Javascript must be enabled to continue!
Plastik Biodegradable Bahan Dasar Pati Singkong (Manihot esculenta) dengan Campuran Selulosa
View through CrossRef
Plastik merupakan bahan pengemas yang banyak digunakan dan berkembang luas di seluruh negeri, tidak hanya di bidang industri, kemasan plastik juga banyak digunakan oleh retail, pedagang tradisional, dan rumah tangga. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi masalah sampah plastik yaitu dengan membuat plastik yang dapat didegradasi oleh alam atau yang lebih dikenal dengan plastik biodegradable yang dapat terurai oleh aktivitas mikro organisme menjadi air dan karbon dioksida setelah habis terpakai dan dibuang ke lingkungan. Plastik biodegradable biasanya terbuat berbahan dasar pati yang merupakan karbohidrat sederhana polimer glukosa yang terdiri dari amilosa dan amilopektin. Sedangkan bahan tambahan lainnya yaitu selulosa yang dihasilkan dari Nata de Coco. Campuran pati dan selulosa diduga dapat meningkatkan karakteristik dari plastik biodegradable yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapakan plastik biodegradable yang optimal dengan penambahan selulosa dari nata de coco. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yang diteliti. Faktor pertama adalah rasio pati singkong dan nata de coco yang terdiri dari 3 taraf yaitu S1=6%, S2=8%, S3=10%. Faktor kedua adalah persentase selulosa nata de coco yang terdiri dari 3 taraf yaitu N1= 2%, N2=4%, N3=6%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali sehingga diperoleh 18 satuan percobaaan. Pengamatan yang dilakukan terdiri uji kadar air, uji daya serap air, uji kuat tarik dan elongasi serta uji biodegrasi. Perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi pati singkong 8% dengan konsentrasi nata de coco 4% (P2N2) yang menghasilkan plastik biodegradable yaitu kadar air 27,41%, daya serap air 23,23 %, kuat tarik 8.04 Mpa.
Title: Plastik Biodegradable Bahan Dasar Pati Singkong (Manihot esculenta) dengan Campuran Selulosa
Description:
Plastik merupakan bahan pengemas yang banyak digunakan dan berkembang luas di seluruh negeri, tidak hanya di bidang industri, kemasan plastik juga banyak digunakan oleh retail, pedagang tradisional, dan rumah tangga.
Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi masalah sampah plastik yaitu dengan membuat plastik yang dapat didegradasi oleh alam atau yang lebih dikenal dengan plastik biodegradable yang dapat terurai oleh aktivitas mikro organisme menjadi air dan karbon dioksida setelah habis terpakai dan dibuang ke lingkungan.
Plastik biodegradable biasanya terbuat berbahan dasar pati yang merupakan karbohidrat sederhana polimer glukosa yang terdiri dari amilosa dan amilopektin.
Sedangkan bahan tambahan lainnya yaitu selulosa yang dihasilkan dari Nata de Coco.
Campuran pati dan selulosa diduga dapat meningkatkan karakteristik dari plastik biodegradable yang dihasilkan.
Penelitian ini dilakukan untuk mendapakan plastik biodegradable yang optimal dengan penambahan selulosa dari nata de coco.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yang diteliti.
Faktor pertama adalah rasio pati singkong dan nata de coco yang terdiri dari 3 taraf yaitu S1=6%, S2=8%, S3=10%.
Faktor kedua adalah persentase selulosa nata de coco yang terdiri dari 3 taraf yaitu N1= 2%, N2=4%, N3=6%.
Setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali sehingga diperoleh 18 satuan percobaaan.
Pengamatan yang dilakukan terdiri uji kadar air, uji daya serap air, uji kuat tarik dan elongasi serta uji biodegrasi.
Perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi pati singkong 8% dengan konsentrasi nata de coco 4% (P2N2) yang menghasilkan plastik biodegradable yaitu kadar air 27,41%, daya serap air 23,23 %, kuat tarik 8.
04 Mpa.
Related Results
PARADIGMA MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN TANAMAN SINGKONG SEBAGAI TANAMAN PRODUKTIF DI INDONESIA
PARADIGMA MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN TANAMAN SINGKONG SEBAGAI TANAMAN PRODUKTIF DI INDONESIA
Singkong adalah salah satu tumbuhan yang menghasilkan panen dalam bentuk akar.Berdasarkan beberapa penelitian mengungkap bahwa tamanam singkong sebenarnya tidak hanyaproduktif dan ...
Pembuatan Bioplastik Berbahan Dasar Pati Biji Alpukat dan Selulosa dari Limbah Kertas Dengan Metode Melt Intercalation
Pembuatan Bioplastik Berbahan Dasar Pati Biji Alpukat dan Selulosa dari Limbah Kertas Dengan Metode Melt Intercalation
Peningkatan penggunaan plastik berbasis petrokimia telah menimbulkan permasalahan lingkungan yang serius akibat sifatnya yang sulit terdegradasi secara alami. Salah satu alternatif...
Pengaruh Konsentrasi Pati Dan Jenis Pelarut Pada Modifikasi Pati Menggunakan Metode Presipitasi Terhadap Sifat Fisik Pati Uwi Putih (Dioscorea Alata)
Pengaruh Konsentrasi Pati Dan Jenis Pelarut Pada Modifikasi Pati Menggunakan Metode Presipitasi Terhadap Sifat Fisik Pati Uwi Putih (Dioscorea Alata)
Uwi memiliki kandungan pati cukup tinggi dengan ukuran granula pati cukup besar berada pada kisaran 25-45μm. Ukuran granula pati diketahui berpengaruh terhadap aplikasi pati dal...
PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DI BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN 4 TAK
PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DI BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN 4 TAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan etanol berkadar 96% dalam bahan bakar. Data hasil pengujian menyebutkan bahan bakar pertalit memiliki nilai kadar Karb...
Pembuatan Biodegradable Plastik dengan Pemanfaatan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Bahan Sintesis Selulosa Asetat
Pembuatan Biodegradable Plastik dengan Pemanfaatan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Bahan Sintesis Selulosa Asetat
Kandungan serat yang terdapat dalam tandan kosong kelapa sawit meliputi lignin (22,60%), pentosan (25,90%), selulosa (45,80%), dan holoselulosa (71,88%). Tujuan penelitian ini adal...
BIODEGRADATION OF MANGO SEED STARCH FILMS IN SOIL
BIODEGRADATION OF MANGO SEED STARCH FILMS IN SOIL
The typical petroleum-based plastics have triggered environmental problems. For this purpose, biodegradable polymers such as starch are often used to manufacture biodegradable plas...
SIFAT FISIKOKIMIAWI SELULOSA PRODUKSI ISOLAT BAKTERI Gluconacetobacter xylinus KRE-65 PADA METODE FERMENTASI BERBEDA (Physicochemical Properties of Cellulose Produced by Bacterial Isolate Gluconacetobacter xylinus KRE-65 in Different Fermentation Methods)
SIFAT FISIKOKIMIAWI SELULOSA PRODUKSI ISOLAT BAKTERI Gluconacetobacter xylinus KRE-65 PADA METODE FERMENTASI BERBEDA (Physicochemical Properties of Cellulose Produced by Bacterial Isolate Gluconacetobacter xylinus KRE-65 in Different Fermentation Methods)
Physicochemical properties of cellulose produced by local bacterial strain Gluconacetobacter xylinus KRE-65 by static and agitated fermentation methods was studied. Cellulose produ...
TINJAUAN KELAYAKAN SINTESIS SELULOSA ASETAT DARI PEMANFAATAN SELULOSA LIMBAH ORGANIK
TINJAUAN KELAYAKAN SINTESIS SELULOSA ASETAT DARI PEMANFAATAN SELULOSA LIMBAH ORGANIK
Selulosa asetat dapat diaplikasikan pada berbagai jenis produk diantaranya sebagai film, serat, membran, pita perekam suara dan banyak aplikasi lainnya. Penelitian tentang aplikasi...

