Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENERAPAN KONSTRUKSI HIJAU PADA PROYEK APARTEMEN X DI JAKARTA PUSAT

View through CrossRef
ABSTRACTAlong with the Jakarta Governor rules no. 38/2012 about green building, The Contractors in the capital has been practicing to implement green construction in building construction. This is done by a contractor state-owned or private contractor. The purpose of this research is analyzing the application of green construction by state owned contractors who is not a member of green building council Indonesia. Collecting data which used in this research was questionnaire, observation, and documentation. The reference of indicators are from regulations, rating tools GBCI and models assessment green construction developed by Wulfram Ervianto. The Indicators are health program and occupational safety, environmental health work, air quality construction phase, election and operational construction phase, planning and scheduling construction equipment, documentation construction project, building & enviroment management, training for subcontractor, waste management, the source and cycle construction, material storage and protection, appropriate site development, reduction ecological footprint the project, protection plan, water conservation, and efficiency & energy conservation. The method of analysis data questionnare are descriptive analysis. The result of research is average value of the implementation of green construction by 85,08 % which means that green construction points of the indicators as a whole has taken and implemented by contractor.Keywords: green construction; construction phase; GBCIABSTRAKSeiring dengan diberlakukannya Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 38 Tahun 2012 mengenai Bangunan Gedung Hijau, kontraktor-kontraktor di Ibukota mulai menerapkan konstruksi hijau dalam proses pembangunan gedung. Hal itu dilakukan oleh kontraktor milik negara ataupun kontraktor milik swasta. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan konstruksi hijau oleh kontraktor milik Negara yang bukan anggota Green Building Council Indonesia. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner, observasi dan dokumentasi. Acuan indikator konstruksi hijau dari peraturan perundangan- undangan, rating tools GBCI dan model assessment green construction yang dikembangkan oleh Ervianto. Indikator tersebut antara lain program kesehatan dan keselamatan kerja, kesehatan lingkungan kerja tahap konstruksi, kualitas udara tahap konstruksi ,pemilihan dan operasional peralatan konstruksi, perencanaan dan penjadwalan, dokumentasi, ,manajemen lingkungan proyek konstruksi, pelatihan bagi subkontraktor, manajemen limbah konstruksi, sumber dan siklus material, penyimpanan dan perlindungan material, tepat guna lahan, pengurangan jejak ekologis, rencana perlindungan lokasi pekerjaan, konservasi air, dan efisiensi dan konservasi energi. Metode analisis data kuisioner ialah dengan analisa deskriptif. Hasil dari penelitian didapatkan nilai rata-rata penerapan green construction sebesar 85,08% yang artinya bahwa poin poin dari indikator konstruksi hijau secara keseluruhan telah diperhatikan dan diimplementasikan oleh kontraktor.Kata Kunci: konstruksi hijau; fase konstruksi; GBCI
Title: PENERAPAN KONSTRUKSI HIJAU PADA PROYEK APARTEMEN X DI JAKARTA PUSAT
Description:
ABSTRACTAlong with the Jakarta Governor rules no.
38/2012 about green building, The Contractors in the capital has been practicing to implement green construction in building construction.
This is done by a contractor state-owned or private contractor.
The purpose of this research is analyzing the application of green construction by state owned contractors who is not a member of green building council Indonesia.
Collecting data which used in this research was questionnaire, observation, and documentation.
The reference of indicators are from regulations, rating tools GBCI and models assessment green construction developed by Wulfram Ervianto.
The Indicators are health program and occupational safety, environmental health work, air quality construction phase, election and operational construction phase, planning and scheduling construction equipment, documentation construction project, building & enviroment management, training for subcontractor, waste management, the source and cycle construction, material storage and protection, appropriate site development, reduction ecological footprint the project, protection plan, water conservation, and efficiency & energy conservation.
The method of analysis data questionnare are descriptive analysis.
The result of research is average value of the implementation of green construction by 85,08 % which means that green construction points of the indicators as a whole has taken and implemented by contractor.
Keywords: green construction; construction phase; GBCIABSTRAKSeiring dengan diberlakukannya Peraturan Gubernur DKI Jakarta No.
38 Tahun 2012 mengenai Bangunan Gedung Hijau, kontraktor-kontraktor di Ibukota mulai menerapkan konstruksi hijau dalam proses pembangunan gedung.
Hal itu dilakukan oleh kontraktor milik negara ataupun kontraktor milik swasta.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan konstruksi hijau oleh kontraktor milik Negara yang bukan anggota Green Building Council Indonesia.
Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner, observasi dan dokumentasi.
Acuan indikator konstruksi hijau dari peraturan perundangan- undangan, rating tools GBCI dan model assessment green construction yang dikembangkan oleh Ervianto.
Indikator tersebut antara lain program kesehatan dan keselamatan kerja, kesehatan lingkungan kerja tahap konstruksi, kualitas udara tahap konstruksi ,pemilihan dan operasional peralatan konstruksi, perencanaan dan penjadwalan, dokumentasi, ,manajemen lingkungan proyek konstruksi, pelatihan bagi subkontraktor, manajemen limbah konstruksi, sumber dan siklus material, penyimpanan dan perlindungan material, tepat guna lahan, pengurangan jejak ekologis, rencana perlindungan lokasi pekerjaan, konservasi air, dan efisiensi dan konservasi energi.
Metode analisis data kuisioner ialah dengan analisa deskriptif.
Hasil dari penelitian didapatkan nilai rata-rata penerapan green construction sebesar 85,08% yang artinya bahwa poin poin dari indikator konstruksi hijau secara keseluruhan telah diperhatikan dan diimplementasikan oleh kontraktor.
Kata Kunci: konstruksi hijau; fase konstruksi; GBCI.

Related Results

Analisis Estimasi Penyelesaian Proyek Konstruksi terhadap Waktu dan Biaya
Analisis Estimasi Penyelesaian Proyek Konstruksi terhadap Waktu dan Biaya
Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi, sehingga sering terjadi keterlambatan penyelesaian proyek maupun pembengkakan biaya akibat sistem ma...
ANALISIS PERANAN KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI DALAM MENCEGAH KETERLAMBATAN WAKTU KONSTRUKSI
ANALISIS PERANAN KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI DALAM MENCEGAH KETERLAMBATAN WAKTU KONSTRUKSI
ABSTRAK Seorang konsultan manajemen konstruksi berperan sebagai penasehat, pembantu, dan partner. Keterlibatan konsultan manajemen konstruksi diharapkan dapat memberikan informasi ...
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA APARTEMEN JATICEMPAKA
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA APARTEMEN JATICEMPAKA
Bangunan diketahui merupakan salah satu sumber penyumbang emisi gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut maka dibutuhkan pemilihan konsep ...
ANALISA PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN MENGGUNAKAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD)
ANALISA PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN MENGGUNAKAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD)
Peningkatan peduduk di Kota Tangerang berbanding terbalik dengan ketersedian lahan pada kota ini, oleh karena itu proyek permbangunan tempat tinggal dibuat menjadi kearah vertikal ...
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
Dalam ilmu statika benda didalam bidang dapat dibedakan menjadi konstruksi batang dan konstruksi rangka batang. Konstruksi rangka batang merupakan konstruksi yang terdiri dari elem...
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui apa tema pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (2) Mengetahui bagaimana alur pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (3) Mengetahui...
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui apa tema pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (2) Mengetahui bagaimana alur pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (3) Mengetahui...
PENERAPAN SOCIAL SPACE PADA RUANG DALAM APARTEMEN MELALUI STUDI KOMPARASI
PENERAPAN SOCIAL SPACE PADA RUANG DALAM APARTEMEN MELALUI STUDI KOMPARASI
Social space atau biasa dikenal dengan ruang publik yang dapat menampung aktivitas masyarakat, baik secara perorangan maupun secara perkumpulan, dimana bentuk dari social space (ru...

Back to Top