Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemetaan Pola Sebaran Sedimen Dasar Di Perairan Wedung, Demak

View through CrossRef
Perairan Wedung merupakan salah satu perairan dengan tingkat sedimentasi yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan banyaknya muara sungai yang mendepositkan sedimen di perairan tersebut, diantaranya adalah Sungai Jajar, Gojoyo, dan Saklenting. Muara sebagai penghubung antara sungai dengan laut, cenderung berpotensi terjadinya sedimentasi karena sedimen dari sungai dan dari laut akan bertemu di muara tersebut sehingga terjadi pendangkalan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik sedimen dan pola sebaran sedimen dasar di Perairan Wedung, Demak. Parameter yang diteliti antara lain sedimen dasar, arus, pasang surut, dan batimetri. Metode yang digunakan metode shieving kering dan basah, pemetaan dengan ArcGIS 10.3 dan pemodelan menggunakan MIKE 21. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sebaran sedimen adalah jenis lanau, lanau pasiran, pasir, dan pasir lanauan. Kecepatan arus berkisar 0,000029 – 0,086279 m/s dengan jenis arus pasang surut. Kondisi batimetri landai dengan kedalaman 0 – 30 m.AbstractThe Wedung waters exhibit a relatively elevated sedimentation rate. This occurrence can be attributed to the substantial quantity of sediment deposited in these waters by various river estuaries, such as the Jajar, Gojoyo, and Saklenting Rivers. The estuarine environment, serving as a transitional zone between fluvial and marine systems, exhibits a propensity for sediment accumulation due to the confluence of riverine and marine sediment, leading to the phenomenon of siltation. The objective of this investigation was to ascertain the properties and spatial arrangement of sedimentary deposits located at Wedung Waters, Demak. The parameters that were examined encompassed bed load sediment, currents, tides, and bathymetry. The employed techniques encompass dry and wet sieving methodologies, cartographic representation through ArcGIS 10.3, and simulation via MIKE 21. The findings of this investigation suggest that the sediment distribution comprises a combination of silt and sand. The present velocity spectrum, including tidal currents, spans from 0.000029 to 0.086279 meters per second. The bathymetry conditions exhibit a sloping topography, characterized by a depth range of 0 to 30 meters.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Pemetaan Pola Sebaran Sedimen Dasar Di Perairan Wedung, Demak
Description:
Perairan Wedung merupakan salah satu perairan dengan tingkat sedimentasi yang cukup tinggi.
Hal ini dikarenakan banyaknya muara sungai yang mendepositkan sedimen di perairan tersebut, diantaranya adalah Sungai Jajar, Gojoyo, dan Saklenting.
Muara sebagai penghubung antara sungai dengan laut, cenderung berpotensi terjadinya sedimentasi karena sedimen dari sungai dan dari laut akan bertemu di muara tersebut sehingga terjadi pendangkalan.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik sedimen dan pola sebaran sedimen dasar di Perairan Wedung, Demak.
Parameter yang diteliti antara lain sedimen dasar, arus, pasang surut, dan batimetri.
Metode yang digunakan metode shieving kering dan basah, pemetaan dengan ArcGIS 10.
3 dan pemodelan menggunakan MIKE 21.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan sebaran sedimen adalah jenis lanau, lanau pasiran, pasir, dan pasir lanauan.
Kecepatan arus berkisar 0,000029 – 0,086279 m/s dengan jenis arus pasang surut.
Kondisi batimetri landai dengan kedalaman 0 – 30 m.
AbstractThe Wedung waters exhibit a relatively elevated sedimentation rate.
This occurrence can be attributed to the substantial quantity of sediment deposited in these waters by various river estuaries, such as the Jajar, Gojoyo, and Saklenting Rivers.
The estuarine environment, serving as a transitional zone between fluvial and marine systems, exhibits a propensity for sediment accumulation due to the confluence of riverine and marine sediment, leading to the phenomenon of siltation.
The objective of this investigation was to ascertain the properties and spatial arrangement of sedimentary deposits located at Wedung Waters, Demak.
The parameters that were examined encompassed bed load sediment, currents, tides, and bathymetry.
The employed techniques encompass dry and wet sieving methodologies, cartographic representation through ArcGIS 10.
3, and simulation via MIKE 21.
The findings of this investigation suggest that the sediment distribution comprises a combination of silt and sand.
The present velocity spectrum, including tidal currents, spans from 0.
000029 to 0.
086279 meters per second.
The bathymetry conditions exhibit a sloping topography, characterized by a depth range of 0 to 30 meters.

Related Results

Analisa sedimen transport pada model saluran terbuka (studi laboratorium)
Analisa sedimen transport pada model saluran terbuka (studi laboratorium)
Sedimen adalah hasil proses erosi, baik berupa erosi permukaan, erosi parit, atau jenis erosi tanah lainnya. Sedimen umumnya mengendap di bagian bawah kaki bukit, di daerah genanga...
KARATKTERISTIK SEDIMEN BERDASARKAN POLA ARUS DI PERAIRAN TELUK KENDARI
KARATKTERISTIK SEDIMEN BERDASARKAN POLA ARUS DI PERAIRAN TELUK KENDARI
Teluk Kendari merupakan perairan semi tertutup yang berbentuk cekungan yang menjorok ke daratan dan dipengaruhi oleh aktivitas manusia dan alam. Daerah ini selalu menerima suplai s...
Sebaran Ukuran Butir di Perairan Kemujan, Karimunjawa
Sebaran Ukuran Butir di Perairan Kemujan, Karimunjawa
Pulau Kemujan memiliki kelimpahan sumberdaya ekosistem seperti ekosistem karang, mangrove dan lamun. Perairan bagian barat memiliki bentuk yang unik, karena ada sebagian perairanny...
Analisa Sediment Transport Pada Saluran Terbuka Model Trapesium (Studi Laboratorium)
Analisa Sediment Transport Pada Saluran Terbuka Model Trapesium (Studi Laboratorium)
Sedimen merupakan hasil proses erosi, baik berupa erosi permukaan, erosi parit, maupun jenis erosi tanah lainnya. Sedimen umumnya mengendap di bagian bawah kaki bukit, di daerah ba...
Pemanfaatan Material Lokal Sedimen Bendungan Batang Ilunng dalam Pembuatan Paving Block
Pemanfaatan Material Lokal Sedimen Bendungan Batang Ilunng dalam Pembuatan Paving Block
Masalah endapan sedimen menjadi permasalahan pada setiap bendungan. Material sedimen dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan paving block. Penelitian ini merupakan penelitian ek...
IDENTIFIKASI SEDIMEN TSUNAMI DI PROVINSI ACEH
IDENTIFIKASI SEDIMEN TSUNAMI DI PROVINSI ACEH
Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi sedimen tsunami di Desa Paroe Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh besar. Daerah penelitian ini merupakan daerah yang ideal untuk mengid...
Sebaran Sedimen Dasar di Pantai Segolok, Batang
Sebaran Sedimen Dasar di Pantai Segolok, Batang
 Pantai Segolok merupakan pantai yang berada di wilayah utara kabupaten Batang, provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu pantai wisata yang ada di kabupaten Batang. Semakin berkem...
BIOTA DASAR PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE KABUPATEN ACEH JAYA PROVINSI ACEH
BIOTA DASAR PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE KABUPATEN ACEH JAYA PROVINSI ACEH
Biota dasar perairan merupakan fauna yang hidup di dasar perairan, baik di kawasan tawar, payau, maupun di perairan asin terutama di perairan  ekosistem mangrove. Tujuan penelitian...

Back to Top