Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Perilaku Cybersex terhadap Kepuasan Pernikahan pada Individu yang Sudah Menikah
View through CrossRef
Abstract. The rapid development of technology has given rise to a new form of sexual interaction via the internet known as cybersex. Cybersex behavior has become a phenomenon that threatens the integrity of marriage in the digital age, especially in Indonesia, which has strong religious and cultural values. This study aims to analyze the influence of cybersex behavior on marital satisfaction among married individuals in West Java. The study employs a causal-comparative design with 144 married individuals in West Java as respondents. Data were collected through the distribution of questionnaires measured using the Internet Sex Screening Test (ISST) by Delmonico and Miller (2003) to measure cybersex behavior, which was adapted by Putri (2021) and tested by Garnita (2024). Meanwhile, for marital satisfaction, the measurement tool used to measure marital satisfaction was a tool created by the researcher based on the theory of Fowers and Olson (1989). The data analysis used in this study was multivariate regression analysis. Based on the results of the multivariate regression analysis, a significance p-value of 0.000 < 0.05 was obtained, indicating that cybersex behavior significantly influences each aspect of marital satisfaction in married individuals. The findings of this study reinforce previous research findings stating that cybersex behavior can influence marital satisfaction.
Abstrak. Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah menghadirkan bentuk interaksi seksual baru melalui internet yang dikenal sebagai cybersex. Perilaku cybersex telah menjadi fenomena yang mengancam keutuhan pernikahan di era digital, terutama di Indonesia yang memiliki nilai religius dan budaya yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku cybersex terhadap kepuasan pernikahan pada individu yang sudah menikah di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain kausal-komparatif dengan 144 individu yang sudah menikah di Jawa Barat sebagai responden penelitian ini. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner yang diukur menggunakan Internet Sex Screening Test (ISST) milik Delmonico dan Miller (2003) untuk mengukur perilaku cybersex yang telah diadaptasi oleh Putri (2021) dan di uji coba oleh Garnita (2024). Sedangkan pada kepuasan pernikahan, alat ukur yang digunakan untuk mengukur kepuasan pernikahan adalah alat ukur yang dibuat sendiri oleh peneliti yang mengacu pada konsep teori Fowers dan Olson (1989). Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi multivariat. Berdasarkan hasil analisis regresi multivariat, didapatkan nilai signifikansi p-value sebesar 0,000 < 0.05 yang berarti perilaku cybersex berpengaruh signifikan terhadap masing-masing aspek kepuasan pernikahan pada individu yang sudah menikah. Hasil penelitian ini dapat memperkuat hasil temuan peneliti-peneliti sebelumnya yang menyatakan bahwa perilaku cybersex dapat mempengaruhi kepuasan pernikahan.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Pengaruh Perilaku Cybersex terhadap Kepuasan Pernikahan pada Individu yang Sudah Menikah
Description:
Abstract.
The rapid development of technology has given rise to a new form of sexual interaction via the internet known as cybersex.
Cybersex behavior has become a phenomenon that threatens the integrity of marriage in the digital age, especially in Indonesia, which has strong religious and cultural values.
This study aims to analyze the influence of cybersex behavior on marital satisfaction among married individuals in West Java.
The study employs a causal-comparative design with 144 married individuals in West Java as respondents.
Data were collected through the distribution of questionnaires measured using the Internet Sex Screening Test (ISST) by Delmonico and Miller (2003) to measure cybersex behavior, which was adapted by Putri (2021) and tested by Garnita (2024).
Meanwhile, for marital satisfaction, the measurement tool used to measure marital satisfaction was a tool created by the researcher based on the theory of Fowers and Olson (1989).
The data analysis used in this study was multivariate regression analysis.
Based on the results of the multivariate regression analysis, a significance p-value of 0.
000 < 0.
05 was obtained, indicating that cybersex behavior significantly influences each aspect of marital satisfaction in married individuals.
The findings of this study reinforce previous research findings stating that cybersex behavior can influence marital satisfaction.
Abstrak.
Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah menghadirkan bentuk interaksi seksual baru melalui internet yang dikenal sebagai cybersex.
Perilaku cybersex telah menjadi fenomena yang mengancam keutuhan pernikahan di era digital, terutama di Indonesia yang memiliki nilai religius dan budaya yang kuat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku cybersex terhadap kepuasan pernikahan pada individu yang sudah menikah di Jawa Barat.
Penelitian ini menggunakan desain kausal-komparatif dengan 144 individu yang sudah menikah di Jawa Barat sebagai responden penelitian ini.
Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner yang diukur menggunakan Internet Sex Screening Test (ISST) milik Delmonico dan Miller (2003) untuk mengukur perilaku cybersex yang telah diadaptasi oleh Putri (2021) dan di uji coba oleh Garnita (2024).
Sedangkan pada kepuasan pernikahan, alat ukur yang digunakan untuk mengukur kepuasan pernikahan adalah alat ukur yang dibuat sendiri oleh peneliti yang mengacu pada konsep teori Fowers dan Olson (1989).
Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi multivariat.
Berdasarkan hasil analisis regresi multivariat, didapatkan nilai signifikansi p-value sebesar 0,000 < 0.
05 yang berarti perilaku cybersex berpengaruh signifikan terhadap masing-masing aspek kepuasan pernikahan pada individu yang sudah menikah.
Hasil penelitian ini dapat memperkuat hasil temuan peneliti-peneliti sebelumnya yang menyatakan bahwa perilaku cybersex dapat mempengaruhi kepuasan pernikahan.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Komunikasi Wanita Dewasa Yang Belum Menikah Dengan Orang Tua
Komunikasi Wanita Dewasa Yang Belum Menikah Dengan Orang Tua
Rata-rata setiap wanita mempunyai target usia menikah. Namun tidak semuanya sesuai dengan target usia pernikahan yang diinginkan. Antara lain mereka lebih mengutamakan karir diband...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Hubungan Antara Religiusitas dan Komitmen Pernikahan dengan Kepuasan Pernikahan Dini pada Remaja
Hubungan Antara Religiusitas dan Komitmen Pernikahan dengan Kepuasan Pernikahan Dini pada Remaja
Marital satisfaction is a feeling of satisfaction or happiness that arises from a balance between individual needs and the needs of a partner. This research is a quantitative study...
Perilaku Phubbing dan Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Suami Istri
Perilaku Phubbing dan Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Suami Istri
Perilaku phubbing adalah perilaku mengabaikan seseorang dalam lingkungan sosial dengan lebih terfokus pada smartphone, dan cenderung mengabaikan pembicaraan saat sedang melakukan i...
PENGALAMAN KEPUASAN PERNIKAHAN WANITA YANG MENIKAH DENGAN CARA TAARUF
PENGALAMAN KEPUASAN PERNIKAHAN WANITA YANG MENIKAH DENGAN CARA TAARUF
Pernikahan merupakan suatu perjanjian yang sakral antara dua orang untuk hidupbersama secara sah, maka diperlukan kepuasan dalam pernikahan agar pernikahandapat bertahan lama. Pene...
PENGARUH KOMPETENSI, KOMITMEN TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA PEGAWAI (STUDI PADA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA MALANG)
PENGARUH KOMPETENSI, KOMITMEN TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA PEGAWAI (STUDI PADA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA MALANG)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui dan menganalisa pengaruh kompetensi terhadap kepuasan kerja, pengaruh komitmen terhadap kepuasan kerja, pengaruh kompetensi terha...

