Javascript must be enabled to continue!
Metode Analisis Penetapan Kadar Asam Traneksamat dalam Kosmetik
View through CrossRef
Abstract. Tranexamic acid (TA) is an important active substance in pharmaceutical formulations as a fibrinolytic agent. Some researchers have found that tranexamic acid is a relatively new therapeutic agent for melasma. Topical agents containing tranexamic acid are considered safer because there is no systemic absorption. This research is a literature study or systematic literature review. This research uses a systematic literature review approach regarding the analysis of determining levels of tranexamic acid in cosmetics published in journals using various analytical methods such as HPLC, HPLC-UV and HPLC-SM/SM. Based on the results of the review of these 6 journals, the linearity parameter range is 0.993-0.9993%; precision parameters, namely 0.71-104.85%; accuracy parameters, namely 99.789-101.8%; RSD value 0.24-11.35%; LOD parameters are 1.87 µg/mL and 30.225 µg/mL; LOQ parameters are 6.25 µg/mL and 100.85 µg/mL; and RE values lower than 2.62% and 4.96%. The most appropriate, fast, efficient and accurate method according to the objectives is to use the HPLC method.
Absrak. Asam traneksamat (TA) merupakan zat aktif penting dalam formulasi sediaan farmasi sebagai agen fibrinolitik. Beberapa peneliti menemukan bahwa asam traneksamat merupakan agen terapi yang relatif baru untuk melasma. Agen topikal yang mengandung asam traneksamat dianggap lebih aman karena tidak terdapat penyerapan sistemik. Penelitian ini adalah penelitian studi kepustakaan atau systematic literature review. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review mengenai analisis penetapan kadar asam traneksamat dalam kosmetik yang dipublikasikan dalam jurnal dengan menggunakan berbagai macam metode analisis seperti KCKT, KCKT-UV dan KCKT-SM/SM. Berdasarkan hasil dari review 6 jurnal tersebut, rentang parameter linearitas yaitu 0,993-0,9993%; parameter presisi yaitu 0,71-104,85%; parameter akurasi yaitu 99,789-101,8%; nilai RSD 0,24-11,35%; parameter LOD yaitu 1,87 μg/mL dan 30,225 µg/mL; parameter LOQ yaitu 6,25 μg/mL dan 100,85 µg/mL; serta nilai RE lebih rendah dari 2,62% dan 4,96%. Metode yang paling tepat, cepat, efisien dan akurat sesuai dengan tujuan adalah dengan menggunakan metode KCKT.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Metode Analisis Penetapan Kadar Asam Traneksamat dalam Kosmetik
Description:
Abstract.
Tranexamic acid (TA) is an important active substance in pharmaceutical formulations as a fibrinolytic agent.
Some researchers have found that tranexamic acid is a relatively new therapeutic agent for melasma.
Topical agents containing tranexamic acid are considered safer because there is no systemic absorption.
This research is a literature study or systematic literature review.
This research uses a systematic literature review approach regarding the analysis of determining levels of tranexamic acid in cosmetics published in journals using various analytical methods such as HPLC, HPLC-UV and HPLC-SM/SM.
Based on the results of the review of these 6 journals, the linearity parameter range is 0.
993-0.
9993%; precision parameters, namely 0.
71-104.
85%; accuracy parameters, namely 99.
789-101.
8%; RSD value 0.
24-11.
35%; LOD parameters are 1.
87 µg/mL and 30.
225 µg/mL; LOQ parameters are 6.
25 µg/mL and 100.
85 µg/mL; and RE values lower than 2.
62% and 4.
96%.
The most appropriate, fast, efficient and accurate method according to the objectives is to use the HPLC method.
Absrak.
Asam traneksamat (TA) merupakan zat aktif penting dalam formulasi sediaan farmasi sebagai agen fibrinolitik.
Beberapa peneliti menemukan bahwa asam traneksamat merupakan agen terapi yang relatif baru untuk melasma.
Agen topikal yang mengandung asam traneksamat dianggap lebih aman karena tidak terdapat penyerapan sistemik.
Penelitian ini adalah penelitian studi kepustakaan atau systematic literature review.
Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review mengenai analisis penetapan kadar asam traneksamat dalam kosmetik yang dipublikasikan dalam jurnal dengan menggunakan berbagai macam metode analisis seperti KCKT, KCKT-UV dan KCKT-SM/SM.
Berdasarkan hasil dari review 6 jurnal tersebut, rentang parameter linearitas yaitu 0,993-0,9993%; parameter presisi yaitu 0,71-104,85%; parameter akurasi yaitu 99,789-101,8%; nilai RSD 0,24-11,35%; parameter LOD yaitu 1,87 μg/mL dan 30,225 µg/mL; parameter LOQ yaitu 6,25 μg/mL dan 100,85 µg/mL; serta nilai RE lebih rendah dari 2,62% dan 4,96%.
Metode yang paling tepat, cepat, efisien dan akurat sesuai dengan tujuan adalah dengan menggunakan metode KCKT.
Related Results
PENERAPAN SENAM ERGONOMIS UNTUK MENURUNKAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA DENGAN INTOLERANSI AKTIVITAS DI PONDOK LANSIA YPA AN-NUR KOTA KEDIRI
PENERAPAN SENAM ERGONOMIS UNTUK MENURUNKAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA DENGAN INTOLERANSI AKTIVITAS DI PONDOK LANSIA YPA AN-NUR KOTA KEDIRI
Penyakit asam urat merupakan penyakit yang disebabkan oleh tumpukan asam urat atau kristal pada jaringan, terutama pada jaringan sendi. Penatalaksanaan non farmakologis untuk me...
HUBUNGAN MENOPAUSE DENGAN KADAR ASAM URAT DALAM DARAH (Di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang)
HUBUNGAN MENOPAUSE DENGAN KADAR ASAM URAT DALAM DARAH (Di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang)
Asam urat merupakan salah satu penyebab jantung koroner, oleh sebab itu siapapun yang kadar asam uratnya tinggi harus berupaya untuk menurunkanya agar kerusakan tidak merembet ke o...
Kajian Pustaka Analisis Penetapan Kadar Asam Traneksamat dalam Sediaan Farmasi
Kajian Pustaka Analisis Penetapan Kadar Asam Traneksamat dalam Sediaan Farmasi
Absract. Tranexamic acid is a biologically active compound with antifibrinolytic effects. This drug reversibly blocks the lysine binding site on plasminogen through the formation o...
Analisis Perbandingan Asam Lemak VCO dengan Metode Fermentasi dari Berbagai Varietas Kelapa
Analisis Perbandingan Asam Lemak VCO dengan Metode Fermentasi dari Berbagai Varietas Kelapa
Background: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan komposisi asam lemak VCO dengan metode fermentasi dari berbagai varietas kelapa di Kecamatan Kajang Kabu...
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan profil lemak hewani dari dua jenis daging babi daribangsa (breed) yang berbeda yaitu babi bali asli (babi lokal) dan babi la...
Peran Teknologi Nanoemulsi untuk Pengembangan Mutu Kosmetik dari Herbal Asli Indonesia
Peran Teknologi Nanoemulsi untuk Pengembangan Mutu Kosmetik dari Herbal Asli Indonesia
Indonesia merupakan negara dengan kekayaan herbal yang sangat melimpah, memiliki potensi kekayaan herbal terbesar di dunia setelah Brasil Akan tetapi pemanfaatannya masih terbatas....
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM ASAM ASETAT, ASAM KLORIDA DAN ASAM SITRAT TERHADAP KARAKTERISTIK LEM DARI LIMBAH SISIK IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus argentimaculatus)
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM ASAM ASETAT, ASAM KLORIDA DAN ASAM SITRAT TERHADAP KARAKTERISTIK LEM DARI LIMBAH SISIK IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus argentimaculatus)
ABSTRACT The aim of this study was to determine the effect of acetic acid, hydrochloric acid, and citric acid on the physical characteristics of glue from red snapper scale...
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, ASUPAN PURIN DAN STATUS GIZI TERHADAP KADAR ASAM URAT PASIEN HIPERURISEMIA
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, ASUPAN PURIN DAN STATUS GIZI TERHADAP KADAR ASAM URAT PASIEN HIPERURISEMIA
Hiperurisemia adalah penyakit yang diakibatkan adanya peningkatan kadar asam urat diatas normal, jika kadar asam urat >7 mg/dl pada pria dan >5,7 mg/dl pada wanita. Aktivitas...

