Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Aplikasi Kitosan terhadap Perkembangan Penyakit Bercak Ungu (Alternaria porri) pada Bawang Merah
View through CrossRef
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai tinggi yang rentan terhadap penyakit bercak ungu yang disebabkan oleh Alternaria porri. Penggunaan kitosan, hasil deasetilasi kitin dari cangkang kepiting, menjadi alternatif pengendalian ramah lingkungan karena memiliki aktivitas antimikroba dan mampu meningkatkan ketahanan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi kitosan terhadap perkembangan penyakit bercak ungu pada bawang merah serta menentukan konsentrasi yang paling efektif. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan konsentrasi kitosan, yaitu 0%, 2%, 3%, 4%, dan 5%, masing-masing diulang dua kali. Perlakuan kitosan 4% memberikan hasil terbaik dengan menekan intensitas penyakit hingga 65,7%. Dengan demikian, kitosan cangkang kepiting berpotensi sebagai pengendali hayati efektif dan ramah lingkungan dalam menekan penyakit bercak ungu serta meningkatkan produktivitas bawang merah.
Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
Title: Pengaruh Aplikasi Kitosan terhadap Perkembangan Penyakit Bercak Ungu (Alternaria porri) pada Bawang Merah
Description:
Bawang merah (Allium ascalonicum L.
) merupakan komoditas hortikultura bernilai tinggi yang rentan terhadap penyakit bercak ungu yang disebabkan oleh Alternaria porri.
Penggunaan kitosan, hasil deasetilasi kitin dari cangkang kepiting, menjadi alternatif pengendalian ramah lingkungan karena memiliki aktivitas antimikroba dan mampu meningkatkan ketahanan tanaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi kitosan terhadap perkembangan penyakit bercak ungu pada bawang merah serta menentukan konsentrasi yang paling efektif.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan konsentrasi kitosan, yaitu 0%, 2%, 3%, 4%, dan 5%, masing-masing diulang dua kali.
Perlakuan kitosan 4% memberikan hasil terbaik dengan menekan intensitas penyakit hingga 65,7%.
Dengan demikian, kitosan cangkang kepiting berpotensi sebagai pengendali hayati efektif dan ramah lingkungan dalam menekan penyakit bercak ungu serta meningkatkan produktivitas bawang merah.
Related Results
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...
Uji Konsentrasi Metabolit Sekunder Trichoderma sp. terhadap Alternaria porri Penyebab Penyakit Bercak Ungu pada Bawang Merah
Uji Konsentrasi Metabolit Sekunder Trichoderma sp. terhadap Alternaria porri Penyebab Penyakit Bercak Ungu pada Bawang Merah
Penyakit bercak ungu yang disebabkan oleh Alternaria porri merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya bawang merah (Allium ascalonicum L.) karena dapat menurunkan hasil pane...
Kil/Organokil-Kitosan ve Kil/Organokil-Trietil Kitosan Nanokompozit Sentezi ve Karakterizasyonu
Kil/Organokil-Kitosan ve Kil/Organokil-Trietil Kitosan Nanokompozit Sentezi ve Karakterizasyonu
Bu çalışmada montmorillonite (Mt) kili kullanılarak kil-kitosan, organokil-kitosan, kil-trietil kitosan ve organokil-trietil kitosan nanokompozitleri sentezlenmiş ve karakterizasyo...
Pengaruh Aplikasi Ekstrak Daun Sirih (Piper bettle L.) terhadap Pengendalian Alternaria porri Secara in vitro
Pengaruh Aplikasi Ekstrak Daun Sirih (Piper bettle L.) terhadap Pengendalian Alternaria porri Secara in vitro
Penyakit bercak ungu yang disebabkan oleh Alternaria porri merupakan salah satu masalah utama pada bawang merah (Allium ascalonicum L. ) dan dapat mengurangi hasil panen hingga 57%...
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
<pre>Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun dem...
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...
Optimalisasi Petani Bawang Merah Melalui Alat Pengolah Bawang Merah 3 in 1
Optimalisasi Petani Bawang Merah Melalui Alat Pengolah Bawang Merah 3 in 1
Desa Tegalrejo merupakan salah satu desa penghasil bawang merah di daerah Tulungagung, dengan adanya kelompok tani maka pertanian di desa tersebut terbilang maju dan modern. Suko T...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...

