Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengembangan Potensi Pedesaan DIY Melalui Pelatihan Pembuatan Paket Wisata Budaya Upacara Wiwitan

View through CrossRef
Abstract. Since the outbreak of Covid-19 pandemic, the Special Region of Yogyakarta (henceforth DIY) had experienced a dramatic economic downturn particularly in the tourism industry. The worst effect was faced by those who earned their living, either direct or indirect income, from tourism activities. In response to this issue, this community service program was conducted to contribute to the recovery of tourism by fostering the potency of villages in DIY as tourism villages using Wiwitan ceremony as a tourist attraction. Wiwitan is a rice harvest ritual which is an expression of gratitude because the time to harvest crop finally comes. Gratitude is also everyone’s feeling when the height of global pandemic finally is already over and people are eager to welcome the new normal. Therefore, Wiwitan is worth to be highlighted as the main tourist attraction because of its universal philosophy. To achieve the goal, a training program was carried out and used four approaches, namely lecture, discussion, hands-on practice, and simulation. The results of this activity was to open the eyes that Wiwitan can become an interesting tourist attraction. Keywords: tourism villages, package tour, Wiwitan ceremony Abstrak. Sejak pandemi Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami penurunan perekonomian yang tajam karena terganggunya sektor pariwisata. Dampak paling signifikan dirasakan oleh para pelaku pariwisata dan masyarakat yang memperoleh pendapatan secara langsung dan tidak langsung dari aktivitas pariwisata. Dengan mempertimbangkan masalah tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu pemulihan kembali sektor pariwisata di propinsi DIY melalui pengembangan potensi kawasan pedesaan di DIY sebagai desa wisata budaya khususnya melalui upacara Wiwitan. Upacara yang dilakukan sebelum panen padi ini melambangkan rasa syukur karena panen tiba. Rasa syukur ini juga dirasakan umat manusia karena puncak pandemi terlewati dan mulai menyongsong fase normalisasi. Maka Wiwitan layak dijadikan atraksi wisata utama karena maknanya yang universal bagi umat manusia. Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan dengan pendekatan ceramah, diskusi, praktik langsung, dan simulasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terbangunnya kesadaran peserta bahwa upacara Wiwitan dapat menjadi daya tarik wisata. Kata kunci: desa wisata, paket wisata, upacara Wiwitan
Title: Pengembangan Potensi Pedesaan DIY Melalui Pelatihan Pembuatan Paket Wisata Budaya Upacara Wiwitan
Description:
Abstract.
Since the outbreak of Covid-19 pandemic, the Special Region of Yogyakarta (henceforth DIY) had experienced a dramatic economic downturn particularly in the tourism industry.
The worst effect was faced by those who earned their living, either direct or indirect income, from tourism activities.
In response to this issue, this community service program was conducted to contribute to the recovery of tourism by fostering the potency of villages in DIY as tourism villages using Wiwitan ceremony as a tourist attraction.
Wiwitan is a rice harvest ritual which is an expression of gratitude because the time to harvest crop finally comes.
Gratitude is also everyone’s feeling when the height of global pandemic finally is already over and people are eager to welcome the new normal.
Therefore, Wiwitan is worth to be highlighted as the main tourist attraction because of its universal philosophy.
To achieve the goal, a training program was carried out and used four approaches, namely lecture, discussion, hands-on practice, and simulation.
The results of this activity was to open the eyes that Wiwitan can become an interesting tourist attraction.
Keywords: tourism villages, package tour, Wiwitan ceremony Abstrak.
Sejak pandemi Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami penurunan perekonomian yang tajam karena terganggunya sektor pariwisata.
Dampak paling signifikan dirasakan oleh para pelaku pariwisata dan masyarakat yang memperoleh pendapatan secara langsung dan tidak langsung dari aktivitas pariwisata.
Dengan mempertimbangkan masalah tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu pemulihan kembali sektor pariwisata di propinsi DIY melalui pengembangan potensi kawasan pedesaan di DIY sebagai desa wisata budaya khususnya melalui upacara Wiwitan.
Upacara yang dilakukan sebelum panen padi ini melambangkan rasa syukur karena panen tiba.
Rasa syukur ini juga dirasakan umat manusia karena puncak pandemi terlewati dan mulai menyongsong fase normalisasi.
Maka Wiwitan layak dijadikan atraksi wisata utama karena maknanya yang universal bagi umat manusia.
Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan dengan pendekatan ceramah, diskusi, praktik langsung, dan simulasi.
Hasil dari kegiatan ini adalah terbangunnya kesadaran peserta bahwa upacara Wiwitan dapat menjadi daya tarik wisata.
Kata kunci: desa wisata, paket wisata, upacara Wiwitan.

Related Results

DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Penyusunan Paket Wisata Pedesaan di Kabupaten Lombok Utara
Penyusunan Paket Wisata Pedesaan di Kabupaten Lombok Utara
Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat khususnya pelaku wisata pedesaan dalam mengelola dan memasarkan daya Tarik wisata melalui pela...
Pendampingan tata kelola paket wisata budaya dan sejarah di Kecamatan Lengkong Kota Bandung
Pendampingan tata kelola paket wisata budaya dan sejarah di Kecamatan Lengkong Kota Bandung
Kegiatan pendampingan Tata Kelola Paket Wisata Budaya & Sejarah di Kecamatan Lengkong Kota Bandung bertujuan meningkatkan pemahaman pengetahuan dasar dan keterampilan tata kelo...
Strategi Government Public Relations (GPR) Pemda DIY dalam mengelola informasi publik pasca pandemi covid-19
Strategi Government Public Relations (GPR) Pemda DIY dalam mengelola informasi publik pasca pandemi covid-19
Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana strategi dan kendala Humas Pemda DIY dalam mengelola informasi publik pasca pandemi Covid-19. Penelitian ini men...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ABSTRACT Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta is a village that grows among the villages in Java. The term Pakauman given by Keraton means the dwellings of 'kaum' or ulama. Kampun...
Upacara Tabut di Pesisir Barat Sumatera
Upacara Tabut di Pesisir Barat Sumatera
Upacara tabut sangat layak untuk dikaji dalam konteks kajian budaya dan masyarakat pendukungnya. Hal ini disebabkan bahwa upacara tabut sebagai identitas budaya, perekat nilai buda...
Exploratory study about audience response to product endorsements by online DIY celebrities and traditional celebrities
Exploratory study about audience response to product endorsements by online DIY celebrities and traditional celebrities
Purpose Celebrity endorsement is common in the marketing communications context, especially in the Asian market. Thanks to the popularity of online DIY celebrities, many marketing ...

Back to Top