Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN RAWAT JALAN DENGAN PENGGUNAAN APLIKASI MOBILE JKN DI RSUD OTANAHA
View through CrossRef
Latar Belakang: Aplikasi Mobile JKN merupakan inovasi digital dari BPJS Kesehatan yang dirancang untuk mempermudah akses masyarakat terhadap sistem Jaminan Kesehatan Nasional. Namun, adopsinya masih terbatas, sebagian disebabkan oleh kurangnya pengetahuan pasien mengenai fungsi dan penggunaan aplikasi tersebut.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat pengetahuan pasien rawat jalan dengan penggunaan aplikasi Mobile JKN di RSUD Otanaha pada tahun 2025.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang. Sebanyak 97 pasien rawat jalan dipilih menggunakan rumus Slovin dan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang terdiri dari lima indikator: tahu, pemahaman, penerapan, ekspektasi upaya, dan ekspektasi kinerja. Analisis statistik meliputi deskripsi univariat dan korelasi Pearson untuk menilai hubungan antara pengetahuan dan penggunaan Mobile JKN.
Hasil: Penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar responden menilai efisiensi aplikasi Mobile JKN (35,1%) dan ketersediaan sistem (41,2%) sebagai "kurang baik," sementara 48,5% menyatakan ketidakpuasan secara keseluruhan. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan secara statistik antara pengetahuan pasien dan persepsi mereka terhadap kegunaan dan kinerja aplikasi. Secara spesifik, pengetahuan berkorelasi kuat dengan ekspektasi upaya (r = 0,733) dan ekspektasi kinerja (r = 0,819). Dimensi pemahaman dan aplikasi juga menunjukkan korelasi yang kuat dengan ekspektasi upaya dan kinerja (nilai r berkisar antara 0,770 hingga 0,830, p < 0,001). Pengguna lansia mengalami lebih banyak kesulitan karena literasi digital yang lebih rendah.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien dan penggunaan aplikasi Mobile JKN. Pengetahuan memainkan peran kunci dalam mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi. Upaya edukasi yang lebih intensif diperlukan untuk memberdayakan pasien agar menggunakan aplikasi secara mandiri sebagai bagian dari peningkatan pemberian layanan kesehatan.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang
Title: HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN RAWAT JALAN DENGAN PENGGUNAAN APLIKASI MOBILE JKN DI RSUD OTANAHA
Description:
Latar Belakang: Aplikasi Mobile JKN merupakan inovasi digital dari BPJS Kesehatan yang dirancang untuk mempermudah akses masyarakat terhadap sistem Jaminan Kesehatan Nasional.
Namun, adopsinya masih terbatas, sebagian disebabkan oleh kurangnya pengetahuan pasien mengenai fungsi dan penggunaan aplikasi tersebut.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat pengetahuan pasien rawat jalan dengan penggunaan aplikasi Mobile JKN di RSUD Otanaha pada tahun 2025.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang.
Sebanyak 97 pasien rawat jalan dipilih menggunakan rumus Slovin dan teknik accidental sampling.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang terdiri dari lima indikator: tahu, pemahaman, penerapan, ekspektasi upaya, dan ekspektasi kinerja.
Analisis statistik meliputi deskripsi univariat dan korelasi Pearson untuk menilai hubungan antara pengetahuan dan penggunaan Mobile JKN.
Hasil: Penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar responden menilai efisiensi aplikasi Mobile JKN (35,1%) dan ketersediaan sistem (41,2%) sebagai "kurang baik," sementara 48,5% menyatakan ketidakpuasan secara keseluruhan.
Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan secara statistik antara pengetahuan pasien dan persepsi mereka terhadap kegunaan dan kinerja aplikasi.
Secara spesifik, pengetahuan berkorelasi kuat dengan ekspektasi upaya (r = 0,733) dan ekspektasi kinerja (r = 0,819).
Dimensi pemahaman dan aplikasi juga menunjukkan korelasi yang kuat dengan ekspektasi upaya dan kinerja (nilai r berkisar antara 0,770 hingga 0,830, p < 0,001).
Pengguna lansia mengalami lebih banyak kesulitan karena literasi digital yang lebih rendah.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien dan penggunaan aplikasi Mobile JKN.
Pengetahuan memainkan peran kunci dalam mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi.
Upaya edukasi yang lebih intensif diperlukan untuk memberdayakan pasien agar menggunakan aplikasi secara mandiri sebagai bagian dari peningkatan pemberian layanan kesehatan.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Kesiapan RSUD Dr. H. Moch Anshari Shaleh Banjarmasin Menghadapi Regulasi PP No 47 2021 Tentang Implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) JKN di Tahun 2022
Kesiapan RSUD Dr. H. Moch Anshari Shaleh Banjarmasin Menghadapi Regulasi PP No 47 2021 Tentang Implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) JKN di Tahun 2022
Kebutuhan dasar manusia diperoleh masyarakat melalui pemanfaatan pemeliharaan kesehatan termaktub di UU No 24 tahun 2004. Orang sakit membutuhkan rawat inap di RS sesuai kelas rawa...
Pengaruh Pengetahuan Pasien BPJS Kesehatan Dengan Optimalisasi Pemanfaatan Penggunaan Aplikasi Mobile JKN Di RSU Kabupaten Sragen
Pengaruh Pengetahuan Pasien BPJS Kesehatan Dengan Optimalisasi Pemanfaatan Penggunaan Aplikasi Mobile JKN Di RSU Kabupaten Sragen
Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan, termasuk melalui aplikasi Mobile JKN, menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan mutu layanan Jaminan Kesehatan Nasional (J...
Kemandirian dan Ketersediaan Obat Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN): Kebijakan, Harga, dan Produksi Obat
Kemandirian dan Ketersediaan Obat Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN): Kebijakan, Harga, dan Produksi Obat
National Health Insurance (JKN) is a guarantee program that provides health protection to participants to obtain health care benefits and protection in meeting the basic health nee...
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
Antibiotik merupakan salah satu golongan obat yang sampai saat ini menjadi pilihan utama yang digunakan pada pasien rawat jalan dan rawat inap yang mengalami infeksi bakteri di rum...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Persepsi Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Kualitas Pelayanan Rawat Jalan
Persepsi Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Kualitas Pelayanan Rawat Jalan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pasien terhadap kualitas layanan rawat jalan di Puskesmas Setu I. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pen...
Pengaruh Waktu Tunggu Terhadap Kepuasanpasien Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Doloksanggul Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2024
Pengaruh Waktu Tunggu Terhadap Kepuasanpasien Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Doloksanggul Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2024
Latar Belakang: Rumah Sakit Umum Daerah Doloksanggul adalah salah satu rumah sakit tipe C di Doloksanggul. Rumah Sakit Umum Daerah Doloksanggul diketahui bahwa dari 10 responden ya...

