Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penelitian dan Publikasi dalam Ilmu Bedah

View through CrossRef
Pada era modern saat ini, Evidence Based Medicine (EBM) atau kedokteran berbasis bukti baik dalam diagnosis maupun tatalaksana merupakan suatu keharusan. Khususnya dalam lingkup ilmu bedah, penelitian dan publikasi untuk mendukung terwujudnya EBM yang baik masih kurang.1 Hanya 3.4% artikel yang dipublikasi di 5 besar jurnal jurnal ilmu bedah dalam rentang 1996-2000 yang berbentuk RCTs.2 Untuk menjawab tantangan ini, muncul banyak grant penelitian dan jurnal bedah yang membawa nama research sebagai bagian dari penyadaran, dorongan dan penyediaan sarana. Lebih lanjut lagi, hasil penelitian dan rekomendasi tatalaksana yang berasal dari populasi negara maju belum tentu langsung bisa diterapkan di Indonesia karena perbedaan karakteristik dalam banyak aspek.3 Oleh karena itu masih terbentang lebar lahan yang bisa diteliti baik dalam hal ilmu dasar maupun teknik operasi dan teknologi yang diaplikasikan dalam penatalaksanaan kasus-kasus bedah. Permasalahan yang muncul saat ini adalah jargon bahwa penelitian dan publikasi itu susah, kompleks dan menyita banyak waktu harus dapat kita ubah sedikit demi sedikit. Budaya membaca dan menulis merupakan hal dasar yang harus ditekankan. Pertanyaan atau ide penelitian sering muncul setelah banyak membaca jurnal, selain tentunya dari praktek keseharian yang dihadapi. Ilmu dan skill meneliti dapat dipelajari dan ditingkatkan dengan mengikuti kursus atau diintegrasikan selama pendidikan. Implementasi surgical research methodology program dalam kurikulum terbukti mampu meningkatkan produktivitas penelitian dan performa residen bedah.4 Program tersebut merupakan program terstruktur dengan topik orientasi, penelusuran literatur sistematik, etika, statistik, dan berbagai bentuk penelitian.4 Hal lain yang sangat mendukung suatu penelitian adalah sistem rekam medik yang ditulis dengan baik, lengkap dan mudah diakses. Permasalahan yang berikutnya adalah penghargaan terhadap suatu penelitian masih minim apalagi bila memiliki tingkat evidence yang rendah seperti laporan kasus dan serial kasus. Perlu digaris bawahi bahwa laporan kasus hingga saat ini masih dapat ditemukan pada jurnal-jurnal internasional dengan impact factor yang tinggi. Hal ini menunjukkan bentuk penghargaan dan penerimaan terhadap sekecil apa pun bentuk penelitian, terlebih bila merupakan kasus yang sangat jarang ditemukan atau menggunakan inovasi baru dalam penatalaksanaannya. Kumpulan dari laporan kasus yang sama dapat menghasilkan bentuk penelitian yang memiliki tingkat evidence yang lebih tinggi. Hal lain yang harus kita ingat adalah meskipun RCTs merupakan bentuk penelitian dengan tingkat evidence yang paling baik, terkadang sulit diterapkan dalam ilmu bedah dibanding penelitian medis lainnya apalagi bila menggunakan placebo sebagai kelompok kontrol.3 Mari kita bersama memajukan penelitian dan publikasi dalam ilmu bedah untuk mendukung praktek kedokteran berbasis bukti. Publikasikan hasil karya kita agar dapat bermanfaat untuk ahli bedah lainnya dan kami siap menerima semua jenis karya ilmiah: laporan kasus, serial kasus, evidence base case report, literature review, systematic review, dan original article. Terakhir, kami mengajak kepada semua ahli bedah untuk mensukseskan dan membawakan hasil kerjanya dalam acara pertemuan ilmiah tahunan ke-22 IKABI pada akhir Juli 2017 di Jakarta.
Jurnal Ilmu Bedah Indonesia, Universitas Indonesia
Title: Penelitian dan Publikasi dalam Ilmu Bedah
Description:
Pada era modern saat ini, Evidence Based Medicine (EBM) atau kedokteran berbasis bukti baik dalam diagnosis maupun tatalaksana merupakan suatu keharusan.
Khususnya dalam lingkup ilmu bedah, penelitian dan publikasi untuk mendukung terwujudnya EBM yang baik masih kurang.
1 Hanya 3.
4% artikel yang dipublikasi di 5 besar jurnal jurnal ilmu bedah dalam rentang 1996-2000 yang berbentuk RCTs.
2 Untuk menjawab tantangan ini, muncul banyak grant penelitian dan jurnal bedah yang membawa nama research sebagai bagian dari penyadaran, dorongan dan penyediaan sarana.
Lebih lanjut lagi, hasil penelitian dan rekomendasi tatalaksana yang berasal dari populasi negara maju belum tentu langsung bisa diterapkan di Indonesia karena perbedaan karakteristik dalam banyak aspek.
3 Oleh karena itu masih terbentang lebar lahan yang bisa diteliti baik dalam hal ilmu dasar maupun teknik operasi dan teknologi yang diaplikasikan dalam penatalaksanaan kasus-kasus bedah.
Permasalahan yang muncul saat ini adalah jargon bahwa penelitian dan publikasi itu susah, kompleks dan menyita banyak waktu harus dapat kita ubah sedikit demi sedikit.
Budaya membaca dan menulis merupakan hal dasar yang harus ditekankan.
Pertanyaan atau ide penelitian sering muncul setelah banyak membaca jurnal, selain tentunya dari praktek keseharian yang dihadapi.
Ilmu dan skill meneliti dapat dipelajari dan ditingkatkan dengan mengikuti kursus atau diintegrasikan selama pendidikan.
Implementasi surgical research methodology program dalam kurikulum terbukti mampu meningkatkan produktivitas penelitian dan performa residen bedah.
4 Program tersebut merupakan program terstruktur dengan topik orientasi, penelusuran literatur sistematik, etika, statistik, dan berbagai bentuk penelitian.
4 Hal lain yang sangat mendukung suatu penelitian adalah sistem rekam medik yang ditulis dengan baik, lengkap dan mudah diakses.
Permasalahan yang berikutnya adalah penghargaan terhadap suatu penelitian masih minim apalagi bila memiliki tingkat evidence yang rendah seperti laporan kasus dan serial kasus.
Perlu digaris bawahi bahwa laporan kasus hingga saat ini masih dapat ditemukan pada jurnal-jurnal internasional dengan impact factor yang tinggi.
Hal ini menunjukkan bentuk penghargaan dan penerimaan terhadap sekecil apa pun bentuk penelitian, terlebih bila merupakan kasus yang sangat jarang ditemukan atau menggunakan inovasi baru dalam penatalaksanaannya.
Kumpulan dari laporan kasus yang sama dapat menghasilkan bentuk penelitian yang memiliki tingkat evidence yang lebih tinggi.
Hal lain yang harus kita ingat adalah meskipun RCTs merupakan bentuk penelitian dengan tingkat evidence yang paling baik, terkadang sulit diterapkan dalam ilmu bedah dibanding penelitian medis lainnya apalagi bila menggunakan placebo sebagai kelompok kontrol.
3 Mari kita bersama memajukan penelitian dan publikasi dalam ilmu bedah untuk mendukung praktek kedokteran berbasis bukti.
Publikasikan hasil karya kita agar dapat bermanfaat untuk ahli bedah lainnya dan kami siap menerima semua jenis karya ilmiah: laporan kasus, serial kasus, evidence base case report, literature review, systematic review, dan original article.
Terakhir, kami mengajak kepada semua ahli bedah untuk mensukseskan dan membawakan hasil kerjanya dalam acara pertemuan ilmiah tahunan ke-22 IKABI pada akhir Juli 2017 di Jakarta.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Endoscopic transsphenoidal resection of craniopharyngioma
Endoscopic transsphenoidal resection of craniopharyngioma
ABSTRACTBackground: Endoscopic surgery techniques had been advancing in this last two decades. Transsphenoidal approach endoscopic surgery to the skull base provides better visuali...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS DALAM BEDAH ORTOPEDI
PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS DALAM BEDAH ORTOPEDI
Ortopedi adalah cabang ilmu kedokteran mempelajari tentang cedera akut, kronis, trauma pada tulang, sendi, otot, saraf dan sistem rangka. Dalam bedah ortopedi sering berkaitan deng...
Keloid yang diterapi dengan kombinasi bedah eksisi dan injeksi kortikosteroid intralesi: sebuah laporan kasus
Keloid yang diterapi dengan kombinasi bedah eksisi dan injeksi kortikosteroid intralesi: sebuah laporan kasus
Background: Keloids are soft solid tumors with a smooth surface that extend beyond the wound margins and invade adjacent normal tissue. Appears at the age of 10-30 years, occurs as...

Back to Top