um...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
TARI TANDIK LAYAR DALAM UPACARA ADAT BAWANANG DI DESA MAPAT KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN
TARI TANDIK LAYAR DALAM UPACARA ADAT BAWANANG DI DESA MAPAT KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN
Penelitian ini berkenaan dengan Tari Tandik Layar Dalam Upacara Bawanang sebagai bagian dari upacara aruh adat bawanang. Penelitian ini dilakukan untuk menggali ingin mengetahui le...
Studi Komunikasi Budaya Masyarakat Toraja di Jakarta (Upaya Masyarakat Toraja Mempertahankan Budaya Asli)
Studi Komunikasi Budaya Masyarakat Toraja di Jakarta (Upaya Masyarakat Toraja Mempertahankan Budaya Asli)
Toraja is an area that has many unique cultures. However, over time many native Toraja people left hometown, and went to wander outside Toraja, one of which was Jakarta. The resear...

Back to Top